Home / Hukum

Kamis, 21 Mei 2020 - 18:54 WIB

Pemenang Lelang Motor Jokowi Ditangkap Polda Jambi, Ini Penjelasan Polisi

Muhammad Nuh atau M. Nuh, pria yang sebelumnya memenangkan lelang motor listrik bertanda tangan Presiden Jokowi seharga Rp 2,5 miliar dilaporkan ditangkap aparat dari Polda Jambi pada Kamis (20/5/2020) dini hari.

Seperti diwartakan media ini sebelumnya, pria yang disebut-sebut pengusaha dan tinggal di Sungai Asam, Kecamatan Pasar Jambi, Kota Jambi, Provinsi Jambi diperiksa polisi Nuh lantaran tak kunjung membayar motor yang dimenangkannya.

Baca  Mantap! Digugat Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia, MA Batalkan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Kuswahyudi Tresnadi menyampaikan pria tersebut hanya diamankan polisi untuk dimintakan keterangan. Ia juga mengatakan tidak ada penahanan terhadap M. Nuh.

“Barusan saya sudah cek ke Polresta Jambi. Tidak ada ada penangkapan, tidak ada penahanan. Hanya dimintai keterangan,” kata Kuswahyudi mengutip metrojambi.com.

Dia juga mengatakan, setelah menyelesaikan pemeriksan, M. Nuh sudah dipulangkan. “Sudah dipulangkan setelah dimintai keterangan,” tandasnya.

Baca  Romi Sebut Punya PR Jadi Imam Tarawih Usai Bebas dari Penjara

Diberitakan Indonews.id sebelumnya, warga dengan alamat di Sungai Asam, Kecamatan Pasar Jambi, Kota Jambi, Provinsi Jambi itu diamankan pada Kamis (20/5/2020) dini hari.

M. Nuh diamankan karena diduga melakukan penipuan, dan sampai saat ini belum melakukan pembayaran. Informasinya, ia bukan merupakan seorang pengusaha, melainkan hanya buruh harian lepas.*(Rikardo). (indonews)

Share :

Baca Juga

Hukum

Fahira Idris Akan Melaporkan Balik Muanas Alaidid ke Polisi

Hukum

KPK Soroti Kinerja Anies Baswedan, Kok Bisa?

Hukum

Mantap! Digugat Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia, MA Batalkan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

Hukum

Meski Sudah Bisa Bebas, Bahar Smith Menolak Karena Tidak Mau Dianggap Utang Budi pada Rezim Zalim

Hukum

Digugat Pengelola Mal, Anies Baswedan Menang di MA

Hukum

Rocky Gerung Dipanggil Polisi Terkait Laporan Henry Yosodiningrat. Kasus Apa?

Hukum

Terungkap Eks Kapolsek Kembangan, Kompol Fahrul Sudiana, Ternyata Anak Jenderal

Hukum

Kritik Mahfud MD, Pakar Hukum: Shalat Tarawih Tak Bisa Dipidana!