Home / Nasional

Rabu, 6 Mei 2020 - 22:50 WIB

Pemerintah Diminta Tuntut China soal Mayat ABK WNI Dibuang ke Laut

Viral video pelarungan atau pembuangan jenazah ABK asal Indonesia dari kapal China yang disiarkan oleh stasiun televisi Korea Selatan (Korsel). Informasi itu juga didapatkan dari para ABK yang berlabuh di Busan dan kemudian memohon investigasi atas ketidakadilan yang mereka alami di kapal berbendera China.

Duta Besar RI untuk Korsel Umar Hadi mengatakan sudah mengetahui soal laporan ABK tersebut kepada otoritas Korsel. Hingga saat ini hal tersebut masih diinvestigasi.

“KBRI Soul terus memberi perhatian serius terhadap permasalahan yang dihadapi ABK WNI yang bekerja di atas kapal-kapal penangkap ikan “longliners” berbendera RRT. Sebagaimana diberitakan stasiun TV MBC Selasa malam,” kata Umar Hadi Rabu malam, 6 Mei 2020.

Baca  Honorer K2 Minta Passing Grade Turun, Pati Sunandar: Namanya Makin Tua, Daya Ingat Berkurang

Kasus ini turut dikomentari wakil rakyat di Senayan. Anggota DPR RI dari Partai Gerindra, Fadli Zon meminta adanya investigasi.

Fadli juga meminta, pemerintah menuntut pihak China atas kejadian ini. Selain praktik kebudakan, menurutnya ini jelas pelanggaran HAM.

“Ini harus diusut dan diinvestigasi. Kalau benar berita MBC maka negara harus menuntut pihak China. Selain praktik perbudakan, apa yg dilakukan thd ABK Indonesia jelas pelanggaran HAM n penghinaan thd rakyat Indonesia. Kita bukan budak China! @Menlu_RI @KemnakerRI @jokowi,” tulis Fadli di Twitter pribadinya.

Baca  Gambar Animasi Bergerak Bertema Islam

Ini harus diusut dan diinvestigasi. Kalau benar berita MBC maka negara harus menuntut pihak China. Selain praktik perbudakan, apa yg dilakukan thd ABK Indonesia jelas pelanggaran HAM n penghinaan thd rakyat Indonesia. Kita bukan budak China! @Menlu_RI @KemnakerRI @jokowi

Sementara itu, Umar Hadi menjelaskan saat ini terdapat 14 ABK WNI yang sedang menjalani karantina di Kota Busan sejak diturunkan dari kapal pada tanggal 24 April 2020 yang lalu.

Baca  Fadli Zon; Agar Masyarakat Tahu, Prabowo Bilang Harga Alat Rapid Corona Test Hanya 3,5 Dollar

“Mereka dalam keadaan baik dan akan segera pulang ke tanah air setelah masa karantina selesai,” lanjutnya.

Dubes RI menjelaskan, para ABK WNI tersebut telah meminta bantuan pengacara pro-bono setempat untuk menyelesaikan permasalahan mereka.

“Otoritas penegak hukum Korsel sedang melakukan pemeriksaan atas permasalahan tersebut termasuk laporan pelarungan jenazah rekan-rekan mereka di laut lepas,” kata dia lagi. (viva)

Share :

Baca Juga

Nasional

Cara Kembalikan Akun WhatsApp yang Dibajak

Nasional

Mudik Dilarang Tapi Angkutan Umum Jalan, Menhub Akui Membingungkan

Nasional

Desak Anies Baswedan Dimakzulkan, Satyo Purwanto Sebut Massa Kesurupan Atas Dasar Kebencian

Nasional

Ini Sosok Bupati Boltim yang Viral Karena Sebut Aturan Menteri Membingungkan

Nasional

Membandingkan Cara Anies dan Jokowi Menghadapi Corona; Ini Kata Pengamat

Nasional

Dugaan Korupsi Asabri, Ini Agenda Erick Thohir ke Prabowo dan Mahfud MD

Nasional

Parah! Agus Salim Minta Tolong Anaknya Tenggelam, Pengunjung Lain Anggap Bercanda

Nasional

MUI Kecam Sikap Pemerintah Akan Gunakan Cara Darurat Sipil, Malah Jauh dari Konstitusi