Foto Istimewa.

BERITAWAJO.COM, Ilustrasi: net

JAKARTA – Pihak Polda Metro Jaya meringkus seorang sopir taksi online gadungan berinisial NZ, 25. Hal ini karena pelaku tak segan-segan melukai korbannya bernisial GK, 27, dengan pisau cutter dalam mobilnya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan pelaku melukai wajah korbannya dengan pisau cutternya. Kejadian ini sendiri diketahui terjadi di kawasan Jatiwarna, Pondok Melati, Bekasi, Jawa Barat pada Jumat (15/3).

“Pelaku melakukan kekerasan dengan cara menyayat wajah, paha dan tangan korban dengan pisau cutter dan mengambil barang-barang milik korban,” ucap Argo.

Awalnya, usai latihan di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, korban pun memesan taksi online untuk pulang ke rumahnya di kawasan Bekasi, Jawa Barat. Korban mendapat sopir yang dikemudikan oleh NZ.

Perjalanan menuju bekasi melalui jalan Tol. Saat keluar jalan tol, di daerah Jatiwarna itu mobil tiba-tiba berhenti.

“Kemudian sopir itu menyiapkan cutter dan mengancam korban. Karena menolak, paha disayat dan sobek. Akhirnya korban menyerahkan uang Rp104 ribu, jam tangan dan ATM,” ucap Argo.

Pelaku pun juga minta korban menggasak uangnya yang ada di ATM. Korban lantas mengambil uang bersama pelaku di mesin ATM senilai Rp 4,4 juta.

“Setelah mengambil uang di ATM, akhirnya pelaku dan korban naik mobil lagi. Korban diantaar ke Rumah Sakit Pondok Kopi, Bekasi dan ditinggal pergi. Kemudian korban melapor ke Polsek Pondok Gede,” kata Argo.

Beruntung nyawanya tak sampai melayang. Setelah selamat, lantas GK pun melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pondok Gede pada Sabtu 16 Maret 2019.

“Dengan lidik dan kemampuan penyidik akhirnya tidak kurang dari 10 jam pelaku ditangkap di Rest Area KM 39. Di sana dia sedang istirahat,” katanya.

Karena coba kabur saat akan diciduk, lantas polisi terpaksa memberikan tindakan tegas terukur. Saat kejadian diketahui NZ mobil yang dikemudikannya.

“Maka, kita melakukan tindakan tegas dan terukur dan mengenai kaki. Sekarang sedang dirawat di Rumah Sakit Polri Kramatjati,” ujar Argo.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan dan atau Pasal 368 KUHP tentang Pemerasan. Ancamannya, hukuman penjara paling lama 12 tahun.

(JPC)

Demikian berita ini dikutip dari FAJAR.CO.ID untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

This post was last modified on 20 Maret 2019 1:00 am