Home / Global

Rabu, 1 April 2020 - 15:02 WIB

Satu Lagi Negara Tertipu Pemasok Tes Cepat Impor dari China

BERITAWAJO.COM – Pengetesan dengan alat rapid test atau tes cepat menimbulkan pro dan kontra. Salah satunya dari segi kualitas.

Belanda menjadi salah satu negara yang menyusul keputusan Spanyol menolak alat tes cepat Covid-19 buatan China. Belanda menyebut kit pengetesan cepat dan alat pelindung diri yang diimpor dari pemasok di Beijing, China, di bawah standar sehingga kualitasnya dipertanyakan.

Belanda bukan negara pertama yang menolak kit alat pengetesan Covid-19 dan APD dari Beijing. Sebelumnya, Spanyol, Turki, Georgia, dan Republik Cheska juga melakukan hal serupa karena mempertanyakan kualitas masker dan kit pengetesan cepat yang dipasok dari Beijing tersebut.

Baca  Ilmuwan Jerman Berharap Diizinkan Masuk Wuhan untuk Penelitian Virus Corona

Kementerian Kesehatan Belanda menyatakan mereka terpaksa harus mengembalikan sebanyak 600 ribu masker dari China karena menemukan kecacatan. Sebagian masker tak bisa menutupi area mulut dengan sempurna, sedangkan sebagian lain dari masker tersebut tidak memiliki lapisan penyaring yang cukup.

“Petugas kesehatan telah diinformasikan dan diberi tahu untuk tidak menggunakan masker tersebut,” kata Kementerian Kesehatan Belanda dalam pernyataan resmi, seperti dilansir Fox News.

Baca  Kapal Penjaga Pantai Tiongkok Memprovokasi, TNI Kerahkan F-16

Kementerian Kesehatan Belanda menyatakan dunia sedang mengalami keterbatasan APD. Di sisi lain, APD yang tersedia tidak memenuhi standar yang baik. “Ini merupakan masalah di semua negara,” ungkap Kementerian Kesehatan Belanda.

Terkait kualitas alat pengujian cepat ini, Beijing mengungkapkan bahwa alat yang mereka jual kepada Spanyol dibeli dari perusahaan bernama Bioeasy. Bioeasy merupakan perusahaan China yang tidak memiliki lisensi untuk membuat alat pengujian cepat Covid-19. Terkait insiden ini, Pemerintah China menyatakan akan menginvestigasi Bioeasy.

Baca  Raja Salman Setuju Lockdown Riyadh, Mekah, dan Madinah

Pemerintah Spanyol telah mengembalikan sejumlah tes cepat buatan China yang rusak kepada perusahaan Spanyol yang memasoknya. Kedutaan Besar China di Madrid menulis di Twitter bahwa pabrikan itu tidak memiliki lisensi untuk menjual. Spanyol membalas bahwa produk tersebut memiliki sertifikasi Eropa.

Sumber diplomatik mengatakan kepada Reuters bahwa harga alat tes cepat telah naik 10 kali lipat dalam beberapa kasus. Di samping itu, perusahaan China menuntut pembayaran di muka.

Sumber

Share :

Baca Juga

Global

Gila-gilaan! Warga Positif Corona di China Naik Lagi

Global

Takut Corona, Iran Batalkan Shalat Jumat Dua Minggu Berturut-turut

Global

Pria Ini Tinggal Bersama 4 Istri dan 16 Selingkuhannya dalam Satu Rumah. Kok Bisa?
China Ejek Kesombongan Amerika

Global

AS Tuduh China Berusaha Mencuri Penelitian Vaksin Virus Corona

Global

Mantan Pejabat CIA Curiga; Corona Adalah Produk Virus untuk Perang Biologis

Global

Virus Korona Mewabah, Belasan Produsen Mobil Dunia Tutup Pabrik di Tiongkok

Global

Ultimatum Trump Untuk Arab Saudi: Pangkas Pasokan Minyak Atau AS Cabut Dukungan Militer

Global

Heboh Air Sungai di Israel Seperti Darah, Pertanda Bencana Besar?