Home / Daerah

Sabtu, 25 April 2020 - 16:03 WIB

Pasien Positif Corona Bertambah Tiap Hari, Balikpapan Ingin Terapkan PSBB

Balikpapan– Pemerintah hingga kini masih meminta kesadaran dan disiplin kepada masyarakat untuk mengikuti anjuran dan arahan sesuai protocol kesehatan termasuk tidak melakukan kegiatan yang mengundang masyarakat berkumpul. Seperti kegiatan pasar Ramadan, salat berjamaah di masjid, menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan, menjaga asupan gizi dengan baik.

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi menyebut setiap hari, pasien positif di Balikpapan bertambah, hal ini memerlukan kesadaran dan disipilin masyarakat untuk mematauhi karena kondisi semakin berat.

“Hasil monitoring kita masih ada masjid, musala yang melaksanakan ibadah berjamaah. Kita mohon betul karena kondisinya tiap hari bertambah yang positif. Jadi minta masyarakat betul-betul disiplin termasuk juga ada pasar Ramadan dibuat masyarakat itu juga sangat rentan terpapar karena itu akan dilakukan sosialisasi, imbauan tentu pada saatnya akan kita lakukan penindakan lebih tegas supaya ini tidak dilaksanakan karena kondisi sangat berat,” ujarnya, Sabtu (25/4/2020).

Baca  Corona di RI Diprediksi Tak Mungkin Selesai Tahun Ini, Karena PSBB Tak Efektif

Untuk itu pihaknya sedang mempertimbangkan menerapkan PSBB. Rencananya Pemerintah Kota Balikpapan Senin 27 April, akan rapat dan menyiapkan administrasi untuk mengajukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

“Kita akan rapat Senin, tentu kita akan mengarah ke PSBB, kita lagi persiapkan apa saja persyaratan-persyaratannya, ada beberapa, tinggal kita siapkan administrasinya, kita persiapkan apa saja persyaratan-persyaratannya,” tandasnya.

Baca  Pandemi Covid-19, Konspirasi atau Bukan?

Diperkirakan penerapan PSBB tidak akan lama lagi karena segara untuk disampaikan kepada gubernur Kaltim.

“Pada waktunya kita akan sampaikan ke Gubernur melalui Menteri Kesehatan. Tentu kita rapatkan dulu dengan tim Satgas Gugus Tugas semuanya menghitung dengan baik, apa saja pengalaman yang dilaksanakan daerah-daerah lain supaya kita bisa lebih tertib,”katanya.

Dia pun meminta kembali pengertian masyarakat agar meniadakan salat berjamaah di masjid, semua anjuran yang disampaikan ditaati. Sehingga penularan covid-19 bisa diantisipasi. “Mohon pengertian masyarakat dan pimpinan agama, tokoh agama. Imbauan kita kan jelas,” tukasnya.

Baca  "Saya Tidak Takut Corona Saya Takut Pada Allah," Ini Jawaban Ustaz Abdul Somad

Diketahui, hingga hari ini ada dua penambahan tekonfirmasi positif sehingga jumlah pasien positif covid-19 menjadi 27 orang, 6 diantaranya sembuh dan telah pulang ke rumah, 1 meninggal dunia serta 20 maish menjalani perawatan di rumah sakit. dari 27 pasien positif, tujuh diantara berasal dari transmisi lokal.

Untuk PDP berjumlah 45 orang. Sedangkan untuk jumlah orang dalam pemantauan (ODP) ada 459 orang. (aky)

Share :

Baca Juga

Istri Antar Suami Nikah

Daerah

Viral, Istri Pertama di Sulsel Antar Suami Nikah Lagi

Daerah

Bupati Sumbawa Barat: Masjid Itu sudah Bersih, Suci Lagi. Pasar Dulu Ditutup Baru Masjid

Daerah

Kakek 103 Tahun Menikahi Wanita 30 Tahun; Apa yang Terjadi di Malam Pertama?

Daerah

Seperti Tak Terpengaruh Corona, Bandara Adisutjipto Tetap Layani Rute Malaysia dan Singapura

Daerah

Covid-19, Gelar Tarawih Berjamaah di Makassar Diancam Pidana

Daerah

Peserta Itjimak Meninggal, Permintaan Keluarga: Pemakaman dengan Protap Covid 19

Daerah

Pemprov Jatim Izinkan Masjid Gelar Salat Id Berjemaah di Masjid

Daerah

Ngamuk tak Mau Pakai Masker, Bupati Bogor: Memprihatinkan