Home / Pemerintah

Senin, 13 April 2020 - 14:24 WIB

Prediksi Pemerintah: Puncak Pandemi Covid-19 di Indonesia Saat Ramadhan

Jakarta – Pemerintah memprediksi puncak pandemi Covid-19 di Indonesia berlangsung pada lima hingga enam pekan mendatang atau sekitar pertengahan hingga akhir Ramadhan 1441 H.

Artinya, pada masa-masa tersebut jumlah penderita Covid-19 diperkirakan akan mencapai angka tertinggi sejak kasus konfirmasi positif pertama kali diumumkan pada awal Maret lalu.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo menjelaskan, untuk mengantisipasi hal itu, pemerintah melalui Kementerian BUMN telah menambah ketersediaan alat tes Covid-19 dengan metode PCR. Kementerian BUMN telah mendatangkan 18 unit alat PCR. Alat ini diharapkan bisa meningkatkan kapasitas pemeriksaan menjadi 9.000 tes per hari.

Baca  Perjuangkan Guru Honorer, Anggota Komisi X DPR Adrianus: Mudah-mudahan Air Matanya Jangan Keluar Lagi

“Ketersediaan reagen perlu kita upayakan maksimal karena masa puncak di Indonesia diprediksi akan terjadi 5-6 minggu yang akan datang,” kata Doni selepas mengikuti rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Senin (13/4).

Hingga saat ini, jumlah laboratorium di Indonesia yang memiliki kemampuan melakukan tes PCR sebanyak 29 unit. Angka itu akan ditambah menjadi 52 unit dalam waktu dekat. Kementerian Riset dan Teknologi juga telah menggandeng Lembaga Biologi Molekular Eijkman untuk menambah kapasitas tes per harinya.

“Kemudian juga beberapa swasta yang nantinya akan berpartisipasi dalam PCR test yang bekerja sama juga dengan Kementerian Kesehatan, kemudian juga dengan BUMN,” kata Doni.

Baca  Hilang Pekerjaan karena Wabah, Satu Keluarga Ditemukan Lemas dan Kelaparan di Tengah KebunĀ 

Selain pemeriksaan dengan metode PCR yang akurat, pemerintah juga sedang memasifkan pelaksanaan tes cepat atau rapid test. Kendati tidak seakurat tes PCR, rapid test dianggap dapat memetakan penyebaran Covid-19 di daerah.

“Upaya ini sangat penting untuk bisa mengetahui masyarakat yang telah positif setelah dilakukan pemeriksaan sehingga bisa dilakukan langkah-langkah untuk isolasi mandiri, termasuk juga untuk dirujuk ke rumah sakit tertentu,” kata Doni.

Sebelumnya, dalam rapat terbatas, Presiden Jokowi meminta jajarannya untuk memperluas dan meningkatkan kapasitas tes PCR. Perluasan kemampuan tes PCR itu diharapkan dapat mengurangi beban laboratorium di zona merah sebagai pusat penyebaran Covid-19.

Baca  Yusril Ihza Mahendra; Pertimbangan Ekonomi Nomor Dua, Pemerintah Jangan Tutupi Apa yang Terjadi

“Tes PCR sampai hari ini juga sudah menjangkau 26.500 tes. Ini juga lompatan yang baik, tapi saya ingin setiap hari paling tidak kita bisa mengetes lebih dari 10 ribu,” ujar Jokowi.

Adanya tambahan 18 unit alat tes PCR ditargetkan mampu meningkatkan kemampuan tes Covid-19 di Indonesia. Bila satu unit alat tes PCR mampu melakukan 500 pemeriksaan per hari, 18 unit diharapkan mampu melakukan 9.000 tes per harinya.

“Ini sangat baik,” kata Presiden Jokowi. (Republika)

Share :

Baca Juga

Pemerintah

Luhut Pastikan Proyek 5 Destinasi Wisata Lanjut Meski Ada Corona

Pemerintah

Mengapa Indonesia Belum Juga Mengambil Langkah Lockdown? Ini Jawabannya!

Pemerintah

Ngeri! Skenario Pemerintah dari Dampak Virus Corona; Ringan, Sedang dan Berat

Pemerintah

Honorer Beralih Status Magang, Nasib Gajinya Seperti Ini

Pemerintah

Kominfo Minta Publik Tak Boros Pakai Internet di Tengah Pandemi Covid-19

Pemerintah

Wooow… Gaji PNS DKI Jakarta di Bawah Kendali Anies Baswedan Capai 20 Juta

Pemerintah

Jokowi Mengizinkan Pihak Asing untuk Mengelola Aset Negara. Kok Bisa?

Pemerintah

Menkeu Sri Mulyani Ngutang 5 Triliun, Komisi XI: Kita Enggak Pernah Tahu Kapan Diajukan