Home / Nasional

Kamis, 6 Februari 2020 - 05:00 WIB

Paket Prabowo Subianto-Puan Maharani Sudah Dirancang Jauh-jauh Hari

BERITAWAJO.COM, JAKARTA – Analis politik Pangi Syarwi Chaniago menilai simulasi Prabowo Subianto – Puan Maharani sebagai pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (Capres-Cawapres) 2024, memang telah dirancang jauh-jauh hari.

Pangi mengaitkan duet Prabowo-Puan dengan janji politik Megawati Soekarnoputri di Istana Batu Tulis (16 Mei 2009), yang akan mengusung mantan Danjen Kopassus TNI AD itu sebagai Capres di Pilpres 2014. Namun faktanya berbeda, PDI Perjuangan waktu itu memajukan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Baca  Viral! Gaji Rp20 Juta Ngaku Rakyat Kecil Terdampak Corona, Ngemis Bansos


Foto Istimewa

Nah, direktur eksekutif Voxpol Center Research and Consulting ini menduga janji politik itu akan ditunaikan Megawati pada Pilpres 2024 mendatang dengan mengusung pasangan Prabowo – Puan.

“Simulasi Prabowo – Puan sebetulnya sudah lama dirancang, sesuai dengan janji Megawati. Beliau akan menunaikan janji politiknya yang sempat tertunda karena mendukung Jokowi (2014), padahal dulu Megawati sudah berjanji akan mendukung Prabowo dalam perjanjian Batu Tulis. Megawati ingin menunaikan janji politiknya yang sempat tertunda,” kata Pangi kepada jpnn.com (grup fajar.co.id), Kamis (6/2).

Baca  Sultan Husain Syah: Ibadah Haji Saja Ditunda, Kenapa Pemerintah Ngotot Gelar Pilkada?

Pria yang beken disapa dengan panggilan Ipang ini juga memandang bahwa duet Prabowo – Puan punya kans yang besar yang terpilih. Namun, para kandidat penantang yang mungkin muncul tidak boleh dianggap remeh.

“Pasangan lain juga jangan dianggap remeh, seperti simulasi Anies Baswedan – Gatot Nurmantyo. Kalau nama lain, Moeldoko dan Risma misalnya, masih jauh. Moeldoko racikan elektoralnya masih rendah, Bu Risma akan terbentur apabila Puan Maharani maju,” tutur Ipang.

Baca  Ilmuwan Lintas Universitas Perkirakan Sudah Ada 32 Ribu Kasus Positif Corona di DKI

Pengamat asal Sumatera Barat ini menambahkan, peta politik ke depan akan sangat dinamis. Apalagi ini Pilpres masih jauh. Empat tahun lagi. Sehingga, terlalu dini sebenarnya bila membahas soal kans pada kandidat yang sudah jadi perbincangan publik.

Demikian berita ini dikutip dari FAJAR.CO.ID untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Share :

Baca Juga

Nasional

Puji Anies: Ketua Gugus Tugas, Kasus Corona di Jakarta Menyusut Drastis

Nasional

Jubir Pemerintah RI Bantah Tudingan Manipulasi Data Kasus Corona
Terima 500 TKA China

Nasional

Fadli Zon Semprot Kemenaker Terima 500 TKA China: Negara Ini Milik Siapa?

Nasional

Jika PSBB Gagal, Langkah Berikutnya Karantina Nasional?

Nasional

Rizal Ramli Ingatkan Jokowi: Nyawa Lebih Penting dari Proyek!

Nasional

MUI Kecam Sikap Pemerintah Akan Gunakan Cara Darurat Sipil, Malah Jauh dari Konstitusi

Nasional

KPK Beber Kasus Korupsi yang Jadi Perhatian Jokowi, Libatkan Lintas Negara

Nasional

Anak Buah Luhut: Indonesia Memang Butuh 500 TKA Asal China