Home / Nasional

Selasa, 7 April 2020 - 16:11 WIB

Said Didu Tolak Minta Maaf, Kubu Luhut: Kita Tunggu Sajalah!

Nasional – Tenggat bagi mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu (MSD) untuk meminta maaf kepada Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan telah habis.

Deadline 2×24 jam yang diberikan Jurubicara Menko Luhut, Jodi Mahardi telah habis per siang kemarin, Minggu (5/4). Sementara Said Didu bergeming.

Dia menolak menanggapi permintaan maaf atas tuduhan pencemaran nama baik dalam sebuah video di YouTube berjudul “MSD: LUHUT HANYA PIKIRKAN UANG, UANG, DAN UANG”.

Baca  Minyak Dunia Jeblok, Luhut Belum Pertimbangkan Turunkan Harga BBM

Kepada rekan-rekannya sesama aktivis, Said Didu menegaskan dirinya tidak takut dilaporkan polisi oleh Luhut Pandjaitan. Pria yang selalu meneriakkan slogan “Manusia Merdeka” itu menegaskan bahwa kehadirannya saat ini adalah untuk menegakkan kebenaran dan membuka tabir kebohongan para penguasa.

“MSD hanya suluh kecil untuk menegakkan kebenaran dan membuka kebohongan. Saatnya menyalakan suluh kebenaran di seluruh nusantara,” ujarnya kepada rekan-rekan aktivis sesaat lalu, Minggu (5/4).

Baca  Klarifikasi Said Didu Sudah Dibaca Luhut, Jubir: Mungkin Memang Kita "rada-rada dungu" Ini Minta Maaf atau Apa?

Lantas apa respon dari kubu Luhut atas penolakan tersebut? Jodi Mahardi ternyata tidak langsung melaporkan Said Didu ke polisi sebagaimana ancaman yang disampaikan pada Jumat lalu (3/4).

Pihaknya mengaku masih sabar menunggu permohonan maaf dari Said Didu atas statement yang melukai hati Menko Luhut di tengah kepenatan perihal wabah Covid-19 saat ini.

Baca  Aturan Anies dan Luhut Berseberangan, Jubir Pemerintah: Sudahlah Kita Jangan Cari yang Panas

“Kita tunggu saja permohonan maafnya,” ujar Jodi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (6/4).

Jodi Mahardi tidak dapat memastikan secara spesifik langkah apa yang akan ditempuh selanjutnya. Dia mengurai bahwa fokus Kemenko Marves saat ini sedang tertuju pada upaya pencegahan dan penanganan Covid-19 yang menyerang ranah investasi. “Kita tunggu saja lah,” singkatnya. (Rmol)

Share :

Baca Juga

Nasional

Menakjubkan! Ini Bukti Keseimbangan (Simetris) Ayat Al-Quran
Indonesia Belum Turunkan Harga BBM

Nasional

Pengamat: BBM Belum Turun Permainan Siapa, di Mana Ahok?

Nasional

Perhimpunan Dokter Umum Indonesia Surati Jokowi. Begini Isi Suratnya!

Nasional

Kepastian Jakarta Lockdown Dibahas Hari Ini di Kantor Luhut

Nasional

Sri Mulyani Amankan THR dan Gaji ke-13 ASN, TNI dan Polri. Ketua Korpri: Menyumbang Lebih Baik!

Nasional

Kepala BPIP Nilai Agama Musuh Pancasila, Ini Tuntutan Relawan Jokowi

Global

Enam Pengusaha Besar China Siap Bangun Kawasan Industri Takalar

Nasional

Menolak RUU Omnibus Law, Buruh Rencana Mogok Massal