Home / Politik

Minggu, 3 Mei 2020 - 17:40 WIB

PKS Marah Besar, Ini Pembodohan Rakyat, Tawarkan Latihan Mancing saat Wabah Corona di Kartu Prakerja

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terus mengkritik program Kartu Prakerja. Program pelatihan online yang ada di kartu tersebut dinilai membodohi rakyat, tidak tepat sasaran dan asal-asalan.

Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI, Sukamta menunjuk salah satu platform digital menyediakan pelatihan berupa paket dasar memancing dan kelautan. Tetapi, kata dia, peserta tidak diajari secara langsung bagaimana cara memancing.

Peserta, katanya, hanya sekedar melihat video tutorial, dan juga tidak diberikan modal berupa alat pancing. Selain itu, apa kegunannya pelatihan memancing di tengah suasana pandemi corona.

Baca  Said Didu dan Faisal Basri Didukung Ratusan Orang, Desak Pecat Luhut

“Ini kan jelas pembodohan rakyat dengan pelatihan secara online senilai 5,6 triliun,” kata Sukamta lewat keterangan tertulis, Sabtu, (2/5/2020).

Lagipula, kata Sukamta, pelatihan online yang disediakan oleh perusahaan digital mitra pemerintah ini ternyata juga mudah didapatkan secara gratis di berbagai situs internet.

Skema pelatihan quick fix model digital ini, menurut Sukamta, juga tidak bisa menjawab kebutuhan tenaga terampil di daerah karena tidak semua masyarakat dapat mengakses internet dengan mudah.

Baca  Masyarakat Mengaku Kesulitan Daftar Kartu Prakerja ala Jokowi. Kok Bisa?

“Beda jika yang menyelenggarakan pelatihan adalah daerah, sosialisasi bisa sampai desa-desa dan pelatihan bisa diakses oleh siapapun,” ujar Sukamta. Untuk itu, dia meminta pemerintah memperbaiki dulu konsep Kartu Prakerja.

Ia meminta pemerintah saat ini sebaiknya fokus mengatasi penyebaran Covid-19 serta dampaknya secara sosial-ekonomi. “Stop program Kartu Prakerja, fokus untuk atasi Covid-19 secepatnya,” ujar Sukamta.

Baca  Fadli Zon Heran Tanda Tangan Jokowi Kok Bisa Kerek Harga Motor Rp2,5 M

Politikus PKS ini meminta agar pemerintah tidak bebal dan anti kritik soal program kartu Prakerja.

“Program ini jelas terlihat ngawur ini. Masih ada waktu untuk memperbaiki agar bisa lebih tepat sasaran dan mampu menjawab kebutuhan tenaga kerja secara merata di seluruh Indonesia,” ujar Sukamta. (bl)

Share :

Baca Juga

Politik

Klarifikasi Said Didu Sudah Dibaca Luhut, Jubir: Mungkin Memang Kita “rada-rada dungu” Ini Minta Maaf atau Apa?

Politik

Keluhan Lonjakan Tarif, PKS Minta PLN Transparan Soal Tarif Listrik di Masa Darurat Corona

Politik

Anies Larang Ojol Angkut Penumpang, Luhut: Silakan Saja

Politik

Iuran BPJS Naik Lagi, Rocky Gerung: Istana Semakin Arogan!

Politik

Kementan Angkat Suara soal Pengadaan Ayam Rp770 Ribu per Ekor

Politik

Damai Hari Lubis: Harusnya yang Dicopot Ahok, Bukan Refly Harun!

Politik

Tifatul Sembiring Mulai Khawatir Partai Gelora Indonesia Acak-acak Kader PKS

Politik

Ma’ruf Amin dan Habib Luthfi Disentil soal Pengangkatan Iman Brotoseno