Home / Opini

Selasa, 3 Maret 2020 - 06:37 WIB

Tulisan Menohok dari Netizen Terkait Corona Kepada Presiden

Begini, Bang Karni! Persoalan Corona ini memperlihatkan pada kita betapa amburadulnya kinerja pemerintah. Dunia menjadikan ini sebagai isu besar dan merespon dengan sigap, bahkan terkesan sangat radikal.

Amerika membatalkan agendanya dengan negara-negara ASEAN. Philipina ancam pecat seluruh pegawai yang ijinkan warga China berkunjung. Iran membatalkan sholat Jumat. Bahkan KSA memblok beberapa negara agar tidak mengirim warganya melakukan ibadah umroh.

Persoalan corona ini telah mengacaukan banyak hal. Ada konser musik yang dibatalkan. MotoGP dibatalkan. Ada banyak pemain sepakbola yang dikarantina. Bahkan super match Juventus lawan Inter Milan juga turut ditunda. Semua gara-gara corona.

Negara-negara tersebut bahkan sangat jauh dari China, tapi begitu concern pada gak dan keselamatan warganya. Bagaimana dengan Indonesia?

Entahlah! Yang pasti kita tak pernah mendengar ada rapat kabinet khusus membahas soal ini. Tak pernah kita dengar ada himbauan pada pemerintah daerah untuk membuat kebijakan yang dianggap perlu. Sama sekali tak ada teguran pada pejabat yang abai dan lalai dalam tugasnya terkait potensi penyebaran virus ini.

Baca  Antisipasi Virus Corona di Mobil; Ini Langkahnya!

Bukannya menyiapkan infrastruktur penanganan corona, Jokowi malah sibuk sendiri dengan pencitraannya. Bukannya membeli corona test kit atau apalah namanya, dia malah pakai uang negara untuk memoles citranya. Padahal negara ini butuh otak, bukan bedak. Sayang sekali, otak internasional miliknya tersebut sudah kosong … karena dipatil udang.

Entah bagaimana Jokowi berkoordinasi dengan para pembantunya. Mensos minta masyarakat pakai masker. Ehhh, Menkes malah menyalahkan masyarakat yang beli masker. Jadi siapa yang mesti kita jadikan rujukan?

Corona sudah sampai di Indonesia? Tentu saja sudah! Ke Eropa yang jauh saja sudah, bagaimana mungkin ke negara sahabat sendiri bisa lewat? Saya sendiri yakin, mengabarkan dua, untuk mengaburkan sisanya. Bagaimana menjelaskan rantai yang putus?

Baca  Peneliti: Pemerintah Harus Siapkan Dana untuk Corona 2.000 Triliun

Si Jepang yang sudah balik ke Malaysia kena, nyambungnya ke orang ke sekian yang berinteraksi dengannya. Bagaimana dengan orang-orang yang lainnya? Petugas di imigrasi, bandara, supir taksi, tukang parkir, pegawai money changer, kasir, waiter atau pelayan di kelab dansa tersebut? Dan, ratusan penumpang pesawat atau pengunjung club?

Corona ini bisa menimbulkan persoalan yang jauh lebih buruk. Tak cuma harga masker dan sabun yang akan naik. Seluruh kebutuhan harian rumah tangga juga akan meroket harganya. Beras, mie instan, telor, minyak goreng sampai gula.

Baru dua korban yang diberitakan, sudah terjadi rush di minimarket, supermarket atau mall. Bayangkan bagaimana bila dua puluh? Dua ratus? Atau bahkan dua ribu korban? Kalau pemerintah gagal menertibkan aksi radikal kaum panik dan para spekulan ini, potensial terjadinya chaos akan sangat besar.

Baca  Mengapa Jokowi ke Summarecon Mall Bekasi? Tahukah Siapa Pemiliknya?

Entah kapan pemerintah ini akan bicara jujur mengabarkan fakta real.

“Pemerintah serius dalam menghadapi kasus ini dengan mempersiapkan lebih 100 rumah sakit yang dilengkapi ruang isolasi dan peralatan sesuai standar internasional,” cuitnya beberapa jam yang lalu.

Lah, sekadar beli test kit aja ga ada uangnya, gimana ceritanya punya 100an rumah sakit dengan peralatan internasional? Saya sudah ikhlas menerima fakta punya pemimpin otak kosong seperti anda, Pak! Tapi jujur sekali aja bisa ga, sih?

Dah, gitu aja, Bang Karni!

“Hah!? Apanya?” kata Joko Widodo, korban dipatil udang.

Kita rehat sejenak!

Demikian tulisan opini menohok oleh Siraul Nan Ebat terkait corona kepada Presiden ILC, Karni Ilyas yang ditulis di sini

Share :

Baca Juga

Opini

5 Teori Konspirasi Virus Corona yang Menggemparkan

Opini

Mengapa Jokowi ke Summarecon Mall Bekasi? Tahukah Siapa Pemiliknya?

Opini

Bikin Ngakak Warganet, Ternyata Stafsus Presiden Milenial Ini Kaleng-kaleng

Opini

Gak Nyangka, Tiba-tiba Menhan Prabowo Bantu Jualan di Twitter

Opini

Istana Krisis, Prabowo Tawarkan Kepemimpinan Baru

Opini

Mengintip Keadilan Sistem Islam

Opini

Ukir Kembali Kejayaan Islam, Jangan Hanya Besar Hati Masa Lalu

Opini

Pandemi Covid-19, Konspirasi atau Bukan?