Home / Daerah

Minggu, 10 Mei 2020 - 22:52 WIB

Panas! Rapat Pembahasan PSBB, Risma Meninggalkan Ruangan Tak Balik Lagi

PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di daerah Surabaya Raya resmi diperpanjang menjadi Jilid II hingga 25 Mei. Namun, yang menjadi sorotan tidak hadirnya Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) dalam rapat sepenting itu.

PSBB Surabaya Raya tersebut adalah Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik.

Rapat pembahasan PSBB jilid ke II ini sendiri dilaksanakan di Gedung Negara Grahadi, Sabtu (9/5) siang dengan dipimpin langsung Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Dalam rapat tersebut juga turut dihadiri tiga kepala daerah yang menerapkan aturan PSBB. Yaitu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin dan Bupati Gresik Sambari Halim Radianto.

Baca  Viral, Tak Terima Ditegur Tidak Pakai Masker, Oknum Polisi di Kendari Lawan Petugas

Tidak lama berserang Risma terlihat meninggalkan rapat ketika baru beberapa menit rapat dimulai. Soalnya, di saat bersamaan hadir Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir di Grahadi untuk menyerahkan bantuan penanganan Covid-19 di Jatim.

Khofifah pun pamit sebentar untuk menemui Erick dan rakor beberapa saat dipimpin Sekdaprov Jatim, Heru Tjahjono.

Keputusan itu diambil juga karena Erick tidak punya banyak waktu di Grahadi, sebab harus melakukan kunjungan kerja di tempat lain.

Usai menemui Erick, Khofifah pun kembali untuk melanjutkan Rakor. Namun, Risma tak lagi terlihat di kursinya, dia telah meninggalkan Grahadi.

Baca  Pulang ke Sulsel, 12 Santri Ponpes Temboro Magetan Positif Corona 

Hal itu membuat kesepakatan memperpanjang PSBB untuk Surabaya diwakili Sekretaris Kota (Sekkota) Surabaya Hendro Gunawan. Padahal kepala daerah lainnya seperti Nur Ahmad dan Sambari tetap memilih bertahan di lokasi.

Rapat Pembahasan PSBB“Tadi ada Ibu Wali Kota Risma, kemudian beliau ada tugas yang lain jadi beliau minta izin,” terang Khofifah dikutip Jatimtimes.com.

Khofifah menjelaskan, rapat koordinasi ini menelaah kasus Covid-19 di Surabaya. Sehingga dia menetapkan perpanjangan PSBB Surabaya Raya. Sebab ternyata 14 hari bukanlah waktu yang cukup untuk menghentikan penyebaran Covid-19.

Baca  Gubernur Khofifah: Perusahaan Wajib Bayar THR, Corona Jangan Jadi Alasan!

Hasil kajian pakar epidemiologi mencatat jika infeksi Covid-19 terus bergerak bahkan di atas 14 hari. Masa tersebut tidak cukup menjamin berhentinya penyebaran Covid-19.

Sementara, Sekretaris Kota Surabaya Hendro Gunawan mewakili Risma mengungkapkan jika perpanjangan PSBB telah melalui beberapa pertimbangan seperti yang disampaikan oleh gubernur serta pakar epidemiologi.

“Bahwa pandemi ini masih perlu dikaji ulang terkait masa PSBB. Dari beberapa kajian dan hasil diskusi arahan Gubernur Khofifah memang diarahkan untuk perpanjangan PSBB. Dan kami beberapa kabupaten kota sepakat untuk bisa memperpanjang selama 14 hari ke depan,” pungkasnya. (BL)

Share :

Baca Juga

Daerah

Empat Anak di Sumsel Positif Corona, Penyebabnya Sulit Dideteksi

Daerah

Setelah Mengamuk Soal Mobil PCR, Risma Terdiam Dipermalukan Penjelasan Gugus Tugas

Daerah

Pedagang Positif Corona, 2 Pasar di Palembang Ditutup

Daerah

Ini ‘Zona Merah’ Corona di Jawa Barat Menurut Ridwan Kamil

Daerah

Risma Beda dengan Khofifah Mengenai Pabrik Rokok Sampoerna Klaster Baru Corona

Daerah

Izinkan Tarawih Berjemaah, Pemkot Bengkulu Siapkan Pos Kesehatan di Masjid

Daerah

Terkait Covid 19, Gubernur: Sejumlah Kebijakan Pusat Kacaukan Skenario Daerah

Daerah

Lucu! Gubernur Edy Rahmayadi Suruh Pasien Corona Push Up: Mereka Sehat-sehat Kok