Home / Hukum

Selasa, 14 April 2020 - 04:47 WIB

Napi Asal Sulsel Ini Menolak Dibebaskan Pemerintah: Mending di Sini, Banyak Teman

Samarinda – Seorang narapidana asal Parepare, Sulawesi Selatan yang menjadi warga Rutan Klas II A Samarinda, Kalimantan Timur menolak untuk dibebaskan.

Padahal, pria tersebut mendapat hak untuk bebas dari program asimilasi Kementerian Hukum dan HAM.

Alasannya, dirinya sudah tidak punya rumah dan sanak saudara jika harus bebas dari penjara.

“Kalau saya keluar, mau ke mana. Mending di sini, sudah banyak teman,” terang Ambo kepada wartawan di Samarinda, Sabtu 11 April 2020 seperti dilansir dari kompascom.

Dirinya lalu menceritakan, di kampung halamannya di Parepare, Sulawesi Selatan, dirinya hanya memiliki seorang anak. Istri pun tak sudah menikah lagi dengan orang lain.

Baca  49 TKA Tiongkok Masuk ke Indonesia, Yasonna: Tidak Ada yang Dilanggar

Tolak Asimilasi Corona karena Tak Punya Rumah dan Keluarga, Napi: Di Rutan Lebih Enak

“Orangtua sudah meninggal. Istri diambil orang (cerai). Saya bagus di sini saja (Rutan). Banyak teman,” tutur dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, dia tak bisa menemui anak semata wayangnya karena wabah corona.

Kegiatan di Rutan

Untuk diketahui, Ambo divonis empat tahun enam bulan penjara pada akhir 2017 lalu. Kini dia sudah menjalani masa tahanan dua tahun enam bulan.

Baca  Massa FPI, GNPF dan PA 212; "India Teroris"

Selama itu, dia mengaku betah selama menjalani kehidupan di dalam rutan.

Selain berolahraga, Ambo sering membantu mengangkat makanan dari keluarga pembesuk. Dari situ kadang dirinya mendapat makanan.

“Saya bantu teman angkat titipan makanan, nanti saya diberi makanan,” kata dia.

Pria yang dulunya berjualan ikan di Pasar Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) itu mengaku betah di dalam penjara.

“Mending di sini. Nyaman di sini. Sudah betah,” kata dia.

Tak hanya Ambo yang menolak hak asimilasi

Menurut Kepala Rutan Klas IIA Samarinda, Taufiq Hidayat, total napi yang mendapat asimilasi di tengah wabah corona berjumlah 137 orang.

Baca  KPK Soroti Kinerja Anies Baswedan, Kok Bisa?

“Tapi, empat napi enggak mau keluar karena tidak punya tempat tinggal. Mereka memilih tetap tinggal di dalam (rutan),” ungkap dia saat dihubungi terpisah.

Taufik menjelaskan, penerima asimilasi juga harus punya keluarga jelas, tempat tinggal yang jelas, karena mereka belum bebas, hanya menjalani masa tahanan di rumah karena Covid-19.

Untuk para napi yang masih menjalani masa tahanan di rutan, pihaknya tetap memberlakukan olahraga rutin hingga memberi asupan makanan sehat agar menghindari penyebaran corona. (MT)

Share :

Baca Juga

Hukum

Suap Impor Bawang, Eks Politikus PDIP Dituntut 10 Tahun Bui

Hukum

Rocky Gerung Dipanggil Polisi Terkait Laporan Henry Yosodiningrat. Kasus Apa?

Hukum

Waw! Sebanyak 18.062 Narapidana dan Anak Telah Dibebaskan

Hankam

Gawat! Laporan WSJ; China Suap NU dan Muhammadiyah Soal Uighur
Luhut pun Banjir Dukungan

Hukum

Perkarakan Said Didu, Luhut pun Banjir Dukungan

Hukum

Bikin Prank Kejang-kejang Kena Corona, Wanita di Bone Sulsel Ditetapkan Jadi Tersangka

Hukum

Penindakan KPK Dikuasai Kader Polisi, Ini Kritik Hehamahua

Hukum

Diduga Hasil Korupsi, Harta Rp 4 T Milik Mantan Pejabat BUMN Akan Dilaporkan Ke Penegak Hukum