Home / Nasional

Minggu, 17 November 2019 - 09:00 WIB

Soal Habib Rizieq, Politisi PDIP: Pak Mahfud MD Jangan Asal Ngomong Dong

BERITAWAJO.COM, FAJAR.CO.ID — Menko Polhukam, Moh Mahfud MD, disarankan agar tidak berkomentar asal-asalan soal Habib Rizieq Syihab.

Hal itu disampaikan praktisi hukum yang juga politikus PDI Perjuangan, Kapitra Ampera.


Menko Polhukam Mahfud MD. (Raka Denny/Jawa Pos)

Menurut Kapitra, justru Mahfud sebagai pejabat negara seharusnya memberikan perlindungan kepawa WNI yang tengah kesulitan di luar negeri.

Kapitra menyatakan hal itu itu untuk merespons pernyataan Mahfud tentang Habib Rizieq yang kini tinggal di Makkah tak bisa pulang ke Indonesia karena punya masalah dengan otoritas Arab Saudi.

Baca  Uztadz Tengku Zulkarnain: Pak Jokowi, Apakah Tidak Malu Atas Kelakuan Pendukung Bapak di Medsos?

“Pak Mahfud itu jangan asal ngomog dong, terlalu prematur. Yang diminta itu negara hadir sebagai pelaksana amanah konstitusi, melindungi segala tumpah darah. Itu pembukaan UUD 1945,” ujar Kapitra kepada jpnn.com (grup FAJAR), Sabtu (16/11/2019).

Mantan calon legislator DPR dari PDI Perjuangan di daerah pemilihan Riau II itu menyebut Habib Rizieq yang tidak bisa kembali ke Indonesia telah terzalimi dengan istilah overstay atau tinggal di negeri lain melebihi batas waktu. Kapitra yang juga mantan pengacara Habib Rizieq menyebut tuduhan itu tidak pas.

Baca  Mahasiswa Muslim Desak Pemerintah Buka-bukaan Data Corona, Meskipun Pahit

Kapitra menegaskan, Habib Rizieq jelas ingin kembali ke Indonesia sebelum masa berlakunya visa tinggal di Arab Saudi berakhir. Namun, kini imam besar Front Pembela Islam (FPI) itu tak kunjung bisa pulang ke Indonesia.

Kapitra menegaskan, persoalan menyangkut Habib Rizieq sebenarnya sederhana. Kalaupun masalah Habib Rizieq terkait dengan persoalan hukum di Indonesia, tentu bisa diselesaikan di tanah air.

Baca  Oknum Mahasiswi Tawarkan Temannya ke Lelaki Hidung Belang, Tarif Rp700 Ribu Kencan Singkat

“Toh permasalahan hukumnya sudah selesai. Jadi keberadaan dia di sana (Arab Saudi, red) sehingga dia terzalimi dengan tuduhan overstay, padahal dia menginginkan kembali,” terang Kapitra.

Demikian berita ini dikutip dari FAJAR.CO.ID untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Share :

Baca Juga

Nasional

Perhimpunan Dokter Umum Indonesia Surati Jokowi. Begini Isi Suratnya!

Nasional

Bintang Tsurayya Tanda Berhentinya Wabah? Ini Penjelasan Lapan

Nasional

Besok Front Pembela Islam (FPI), GNPF, dan Persaudaraan Alumni (PA) 212 Akan Demo, Surat pemberitahuan Sudah Sampai

Nasional

Heboh! IDI Sebut Angka Kematian Akibat Corona di Indonesia Capai 1.000

Nasional

Kerap Ditanya Kapan Pandemik Covid-19 Berakhir, Anies: Saya Tidak Pernah Memprediksi

Nasional

MUI Kecam Sikap Pemerintah Akan Gunakan Cara Darurat Sipil, Malah Jauh dari Konstitusi

Nasional

Puji Anies: Ketua Gugus Tugas, Kasus Corona di Jakarta Menyusut Drastis

Nasional

Jika PSBB Gagal, Langkah Berikutnya Karantina Nasional?