Home / Global

Minggu, 10 Mei 2020 - 23:15 WIB

Resepsi Nikah Online Jadi Tren Baru di China di Tengah Corona

Pandemi virus corona mendorong berbagai perubahan, mulai dari bekerja dari rumah, sekolah dari rumah, hingga menikah online. Di daratan China, baru-baru ini pasangan Ma Jialun dan Zhang Yitong menggelar resepsi secara online yang disiarkan secara langsung (live streaming) ke lebih dari 100 ribu orang asing.

Dilansir dari AFP, Minggu 910/5), kebijakan social distancing akibat penyebaran penyakit covid-19 membuat banyak pasangan di seluruh dunia gigit jari untuk mengadakan resepsi pernikahan. Sebagai alternatif, banyak orang menikah melalui ruang virtual.

Bahkan di China, live streaming resepsi pernikahan sangat populer. Beberapa pasangan muda mengizinkan siapa pun menonton hari besar mereka. Bahkan, penonton diizinkan mengirimkan hadiah melalui koin virtual.

Tren baru ini menjadi potensi untuk menghasilkan uang. Beberapa pengusaha menawarkan efek khusus (special effect) kepada para pengantin di acara resepsi.

Ketika Ma dan Zhang menikah di Hangzhou pada 1 Mei lalu, lebih dari 100 ribu tamu dadakan menyaksikannya di platform live streaming.

Baca  Ngeri! Astronom: Matahari Masuk Masa Resesi, Bencana Besar Menanti

Pasangan ini awalnya berencana untuk mengadakan resepsi pada Januari lalu. Namun, dua sejoli itu malah terperangkap di kota berbeda saat pandemi covid-19 menyerang.

China memutuskan untuk menghentikan karantina tepat sehari sebelum hari pernikahan Ma dengan Zhang pada Januari. Pasangan tersebut telah berpisah selama tiga bulan.

Saat ini, persiapan pernikahan dimulai kembali karena semua provinsi di China telah membuka keadaan darurat. Namun, perjamuan dan pertemuan besar masih tidak diizinkan, sehingga resepsi online menjadi opsi pilihan.

Awal Muasal Nikah Online

Seorang guru bimbel online, Liu Wenchao adalah salah satu orang yang membuat pernikahan streaming bisa populer di China.

Sesuai dengan tradisi, delapan bulan sebelumnya, orang tua Liu memilih 20 Maret untuk sebagai tanggal pernikahan. Tanggal 20 Maret dianggap sebagai tanggal keberuntungan berdasarkan ulang tahun Liu dan pasangannya.

Nahas, rencana tersebut terganggu oleh pandemi covid-19. Akibat pembatasan perjalanan dan pertemuan, orang tua Liu di China utara pun tidak dapat menghadiri hari besar putra mereka, termasuk teman dan kerabat pasangan itu.

Baca  Karena Alat Tes Covid-19 dari China Tidak Akurat, India Kembangkan Metode Pengujian Sendiri

Berkat pengalaman mengajar online-nya, Liu punya ide untuk menyiarkan langsung resepsi pernikahan mereka.

“Saya telah menggunakan live streaming untuk kursus online selama hampir setahun. Saya pikir jika live streaming pernikahan kami, keluarga saya dan siswa bisa bergabung dengan pernikahan juga,” katanya.

Liu dan pasangannya mengadakan upacara sederhana. Mereka bertukar cincin, bersulang dan makan permen pernikahan di kamar pengantin mereka. Semuanya dilakukan oleh mereka sendiri.

Video resepsi yang diunggah itu menjadi populer dengan lebih dari lima juta kali ditonton dan lebih dari 860 ribu likes.

“Saya tidak berharap begitu banyak orang akan menyukai video pernikahan kami. Tetapi, mungkin orang perlu menonton berita baik selama epidemi yang panjang ini,” kata Liu.

Banyak pasangan yang merasa cukup dengan resepsi pernikahan sederhana di online. Namun, platform live streaming Huajiao menawarkan penggunaan efek khusus untuk memberikan salah satu karyawannya mimpi pernikahan mereka.

Baca  Menko Luhut Sebut Penting Bangun Hubungan Ekonomi dengan China

“Ketika kami merancang pernikahan, pengantin wanita memberi tahu kami bahwa pernikahan impiannya akan diadakan di balon udara panas di depan sebuah kastil, jadi kami menggunakan efek khusus untuk mewujudkan mimpinya,” kata penyelenggara acara pernikahan online Huajiao, Liu Qi.

Ia berpikir efek khusus ini dan kesempatan untuk berbagi momen pernikahan di media sosial akan menarik bagi pasangan muda di China.

Liu mengatakan lebih dari 50 pasangan telah mendaftar untuk paket pernikahan online. Ia percaya pernikahan online bisa menjadi tren baru di masa depan saat pandemi telah berakhir.

“Mungkin sulit untuk diwujudkan di dunia nyata, tetapi ada banyak kemungkinan di online. Pasangan muda memiliki tuntutan yang semakin beragam. Pernikahan online dapat menjadi pilihan baru bagi pasangan di masa depan bahkan ketika epidemi berakhir,” kata Liu. (jnp/bir)

Share :

Baca Juga

Global

WNI Dievakusi dari Wuhan, 100 Rumah Sakit Siapkan Ruang Isolasi

Global

Pasca Lockdown, Malaysia Mulai Kembali Aktivitas Ekonomi Senin Depan

Global

Trump Ancam Bekukan Dana untuk WHO Karena Menilai WHO Sangat China-sentris

Global

Antivirus Corona Dibuat; China, Amerika, Israel, Siapa yang Lebih Cepat?

Global

Arab Saudi Hukum Mati 5 Pembunuh Jamal Khashoggi

Global

15 Warga India Terlindas Kereta saat Mudik Akibat Lockdown
Virus Corona Buatan Lab di Wuhan

Global

Parah! AS Klaim China Jual Alat Medis Sumbangan Italia ke Italia Lagi

Global

Wanita ‘Judes’ Korut Ini Disebut Bakal Gantikan Kim Jong-un