Home / Ekonomi

Jumat, 17 April 2020 - 13:10 WIB

Sri Mulyani Sebut Ekonomi China Anjlok Beri ‘Shock’ ke RI

Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan realisasi pertumbuhan ekonomi China yang minus 6,8 persen pada kuartal I 2020 akan berdampak besar pada ekonomi Indonesia. Dampaknya akan terasa pada tahun ini.

“Jadi dalam hal ini tidak bisa menafikan ada shock ekonomi besar ke ekonomi Indonesia,” kata Sri Mulyani dalam video conference, Kamis (17/4).

Makanya, Sri Mulyani bilang pemerintah memasang target pertumbuhan ekonomi sebesar 2,3 persen. Angkanya jauh melambat ketimbang target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 yang sebesar 5,3 persen.

Baca  Minyak dan Saham Rontok, Harga Emas Bangkit ke Rp924 Ribu

“Kami gunakan baseline 2,3 persen, itu baseline untuk skenario berat,” imbuh dia.

Namun, kalau dampaknya lebih besar maka bisa saja pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 0,5 persen. Angka itu merupakan skenario terberat yang dibuat oleh pemerintah sebagai akibat penyebaran virus corona.

Sementara, Sri Mulyani memproyeksi ekonomi kuartal I 2020 masih dapat tumbuh di kisaran 4,5 persen-4,6 persen. Meski belum terlalu buruk, tapi tetap saja melambat dibandingkan realisasi kuartal I 2019 yang tembus 5 persen.

Baca  Pasca Kontak Dengan Ayah Khabib, Sejumlah Petarung MMA Jatuh Sakit

“Kami terus lihat pada kuartal II 2020, nanti kami lihat yang kritis apakah kuartal III 2020 bisa bangkit atau stagnan. Dari situ terlihat apakah masuk ke skenario berat atau sangat berat,” jelas Sri Mulyani.

Sejauh ini, tambah dia, pemerintah berupaya menjaga ekonomi dalam negeri dengan bantuan sosial (bansos) kepada pihak-pihak yang terdampak virus corona. Misalnya, untuk pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karena pendapatan perusahaan menurun akibat virus corona bisa masuk dalam program kartu prakerja, sehingga mendapatkan insentif dan pelatihan.

Baca  Dewan Pakar ICMI: TKA China Bikin Ekonomi Ambyar! 

Kemudian, pemerintah juga menyiapkan bansos kepada warga di Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek) yang terkena dampak virus corona. Lalu, bansos khusus kepada supir taksi, supir bus, supir truk, dan kernet sebesar Rp600 ribu.

“Itu bantuan untuk mengurangi shock terhadap ekonomi dalam negeri,” pungkas Sri Mulyani. (CNN)

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Sri Mulyani: Kenapa Takut Utang? Harta Kita Banyak

Ekonomi

Luhut Optimis Ekonomi Pulih Bulan Juli, Semua Berkat Tangan Dingin Jokowi

Ekonomi

Corona Munculkan Lonjakan Pengangguran Terparah

Ekonomi

Kenapa Pemerintah Tak Cetak Uang dan Dibagikan ke Rakyat, Bu Sri Mulyani?

Ekonomi

Prediksi Terburuk Pertumbuhan Ekonomi RI Menurut Ekonom
Pemerintah Siapkan Insentif Bagi Petani

Ekonomi

Redam Imbas Corona, Pemerintah Siapkan Semacam Insentif Bagi Petani

Ekonomi

Perpres Kemudahan Impor Terbit, Mafia Impor Makin Merajalela?

Ekonomi

Sri Mulyani Shock Besar dan Minta Rakyat RI Siap-siap, Ada Apa?