Home / Daerah

Minggu, 26 April 2020 - 08:30 WIB

Viral Video Diduga Bupati Boltim Marah soal BLT: Goblok Itu Menteri

Boltim – Sebuah video yang diduga Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, Sehan Salim Landjar kini tengah viral. Dalam video tersebut, Sehan Salim Landjar terlihat marah lantaran menurutnya, mekanisme Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada warga yang terdampak Corona COVID-19 justru menyulitkan warga.

“Mau dapat BLT, BLTnya kapan? Mesti buka rekening inilah, kriteria inilah, kriteria macam-macam, negeri udah mau bangkrut menteri-menteri masih pada ngeyel semua. (BLT itu dana desa), prosesnya kan panjang. Buka rekening, kalau 4.700 emangnya Bank Sulut ada buku rekening sebanyak itu? Goblok itu, ngeyel itu menteri,” kata dia dalam video tersebut.

Dalam video berdurasi 3 menit itu, Sehan Salim bahkan merasa marah lantaran mekanisme pencairan BLT yang terlalu menyulitkan warga. Bahkan, kata dia ada warganya yang meminta beras 1 liter untuk dikonsumsi karena berbelitnya prosedur.

Baca  Belum Dapat atau Ada Masalah terkait Bantuan? Ini Layanan Pengaduan Bantuan Sosial dari Kemensos 

“Marah sekali kita, yang BLT ini lapar, dia yang paling miskin sekarang, uangnya mau dikucur kapan. Masyarakat sampai datang minta 1 liter beras dia dapat BLT, BLTnya kapan dibilang. Sampai ada yang bilang kasih aja beras lima kilo enggak usah BLT kita mau makan,” lanjut dia.

Dalam video itu, Bupati Boltim meminta pemerintah pusat untuk memberikan diskresi kebebasan mengambil keputusan sendiri dalam setiap situasi kepada pemerintah daerah untuk mengucurkan BLT. Nantinya kata dia, agar tidak terjadi penyimpangan dalam pengalokasiannya ini akan dikawal oleh kejaksaan, OJK, KPK dan Kepolisian.

Baca  Soal Desa yang Tak Salurkan BLT, Kemendes Akan Berikan Sanksi

“Makanya menteri-menteri. Emangnya menteri itu lebih hebat daripada bupati? Saya selalu bilang jangan men-generalisir seakan-akan kepala daerah itu garong jangan men-generalisir kasih aja diskresi dikawal KPK, polisi, OJK, jaksa, LSM, wartawan terlalu banyak aturan kertas-kertas menteri-menteri ini, bosan dengan menteri-menteri,” kata dia lagi.

Dalam video itu dia juga, disebutnya dirinya belum bisa mendistribusikan 900 ton beras yang ada kepada warganya lantaran prosedur tersebut yang menyulitkan.

“Saya yang tanggung jawab karena ada aturan kementerian yang silih berganti dan mempersulit bisa saja ada rakyat saya yang tidak makan dan itu bikin malu. Bukan saya enggak sanggup, berasnya ada saya ada 900 ton ready persoalannya yang dapat BLT tidak boleh dapat sembako. Nah BLT-nya kapan sembakonya di depan saya tidak boleh kasih. Cuman karena urusan kertas,” kata dia.

Baca  Viral Foto Kades di Luwu Timur Gendong Lansia Ambil Bansos

Dia lebih jauh meminta para menteri untuk melakukan dialog dengan bupati terkait masalah BLT ini.

“Makanya menteri jangan cuman ngomong dialog dong sama bupati kita yang tau rakyat kita. Indonesia mau kolaps macam-macam,” kata dia. (viva)

Share :

Baca Juga

Daerah

Covid-19, Gelar Tarawih Berjamaah di Makassar Diancam Pidana

Daerah

Percaya Nggak? Warga Garut Klaim Mampu Obati Orang Terpapar Corona

Daerah

Gubernur Khofifah akan Cabut Izin Salat Id di Masjid Al Akbar Surabaya

Daerah

Lockdown Dibatalkan Pemerintah, 19 Orang Ini Menggugat Jokowi

Daerah

Kemarahan Risma Berakhir, Giliran Khofifah Diserbu Warga

Daerah

Warga Makassar Melanggar PSBB Diancam Sanksi Pidana

Daerah

Pasien Positif Corona Bertambah Tiap Hari, Balikpapan Ingin Terapkan PSBB

Daerah

Selebaran Berisi Kalimat Menghina Nabi Muhammad dan TNI-Polri Membuat Geger Warga