Sandi Janjikan 200 Hari Pertama, Akar Masalah BPJS Kesehatan Selesai

Sandi Janjikan 200 Hari Pertama, Akar Masalah BPJS Kesehatan SelesaiFoto Istimewa.

BERITAWAJO.COM, Sandiaga Uno saat debat. (ant)

JAKARTA – Calon Wakil Presiden Nomor Urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno menjanjikan pada 200 hari pertama jika terpilih dalam Pemilihan Presiden 2019, akar permasalahan dalam program BPJS Kesehatan yang selama ini masih terjadi akan berakhir.

“Pasangan Prabowo dan Sandi dalam 200 hari pertama akar masalah BPJS dan JKN kita selesaikan, kita pastikan defisit tertutup,” kata Sandiaga Uno dalam debat segmen pertama di Hotel Sultan Jakarta, Minggu (17/3).

Dia menceritakan dalam kunjungannya ke Sragen ada seorang ibu dimana pengobatannya harus dihentikan karena BPJS tidak lagi melindunginya.

Ia juga menjanjikan, tenaga kesehatan harus dibayar tepat waktu begitu juga dengan obat yang selama ini masih bermasalah. Tidak boleh ada antrian panjang.

“Kami akan memulai promotif preventif 22 menit per hari berolahraga, kita ingin masyarakat badannya sehat dan jiwanya sehat,” katanya.

Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) memperkirakan pada 2019 nanti akan terjadi ledakan masalah terkait pelayanan bagi pengguna Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Layanan rumah sakit menjadi keluhan masyarakat begitu juga keterlambatan pembayaran tenaga kesehatan serta masalah obat.

Data resmi BPJS Kesehatan, beban program JKN pada 2015 sebesar Rp19,9 triliun dengan pendapatan dari iuran peserta Rp40,72 triliun.

Pada awal mula program di 2014 jumlah pendapatan dari iuran peserta lebih banyak hingga dua kali lipat dibandingkan beban yang dikeluarkan untuk program JKN. Pada awal tahun tersebut pemerintah tidak memberikan dana tambahan kepada BPJS Kesehatan seperti yang dilakukan tiga tahun terakhir.

Seiring kenaikan jumlah peserta setiap tahunnya juga dibarengi dengan kenaikan jumlah pemanfaatan layanan sehingga beban biaya JKN pun bertambah.

Pada 2015 beban JKN menjadi Rp41,2 triliun sementara pendapatan dari iuran peserta sebanyak Rp52,69 triliun. Mulai tahun 2015 pemerintah memberikan suntikan dana segar sebesar Rp5 triliun kepada BPJS Kesehatan untuk menjaga keberlangsungan program JKN.

Di tahun 2016 beban JKN kembali bertambah menjadi Rp62,5 triliun, sedangkan jumlah iuran yang didapat dari peserta sebesar Rp67,40 triliun.

Pemerintah kembali mengucurkan dana kepada BPJS Kesehatan sebesar Rp6,82 triliun di tahun tersebut. Untuk 2017 beban jaminan kesehatan semakin membesar yaitu Rp84,4 triliun, sedangkan jumlah iuran yang didapat dari peserta lebih sedikit yakni Rp74,25 triliun.

Hal ini membuat pemerintah kembali menyuntikkan dana sebesar Rp3,6 triliun untuk menjaga kelangsungan program JKN-KIS.

Di tahun 2018 beban biaya JKN kembali meningkat menjadi Rp94,2 triliun dengan pendapatan dari iuran peserta Rp81,97 triliun.

Pemerintah pada tahun lalu menyuntikan dana kepada BPJS Kesehatan sebesar Rp10,1 triliun.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyelenggarakan debat capres putaran ketiga dengan tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan serta sosial dan budaya.

Tampil dalam debat putaran ketiga adalah Calon Wakil Presiden Nomor Urut 01 KH Ma’ruf Amin dan Cawapres Nomor Urut 02 Sandiaga Uno.

Pemilihan Presiden 2019 diikuti dua pasangan calon presiden dan wakil presiden, yakni pasangan nomor urut 01 Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin serta pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

(ant)

Demikian berita ini dikutip dari FAJAR.CO.ID untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.