Home / Ekonomi

Sabtu, 18 April 2020 - 20:14 WIB

Setengah Miliar Orang Diprediksi Jatuh Miskin, RI Harus Waspada!

Jakarta – Dampak penyebaran virus Corona mendatangkan malapetaka pada ekonomi dunia. Hal itu dapat mendorong sekitar setengah miliar jatuh ke jurang kemiskinan.

Seperti yang dikutip dari Reuters, Sabtu (18/4/2020), prediksi tersebut berasal dari hasil riset Oxfam, organisasi nirlaba asal Inggris yang berfokus pada pembangunan penanggulangan bencana dan advokasi.

Dalam laporan itu juga terdapat sejumlah skenario dengan mempertimbangkan berbagai garis kemiskinan ekstrim berdasarkan data Bank Dunia. Di mana didefinisikan hidup dengan US$ 1,90 per hari atau kurang, hingga garis kemiskinan yang lebih tinggi dengan penghasilan kurang dari US$ 5,50 per hari.

Baca  Stafsus Sri Mulyani Ungkap Utang-Piutang Pusat dengan DKI di Bawah Kendali Anies

Dalam skenario paling serius, jika pendapatan kontraksi sebesar 20% maka jumlah orang yang hidup dalam kemiskinan ekstrem akan meningkat 434 juta orang menjadi 1,2 miliar orang di seluruh dunia. Sedangkan jumlah orang yang hidup di bawah ambang batas US$ 5,50 per hari naik 548 juta orang menjadi hampir 4 miliar orang.

Baca  Aduh! Sudah 1,65 Juta Pekerja Kena PHK. Ini Solusi Pemerintah

“Krisis ekonomi yang berlangsung dengan cepat lebih krisis keuangan 2008,” tulis hasil riset itu, dikutip dari Reuters.
Baca juga: Hantaman Corona Picu Gelombang PHK, Cek di Sini Datanya

Merespons hasil riset itu, Direktur Eksekutif Indef, Tauhid Ahmad menyebut potensi penambahan orang miskin juga salah satunya berasal dari Indonesia. Mengingat banyak masyarakat khususnya pekerja formal dan informal yang terdampak COVID-19.

“Saya kira betul, kalau jumlah yang terdampak saya sependapat dengan perkiraan BIN,” kata Tauhid saat dihubungi detikcom, Jakarta, Sabtu (18/4/2020).

Baca  Berita Gembira! Suplemen Pelawan Corona Ditemukan, 6 Provinsi Sudah Pesan

Pemerintah Indonesia sendiri sudah mengumumkan adanya potensi penambahan jumlah orang miskin sekitar 1,1 juta orang hingga 3,78 juta orang. Penambahan itu berdasarkan skenario-skenario yang dibuat pemerintah akibat dampak COVID-19.

Pada skenario berat disebutkan pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya tumbuh 2,35% dan di skenario sangat berat tumbuh negatif 0,4% di tahun 2020. (detik)

Share :

Baca Juga

Covid-19 Tidak Perlu Dilawan

Ekonomi

Covid-19 Tidak Perlu Dilawan, untuk Kebangkitan Ekonomi Ajaran Bung Karno Harus Dijalankan

Ekonomi

Ekonomi Terpukul Akibat Pandemi Covid-19, Ini Permintaan Jokowi

Ekonomi

Minyak dan Saham Rontok, Harga Emas Bangkit ke Rp924 Ribu

Ekonomi

Waduh! Ternyata Ini Biang Kerok Gula Langka dan Harga Mahal

Ekonomi

Program Keringanan Cicilan Dinilai Masih Berat Sebelah
wali kota banda aceh

Ekonomi

Layak Ditiru! Pemko Banda Aceh Gelar Pasar Murah Online

Ekonomi

Menko PMK Sebut Krisis Ekonomi Saat Ini Lebih Parah dari 1998

Ekonomi

Hotman Paris: Mohon Ibu Menteri Keuangan Agar Segera Diterbitkan Bagaimana Kredit Melalui Leasing