Home / Nasional

Sabtu, 21 Maret 2020 - 15:20 WIB

Sandiaga Kecewa pada Pemerintah yang Sibuk Siapkan Anggaran untuk Influencer Asing Daripada Menyiapkan Tenaga Medis

BERITAWAJO.COM – Terkait dengan mewabahnya virus Corona di Indonesia yang menyebabkan kecemasan, akhirnya Sandiaga Uno memberikan tanggapan.

Sandiaga Uno mantan wakil gubernur DKI Jakarta ini menguraikan pandangannya melalui sebuah tayangan video.

“Solidaritas, inilah mantra sakti yang membuat republik ini tegak berdiri. Di negara demokrasi, rakyatlah panglimanya. Bukan ekonomi atau politik,” ujar Sandiaga membuka isi hatinya (20/03/2020).

Masyarakat juga di ajak olehnya untuk merenungi satu kata ‘solidaritas’ tersebut. Sebab kata itulah yang digunakan sehingga bangsa-bangsa lain datang membantu kala Indonesia membutuhkan.

“Kita merasakan pada era Presiden Yudhoyono, ketika negara lain tanpa ragu-ragu membantu kita mengatasi bencana gempa dan tsunami Aceh 2004, disusul dengan bencana-bencana lain di tahun berikutnya,” ujar Sandi.

Baca  Basmi Mafia Alkes, Susi Usul ke Erick: Tenggelamkan Dua Kementerian Ini

Bantuan itu membuat bangsa ini kembali tegak berdiri setelah prahara. Bukan karena kita kuat, tetapi karena solidaritas internasional.

Tentang langkah yang diambil pemerintah pada saat virus yang muncul di Kota Wuhan itu mulai menyebar ke belahan negara-negara lain. Sandi menyampaikan kekecewaannya. Menurutnya, pemerintah bukannya segera mengambil langkah antisipasi tetapi malah memikirkan sektor pariwisata.

“Bulan lalu ketika wabah Corona melanda Tiongkok dan beberapa negara lain, kita terguncang melihat langkah yang diambil pemerintah. Bukan darurat yang disiapkan, tapi insentif sektor pariwisata,” tukas Sandiaga.

Baca  Cegah Penyebaran Corona, Sandiaga Canangkan Gerakan Nasional Masker

Dia mempertanyakan mengapa pemerintah tidak segera membatasi pintu masuk untuk menekan penyebaran wabah itu.

Bahkan Ia juga kecewa saat pemerintah malah sibuk menyiapkan anggaran untuk influencer asing daripada menyiapkan tenaga medis.

“Pintu masuk bukan dipersempit, malah dibuka lebar. Bukan tenaga medis yang dipersiapkan, tetapi anggaran untuk influencer asing,” ujar Sandiaga.

Di samping itu Sandi juga mengingantkan bahwa dalam negara demokrasi, rakyatlah panglimanya, bukan ekonomi atau politik. Sehingga, menurutnya dalam menghadapi permasalahan seperti wabah virus corona, sepenuhnya harus dilakukan untuk kepentingan rakyat.

“Rakyat butuh pemerintahan yang tanggap, bukan yang gemar menangkap. Pemimpin yang mau mendengarkan, bukan malah mereka yang merasa berbeda di sosial media. Pemimpin-pemimpin yang terus mendengarkan; inilah yang diperlukan oleh bangsa dan rakyat Indonesia,” ujar Sandiaga.

Baca  Jumince Sabneno Dibunuh Pacar Raymundus, Ini Motifnya

Selain itu Sandiaga meyakini, bahwa Presiden Jokowi memiliki kapasitas dalam menghadapi masalah besar yang saat ini melanda Indonesia. Oleh karena itu ia berharap Jokowi muncul sebagai panglima tertinggi, mengerahkan segenap sumber daya bangsa.

“Kita berharap beliau muncul sebagai panglima tertinggi untuk berperang menghadapi corona. Tampil terdepan menggalang solidaritas, lebih erat dengan bangsa lain di dunia,” harap Sandiaga Uno. Tayangan video itu pun diunggah di akun Instagramnya @sandiuno, Kamis (19/3).

Berikut videonya:

Share :

Baca Juga

Nasional

Kemenaker: Kami Tak Bisa Tolak Izin 500 TKA China di Sultra

Nasional

Poros Besar Pilpres 2024, Pengamat: Prabowo-Puan dan Anies Baswedan-AHY

Nasional

Terungkap, Begini Janji Luhut Atur 500 TKA China Masuk ke Sultra

Nasional

Bamsoet soal Lelang Motor Jokowi: Kami Kena Prank

Nasional

Tahapan Rasulullah Saw Mendirikan Daulah Islam

Nasional

Luhut: TKA China Masuk Juni – Juli. Kita Harus Jujur!

Nasional

PNS yang Pindah ke Ibu Kota Baru Maksimal Berusia 45 Tahun

Nasional

Ahok Dicari-cari Pengamat: Kok Harga BBM Tak Kunjung Turun?