Home / Politik

Kamis, 7 Mei 2020 - 19:45 WIB

Viral, Video Adu Mulut Bupati Lumajang Vs Bupati Boltim, Berawal Ucapan “Bodoh” ke Menteri

Viral di media sosial video adu mulut atara Bupati Lumajang Thoriqul Haq dengan Bupati Bolang Mongondow Timur (Boltim) Sehan Salim Landjar. Dalam video yang beredar, Thoriq menyayangkan sikap Sehan yang menyebut menteri bodoh.

“Saya Cak Thoriq, Bupati Lumajang, saya tentu kecewa bila ada seorang bupati mengatakan menteri bodoh. Kalau tidak salah Bupati Bolang Mongondow Timur,” kata Thoriq dalam video tersebut.

Thoriq menilai para menteri sedang bekerja keras untuk menyelesaikan semua persoalan di seluruh daerah.


“Kalau ada bupati menyatakan menteri bodoh, jangan-jangan dia enggak bisa mengurus daerahnya. Jangan-jangan enggak bisa mengurus wilayahnya,” ujar Thoriq.

Baca  Dua Komisioner KPU Dipecat. Pengamat Politik; Indikasi Kecurangan Pemilu 2019

Thoriq dalam video tersebut justru berterima kasih pada menteri yang telah melakukan upaya terbaik untuk masyarakat. Bupati Boltim Sehan kemudian menanggapi video Thoriq. Sehan menilai dirinya merasa tidak boleh memberikan bantuan beras ke rakyatnya yang mendapat Bantuan Langsung Tunai (BLT), meskipun BLTnya belum tiba.

“Perlu diingat Bupati Lumajang, anda cuma kasih lima kilo, saya minimal 15 kilo dan beras premium,” ujar dia.

Selain itu, Sehan juga mengaku tidak memotong gaji PNS untuk bantuan tersebut. Sehan menilai Thoriq tidak tahu kondisi warga yang ada di Boltim.

“Anda tidak tahu, ratusan ribu (dikeluarkan) untuk mendapatkan uang Rp 600.000. Saya mencak-mencak di situ,” terang dia.
“Anda juga kasih sedikit, lalu kerja, kerja, kerja apa. Saya sudah 4 April udah mulai, anda baru mulai sekarang,” ucap dia.

Baca  Anies Dikeroyok 3 Menteri, Fraksi Demokrat DKI: Mereka Baru Bangun Tidur

Terkait video yang viral, Bupati Lumajang Thoriq Haq menjelaskan, polemik tersebut bermula dari pernyataan Bupati Boltim Sehan Salim Landjar yang dia nilai kurang pantas. Pernyataan yang dimaksud, yaitu Sehan menyebut menteri bodoh. Seharusnya, kata-kata tersebut tidak muncul.

“Prinsipnya, boleh protes dengan menteri, tapi kalau sampai menyebut bodoh, goblok, perlu dikoreksi,” kata Thoriq saat dihubungi Kamis (7/5/2020).

Thoriq menilai, di tengah pandemi Covid-19 ini, banyak masalah yang dihadapi oleh berbagai daerah. Namun, semua daerah sedang berupaya untuk memperbaikinya.

“Kami juga berulang kali ada video conference dengan bupati, wali kota, gubernur, dan hampir semua kementerian,” terang dia.

Baca  Wacana Presiden 3 Periode, Politikus PKS: Bravo untuk Pak Jokowi

Video conference untuk membahas serta mencari solusi masalah yang dihadapi. Termasuk soal anggaran, seperti Dana Alokasi Khusus (DAK) yang dikurangi karena pendapatan negara dan daerah sedang turun.

“Sekarang hotel tidak ada yang menginap, pariwisata tutup, semua sekarang pendapatan turun,” jelas dia.

Pekerjaan harian juga dalam kondisi tidak normal. Untuk itu, perlu cara yang luar biasa untuk mengatasi dampak pandemi. Kondisi itulah yang harus dipahami oleh semua kalangan.

“Protes ya protes, kalau ada yang tidak sepakat dengan apa yang hari ini dilakukan programnya oleh kementerian, sampaikan saja, tapi jangan bilang goblok, jangan bilang bodoh,” papar Thoriq. (Kompas)

Share :

Baca Juga

Anies Dikeroyok 3 Menteri

Politik

Anies Dikeroyok 3 Menteri, Fraksi Demokrat DKI: Mereka Baru Bangun Tidur

Politik

Prabowo ke Kader Gerindra: Saya Bersaksi Jokowi Berjuang demi Bangsa-Rakyat

Politik

PA 212 Sebut Jokowi Gagal Tangani Virus Corona

Politik

Ahmad Dhani Sebut Ada Konspirasi di Balik Virus Corona, Indonesia Akan Tunduk

Politik

Susi Bela Rizal Ramli yang Dianggap Sampah Sebut Jokowi Minta Bantuan

Politik

Nah, Ketua KPU Ungkap Pertemuannya dengan Harun Masiku

Politik

Klarifikasi Said Didu Sudah Dibaca Luhut, Jubir: Mungkin Memang Kita “rada-rada dungu” Ini Minta Maaf atau Apa?

Politik

Demokrat Sebut Pemindahan Bahar Smith Sulit Diterima Logika