Home / Nasional

Rabu, 8 April 2020 - 16:23 WIB

SBY: Pemerintah Jangan Timbulkan Antipati Rakyat Soal Corona

Nasional – Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta pejabat pemerintah tidak lagi mengeluarkan pernyataan kontroversial terkait penanganan wabah virus corona (Covid-19). Menurutnya, hal itu malah akan memicu antipati dari masyarakat terhadap pemerintah.

“Janganlah pejabat pemerintah mengeluarkan pernyataan yang menimbulkan antipati baru, bahkan perlawanan dari rakyatnya,” tulis SBY dalam akun Facebook pribadinya, Rabu (8/4).

Diketahui, sejumlah pejabat pemerintahan dalam Kabinet Indonesia Maju sempat disorot karena beberapa kali melontarkan pernyataan kontroversial di awal wabah virus corona (Covid-19) menyerang negara-negara di seluruh dunia.

Baca  Pelabuhan Merak Tak Jadi Hentikan Layanan untuk Pemudik

Saat itu, virus corona memang belum terdeteksi masuk ke Indonesia. Namun, kalangan masyarakat menilai, pernyataan-pernyataan dari pemerintah terkait corona saat itu tidak elok.

Lebih lanjut, SBY juga meminta agar pernyataan yang dikeluarkan dari pejabat pemerintah malah melukai mereka-mereka yang justru ingin membantu pemerintah. Misalnya, ketika menyebut yang bersuara kritis itu pasti mereka yang berasal dari pemerintahan yang lalu.

Baca  Anggota Komisi VI DPR Meminta Tinjau Ulang Implementasi Kartu Pra Kerja

“Berarti pemerintahan yang saya pimpin dulu. Atau berasal dari kalangan yang tidak ada di kabinet sekarang ini,” ujar SBY.

SBY mengatakan tuduhan gegabah seperti itu hanya akan membuka fron baru. Fron yang sangat tidak diperlukan, sambungnya, ketika harus bersatu menghadapi virus corona dan tekanan ekonomi.

Mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu juga memohon agar pemerintah tidak alergi terhadap pandangan dan saran dari pihak di luar pemerintahan. Banyak kalangan yang menyampaikan pikirannya terkait penanganan pandemi Covid-19. SBY yakin pemerintah butuh dukungan penuh dari masyarakat.

Baca  Jubir: Gugus Tugas Covid-19 Tak Dilibatkan Bikin Kajian Buka Mal hingga Sekolah

“Mungkin sedikit kritis, tetapi mereka-mereka itu sangat pro pemerintah. Juga sangat mendukung Presiden Jokowi,” ujar dia.

Sejauh ini, pemerintah pusat mengumumkan telah ada 2.956 orang berdasarkan data pemerintah pusat hingga Rabu (8/4). Sebanyak 240 di antaranya wafat dan 222 orang sembuh dari Covid-19. (CNN)

Share :

Baca Juga

Nasional

JK Sentil Jokowi: ‘Berdamai dengan Corona’ Damai Itu Kesepakatan Kedua Belah Pihak!

Nasional

Berita Gembira! Suplemen Pelawan Corona Ditemukan, 6 Provinsi Sudah Pesan

Nasional

Turis China Meningkat 1,46% di Tengah Serbuan Corona

Nasional

Kisah Masuk Islam: Seorang Perawat Dan Pasien Muslim

Nasional

Ngaco! Youtuber Ini Tawarkan Rp 10 Juta untuk Orang yang Mau Batalkan Puasa

Nasional

Uztadz Tengku Zulkarnain: Pak Jokowi, Apakah Tidak Malu Atas Kelakuan Pendukung Bapak di Medsos?

Nasional

Ganjar Tuding PNS Tidak Punya Spirit Berbagi saat Negara dalam Kondisi Krisis, Gaji Dipotong Protes

Nasional

Umpat FPI, Ade Armando Bakal Dilapor ke Bareskrim