Home / Pemerintah

Jumat, 24 April 2020 - 17:13 WIB

Viral, Istana Akhirnya Jelaskan Pernyataan Jokowi Mudik dan Pulang Kampung

Jakarta – Pernyataan Jokowi soal perbedaan mudik dan pulang kampung dalam acara Mata Najwa di Trans7 pada Rabu 22 April 2020 malam, menjadi viral.

Host Mata Najwa, Najwa Shihab mulanya menyatakan sudah hampir satu juta orang ‘curi start’ mudik sebelum kebijakan larangan mudik diputuskan. Data tersebut didapat Najwa dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Lalu Jokowi menjawab warga yang sudah pergi itu bukan mudik, melainkan pulang kampung. Najwa heran dengan pernyataan Jokowi. Ia lantas bertanya balik kepada Kepala Negara ihwal perbedaan mudik dan pulang kampung.

Baca  Ketum PP KB-PII: Menteri Pemberi Izin Masuknya TKA China Harus Direshuffle

Jokowi menjelaskan, mudik adalah pergerakan orang ke kampung halaman dalam rangka merayakan Idul Fitri. Biasanya kepergiannya dilakukan sebelum hari H lebaran.

Sedangkan pulang kampung dalam pengertian Jokowi adalah mereka yang kehilangan pekerjaan di tempat rantau atau ibu kota lalu kembali ke daerah asalnya. Mereka umumnya terdampak pandemi corona atau Covid-19.

Pernyataan Jokowi tersebut menjadi viral di media. sebagian netizen berpendapat bahwa pulang kampung dan mudik tidak ada bedanya. intinya adalah adanya pergerakan ke kampung halaman.

Kantor Staf Presiden (KSP) menjelaskan pernyataan Presiden Joko Widodo, ihwal perbedaan mudik dan pulang kampung yang viral di media sosial.

Baca  JK Sentil Jokowi: 'Berdamai dengan Corona' Damai Itu Kesepakatan Kedua Belah Pihak!

Tenaga Ahli Utama KSP, Donny Gahral Adian menjelaskan bahwa mudik dan pulang kampung adalah dua hal yang berbeda.

Memang sama-sama bergerak ke kampung halaman, namun mudik berkaitan dengan idul fitri sedangkan pulang kampung karena terjadi sebuah insiden, seperti kehilangan pekerjaan.

“Kalau pulang kampung sepanjang tahun orang bisa pulang kampung.Tapi kalau mudik konteksnya pas lagi Idul Fitri atau lebaran. (Faktor pembedanya) momentumnya saja,” ujarnya saat berbincang dengan Okezone di Jakarta, Jumat (24/4/2020).

Baca  Lapor Pak Jokowi, Korsel Gagal Terapkan New Normal: Korban Corona Kembali Melonjak

Donny tidak masalah jika netizen membincangkan pernyataan Jokowi terkait hal ini. Namun ia meminta statement Kepala Negara ditaruh pada tempatnya.

“Tak masalah, semua orang bebas berkomentar tentang apa saja termasuk ucapan Presiden, tidak ada masalah, tapi kita harus menduduki statement presiden pada tempatnya, itu saja,” jelas Donny.

Ia mengatakan, terpenting saat ini adalah pemerintah telah memberlakukan larangan mudik bagi semua golongan masyarakat. Dengan demikian, warga yang masuk kategori pulang kampung ataupun mudik sudah tidak bisa lagi bergerak ke daerah asalnya.

Share :

Baca Juga

Pemerintah

Prediksi Pemerintah: Puncak Pandemi Covid-19 di Indonesia Saat Ramadhan

Pemerintah

Perpres PPPK Belum Jelas, Kabar Baiknya dari Kepala BKN Ini

Pemerintah

708.963 atau 47 Persen Guru Honorer Tak Bisa Nikmati Gaji dari Dana BOS

Pemerintah

Anies Sudah Lama Ingin Lockdown Jakarta, tapi Terganjal Pusat. Ini Kata Ketua Komisi V DPR

Pemerintah

Indonesia Bakal Dibanjiri 60 Ribu Ton Daging Impor Brasil-India

Pemerintah

Pensiunan Guru Pertanyakan Uang Rp357 Miliar, Ali Rahim: Kemana Uang Kami Itu?

Pemerintah

Tjahjo Kumolo: Syukur-syukur ASN yang Pensiun Dapat Kompensasi Tabungan Pensiun Rp1 Miliar

Pemerintah

Tito: Makan Bersama di IPDN saat Lebaran Tak Langgar PSBB