Home / Global

Jumat, 8 Mei 2020 - 13:59 WIB

15 Warga India Terlindas Kereta saat Mudik Akibat Lockdown

Sebanyak 15 warga India meninggal dunia akibat terlindas kereta api saat dalam perjalanan pulang dari tanah rantauan, akibat dampak penguncian wilayah (lockdown) untuk menekan penyebaran virus corona.

Seperti dilansir CNN, Jumat (8/5), informasi tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Pasukan Pengamanan Kereta Api India, Arun Kumar. Dia mengatakan para korban saat itu tengah berjalan di atas rel menuju sebuah stasiun di negara bagian Maharashtra.

Baca  Arab Saudi Tiadakan Sholat Tarawih di Masjid Termasuk Masjidil Haram dan Nabawi

Menurut Kumar, para korban sempat tidur di atas rel. Mereka kemudian terlindas kereta barang yang melintas pukul 05.00 waktu setempat.

Kumar mengatakan, empat orang lainnya luka-luka dalam kejadian tersebut. Dua di antaranya dalam kondisi kritis.

Penduduk yang nekat melintasi rel ketika kereta akan melintas menjadi pemandangan yang lazim di India. Namun, belum diketahui apa alasan para korban memutuskan tidur di atas rel kereta api.

Baca  Viral! Akibat UU "Anti Islam", India Dilanda Kerusuhan Hebat

Para perantau nahas itu adalah buruh di sebuah pabrik pengolahan besi di distrik Jalna, Aurangabad, Maharashtra. Dia meyakini para perantau itu menunggu kereta yang bisa membawa mereka menuju kampung halaman di negara bagian Madhya Pradesh.

Kumar menduga para perantau itu sengaja menyusuri rel kereta api untuk menghindari aparat yang berjaga di jalanan selama pemberlakuan lockdown. Sebab, jika ketahuan maka mereka akan diminta kembali.

Baca  Polisi Diam Saat Kios Muslim Dibakar; Muslim Delhi Putus Asa Mencari Keadilan

Akibat penerapan lockdown, ribuan perantau di seluruh negara bagian India mendadak menganggur dan kehilangan pendapatan, karena tempat mereka mencari nafkah diharuskan tutup untuk sementara. Mereka juga mengalami kesulitan keuangan karena tidak mendapat pemasukan.

Pemerintah India dilaporkan mulai memulangkan para perantau ke daerah masing-masing menggunakan kereta api dan bus. Namun, mereka menetapkan syarat ketat dan jumlah perantau yang bisa dipulangkan juga terbatas. (ayp/ayp)

Share :

Baca Juga

Global

Soal Virus Wabah Corona COVID-19, Bill Gates Justru Bela China

Global

1.247 Warga Tiongkok Dapat Izin Tinggal Terpaksa di Indonesia, 118 WNA Ditolak Masuk

Global

Demi Keselamatan Warganya, Korut Ancam Tembak WN China Jika Dekati Perbatasan

Global

Usir Coronavirus, India Segera Guyur Rp4.000 Triliun!

Global

Wah, Malaysia Gratiskan Internet dan Diskon Tagihan Listrik di Tengah Pandemi Corona

Global

China Kini Dukung Resolusi Penyelidikan Asal-usul COVID-19 dengan Satu Syarat

Global

Raja Salman Setuju Lockdown Riyadh, Mekah, dan Madinah

Global

Brigadir Jenderal Esmail Qaani Jadi Komandan Pasukan Elit Quds, Ini Ancamannya