Home / Nasional

Sabtu, 2 Mei 2020 - 22:30 WIB

Bintang Tsurayya Tanda Berhentinya Wabah? Ini Penjelasan Lapan

Sebuah video viral di media sosial menyebutkan terlihatnya bintang yang dinamakan bintang Turaya/Tsurayya yang diyakini menjadi pertanda sebuah wabah akan segera berakhir.

Beberapa video beredar, merekam penampakan langit pada pagi hari yang masih berwarna biru gelap dengan sedikit semburat jingga. Dalam video yang beredar, disebutkan ketika itu tidak ada satu pun bintang yang terlihat.

Hanya ada satu bintang yang terekam ada di langit. Bintang itu disebut sejumlah pengunggah video itu sebagai bintang Turaya/Tsurayya yang kemudian dikaitkan dengan keyakinan.

Belum diketahui pasti mengenai penampakan bintang itu. Secara keilmuan, adakah bintang Turaya atau Tsurayya?

Baca  Sebut Konstitusi di Atas Kitab Suci, Anggota Komisi VIII Minta Kepala BPIP Berhenti Bikin Gaduh

Peneliti Pusat Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Bandung, Dr Emannuel Sungging Mumpuni, mengatakan, istilah Turaya/Tsuraya berasal dari hikayat lokal. Adapun dalam ilmu antariksa, bintang yang dimaksud adalah Pleiades.

“Nama bintang tersebut berasal dari hikayat lokal ya. Kalau yang dimaksud itu, sebagai Pleiades. Sepanjang tahun siklus (Pleiades) di langit selalu bisa ditentukan,” kata Sungging, Sabtu (2/5/2020) pagi.

Ia menyebutkan, waktu munculnya bintang Pleiades itu adalah pada saat-saat ini.

“Pleiades itu diasosiasikan dengan musim dingin bagi masyarakat barat di utara, karena akan mudah diamati pada November-Desember di malam hari dan jelang musim semi mulai terbit di pagi hari. Bagi masyarakat kita mungkin diasosiasikan dengan akhir musim penghujan,” jelas dia.

Baca  MUI Jatim Sesalkan Petugas PSBB, Kasari Habib Umar Assegaf Bangil

Namun, Sungging tidak bisa memastikan apakah bintang yang direkam netizen itu merupakan Pleiades atau bukan. Alasannya, belum diketahui secara pasti waktu pengambilan video dan arah keberadaan bintang tersebut.

“Kemarin kapan, jam berapa, di arah mana, barangkali itu obyek lain. Jadi perlu kami telusuri. Kalau Pleiades memang saat-saat ini terbit saat pagi hari,” ujar Sungging.

Ia menekankan, pihaknya tak bisa berkomentar soal keyakinan masyarakat atas makna di balik munculnya bintang itu.

“Tapi, kami di Lapan tidak mengaitkan fenomena tersebut dengan wabah, karena Pleiades itu fenomena yang selalu ada di langit sejak dahulu kala. Sedangkan wabah terjadi baru di masa sekarang,” kata Sungging.

Baca  Dugaan Korupsi Asabri, Ini Agenda Erick Thohir ke Prabowo dan Mahfud MD

Ia mengatakan, hingga saat ini Lapan belum memiliki riset khusus soal Pleiades. Akan tetapi, pada sebuah unggahan di akun Twitter Lapan, ada gambar yang bisa menunjukkan seperti apa Pleiades itu. Foto tersebut merupakan Gugus Terbuka Pleiades (M45) yang diamati dari Gunung Timau, Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Sungging menyebutkan, bintang ini sangat mudah disaksikan dengan mata telanjang, bahkan lanskap yang ditampilkan bagus untuk dijadikan obyek fotografi. (Kompas)

Share :

Baca Juga

Nasional

Terungkap, Begini Janji Luhut Atur 500 TKA China Masuk ke Sultra

Nasional

Trump Ungkap Jokowi Minta Bantuan Ventilator dari AS

Nasional

Dukun yang Obati Pasien Corona di-Rapid Test Sekeluarga

Nasional

Hii, Sosok Iblis Jahat Menyerupai Anak Kecil Terekam CCTV Hotel

Nasional

Menulis Din Syamsudin “si Dungu” di Facebook, Pemuda Muhammadiyah Jateng Ancam Somasi Ade Armando

Nasional

Prabowo: Dalam Perang Tentara di Garis Depan, Sekarang Dokter Pahlawan Bangsa

Nasional

Sultan Husain Syah: Ibadah Haji Saja Ditunda, Kenapa Pemerintah Ngotot Gelar Pilkada?

Nasional

Daerah Ingin Hentikan Operasi KRL, Luhut: Tak Semudah Membalikkan Tangan