Home / Politik

Jumat, 24 April 2020 - 09:26 WIB

Stafsus Presiden Mundur, PKS: Yang Salah Bukan Prajurit Tapi Jenderal

Jakarta – Staf Khusus (Stafsus) Presiden Joko Widodo (Jokowi) dari kalangan milenial Andi Taufan ikut mengundurkan diri dari jabatannya karena menyurati seluruh camat di Indonesia untuk menggunakan aplikasi fintech miliknya dalam program dana desa. Sebelumnya CEO Ruangguru Adamas Belva Syah Devara juga mengundurkan diri. (Baca juga: Setelah Belva, Giliran Andi Taufan Mundur dari Stafsus Presiden)

Menanggapi hal itu, anggota Fraksi PKS Mardani Ali Sera mengapresiasi hal itu tetapi, dengan mundurnya dua stafsus ini menunjukkan bahwa pengangkatan stafsus ini bermasalah sejak awal. “Pertama, apresiasi. Kedua, perlu dicek apakah ada tekanan. Ketiga, ini menunjukkan bahwa pengangkatan stafsus punya banyak catatan karena, sudah dua yang mundur, bisa jadi ada lagi,” kata Mardani saat dihubungi, Jumat (24/4/2020).

Baca  Pilpres 2024, Gerindra Diprediksi tak Usung Anies Baswedan

Namun, anggota Komisi II DPR ini menilai bahwa yang salah dalam kasus ini adalah Presiden Jokowi sebagai jenderalnya, bukan para stafsus yang akhirnya mengundurkan diri itu. “Komen saya, yang salah bukan prajurit tapi jenderalnya,” ujar Mardani.

Karena itu, Ketua DPP PKS ini meminta kepada Presiden Jokowi untuk bertanggung jawab untuk pembinaan para stafsusnya. “Pak Presiden perlu bertanggung jawab pada pembinaan stafsusnya,” ucapnya.

Baca  Survey Indo Barometer; 64,3 Persen Publik Percaya Pemerintah Mampu Mengatasi Corona

Seperti diketahui, Andi Taufan Garuda Putra resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Stafsus Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pengunduran diri tersebut dia sampaikan dalam bentuk surat kepada pada 17 April 2020 lalu dan telah disetujui Presiden. “Perkenankan saya untuk menyampaikan informasi pengunduran diri saya sebagai Staf Khusus Presiden RI yang telah saya ajukan melalui surat pada 17 April 2020 dan kemudian disetujui oleh Bapak Presiden,” kata Andi dalam surat tersebut, Jumat (24/4/2020).

Baca  Stafsus Milenial Jokowi Minta Maaf Sebar Hoaks Terkait Corona

Andi menyebut pengunduran diri ini dilakukan agar dapat mengabdi secara penuh pada pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya di bidang usaha mikro dan kecil. “Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Presiden atas kepercayaan, pelajaran, dan nilai-nilai yang diberikan selama perjalanan saya sebagai Staf Khusus Presiden,” katanya.

Mundurnya Andi Taufan seraya menyusul CEO Ruangguru Adamas Belva Syah Devara yang sudah lebih dulu pamit sebagai stafsus milenial Presiden. kiswondari
(cip)

Share :

Baca Juga

Politik

Nah, Ketua KPU Ungkap Pertemuannya dengan Harun Masiku

Politik

Kritik Dierktur CESPELS; Pakai Jurus Pedagang Tanpa Perencanaan, Cara Jokowi Tangani Covid-19 Patut Dipertanggungjawabkan

Politik

Polemik Bansos DKI: Tiga Menteri Jokowi Lawan Anies

Politik

Keluhan Lonjakan Tarif, PKS Minta PLN Transparan Soal Tarif Listrik di Masa Darurat Corona

Politik

Mandat Kongres Nasdem, Surya Paloh: Ini yang Paling Terberat Bapak Presiden
PDIP Bela Jokowi soal Bagi Sembako

Politik

PDIP Bela Jokowi soal Bagi Sembako: Ada Kemiripan dengan Umar Bin Khattab

Politik

PDIP Soroti PSBB DKI Tak Tegas, Anies Tak Turun Lapangan

Politik

DPRD Justru Salahkan Risma: Seharusnya Surabaya Beli Mobil PCR Sendiri