Home / Politik

Senin, 27 April 2020 - 18:33 WIB

Pengamat: Presiden Jokowi Harus Segera Buka Data Perjanjian Utang Dengan China 

Jakarta – Presiden Joko Widodo diharapkan dapat membuka data perjanjian utang dengan China di saat beberapa negara sedang sentimen negatif atas pinjaman utang dari negeri tirai bambu tersebut.

Hal itu disampaikan oleh pengajar komunikasi politik Universitas Telkom, Dedi Kurnia Syah usai melihat langkah Presiden Tanzania John Magufuli terkait perjanjian utang dari China yang mengalahkan logika dan hanya dapat diterima oleh seorang pria mabuk.

Baca  Punya Kemesraan dengan China, Kepedulian Luhut Diuji dalam Kasus Kematian WNI di Kapal China

“Dalam kondisi banyaknya informasi tentang iklim pinjaman China di berbagai negara, dan lebih banyak yang bernada negatif, perlu bagi Presiden (Jokowi) untuk membuka perjanjian dengan China,” ucap Dedi Kurnia Syah, Minggu (26/4).

Hal itu, kata Dedi, perlu dilakukan Presiden Jokowi agar memperoleh dukungan publik dalam proses pembangunan serta memulihkan kepercayaan publik pada pemerintah.

Baca  PKS Marah Besar, Ini Pembodohan Rakyat, Tawarkan Latihan Mancing saat Wabah Corona di Kartu Prakerja

“Hal ini baik untuk memperoleh dukungan publik dalam proses pembangunan. Bagaimanapun, sentimen negatif pada China tidak dapat ditutupi, untuk memulihkan kepercayaan publik pada pemerintah, presiden seyogyanya terbuka,” pungkas Dedi. (Rmol)

Share :

Baca Juga

Politik

PKS Sebut Prabowo Subianto Sudah Berbeda
Sandiaga dukung jokowi

Politik

Dulu Musuhan, Kini Susul Prabowo Bantu Jokowi. Muncul Tagar Good Bye Sandiaga Uno

Politik

Survey Indo Barometer; 64,3 Persen Publik Percaya Pemerintah Mampu Mengatasi Corona

Politik

Terima Kasih Jokowi, Kata Survei: Pemerintah Terbaik dan Cepat Tanggap Tangani Covid-19
Prabowo Jarang Muncul

Politik

Prabowo Jarang Muncul, Sekali Muncul Langsung Puji Pak Presiden

Politik

Politikus Demokrat: Program Kartu Prakerja Jokowi Mirip Kuis

Politik

Kepala Daerah Doyan Mutasi untuk Kepentingan Politik, Ini Warning Wapres

Politik

Damai Hari Lubis: Harusnya yang Dicopot Ahok, Bukan Refly Harun!