Home / Ekonomi

Minggu, 19 April 2020 - 17:58 WIB

Sri Mulyani Shock Besar dan Minta Rakyat RI Siap-siap, Ada Apa?

Foto: CNBC Indonesia/Chandra Gian Asmara

Foto: CNBC Indonesia/Chandra Gian Asmara

Jakarta – Biro Statistik Nasional China melaporkan ekonomi pada kuartal I-2020 terkontraksi alias tumbuh negatif -6,8% year-on-year (YoY). Ini adalah kontraksi pertama sejak China mencatat pertumbuhan ekonomi secara YoY pada 1992.

Dampak virus corona (Covid-19) membuat ekonomi global mengalami tekanan serius. Bahkan IMF sempat menyebutkan, dampak virus corona bisa menyebabkan terjadinya krisis sosial dan sejumlah lembaga keuangan dunia memprediksi akan terjadi kontraksi ekonomi global pada 2020.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan hal tersebut adalah ramalan yang agak mengerikan. “Dan kita semua harus bersiap-siap menghadapinya,” kata Sri Mulyani, Jumat (17/4/2020).

Baca  Ekonomi Terpukul Akibat Pandemi Covid-19, Ini Permintaan Jokowi

Sri Mulyani, yang juga mantan Direktur Bank Dunia, mengatakan sejumlah lembaga memangkas signifikan proyeksi perekonomian dunia dalam waktu yang singkat, akibat pandemi Covid-19 yang terjadi.

Berikut prediksi atau ramalan sejumlah lembaga internasional terkait pertumbuhan ekonomi dunia 2020:

  1. JP Morgan memprediksi ekonomi dunia minus 1,1% di 2020
  2. EIU memprediksi ekonomi dunia minus 2,2% di 2020
  3. Fitch memprediksi ekonomi dunia minus 1,9% di 2020
  4. IMF memprediksi ekonomi dunia minus 3% di 2020

“China negatif 6% dan dunia negatif 3%. Ini shock yang besar, dalam hal ini tidak bisa menafikan shock ini pengaruh besar ke ekonomi kita. Untuk Indonesia baseline 2,3% di 2020,” kata Sri Mulyani.

Baca  Faisal Basri: Indonesia Pinter, yang Murah Dijual, yang Mahal Dibeli

“Kalau ada shock yang jauh lebih besar, prediksi IMF ini kalau ada shock yang lebih maka ekonomi Indonesia kemungkinan tahun ini negatif 0,5%. Ini skenario berat. Makanya tidak mungkin semua tidak bisa dilakukan APBN sendiri.”

Sementara, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2020 masih lumayan tinggi. Namun pada kuartal II-2020 tantangan besar sudah menanti.

“Januari sampai Februari ada momentum pemulihan dari 2019. Konsumsi, investasi, bahkan ekspor menunjukkan perkembangan positif. Bahkan konsumsi sampai Maret minggu pertama masih bagus,” kata Sri Mulyani.

Baca  Warga Tolak Sekolah Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Dengan kondisi tersebut, Sri Mulyani memperkirakan ekonomi Indonesia masih bisa tumbuh 4,5-4,6% pada periode Januari-Maret 2020. “Masih kelihatan tinggi, meski di bawah 5%,” ujarnya.

Sri Mulyani juga mengingatkan bahwa situasi kuartal II-2020 akan berbeda. Konsumsi, investasi, dan ekspor akan terpengaruh karena Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah mengumumkan virus corona sebagai pandemi global.

“Kuartal I tidak mencerminkan tren ke depan, kuartal II bisa berubah cepat. Apakah kuartal II adalah puncak dan kuartal II bisa recover, nanti kita liat apakah terjadi recovery atau apakah stagnasi,” papar Sri Mulyani. (CNBC)

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Kenapa Pemerintah Tak Cetak Uang dan Dibagikan ke Rakyat, Bu Sri Mulyani?

Ekonomi

Menteri Teten: Dana Kartu Prakerja Lebih Baik untuk Pelindung Rakyat

Ekonomi

Bertambah 5%, Utang Luar Negeri RI Tembus Rp 6.300 T

Ekonomi

Pengusaha Jamu Kecewa, Satgas COVID-19 DPR Kok Impor Jamu dari Tiongkok?

Ekonomi

Setengah Miliar Orang Diprediksi Jatuh Miskin, RI Harus Waspada!

Ekonomi

Waduh! Ternyata Ini Biang Kerok Gula Langka dan Harga Mahal

Ekonomi

Ekonomi Terpukul Akibat Pandemi Covid-19, Ini Permintaan Jokowi
Indonesia Belum Turunkan Harga BBM

Ekonomi

Jokowi Tunggu Apa Lagi, Indonesia Satu-satunya Negara di Asia Tenggara yang Belum Turunkan Harga BBM