Home / Islam

Rabu, 22 April 2020 - 12:55 WIB

MUI: Wilayah yang Masih Zona Hijau Boleh Gelar Shalat Jamaah Termasuk Tarawih dengan Catatan

Jakarta – Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhyiddin Junaidi menyatakan bagi wilayah-wilayah yang masih berstatus zona hijau virus corona di Indonesia bisa menyelenggarakan salat tarawih maupun salat fardu lima waktu dan salat Jumat secara berjamaah.

Hal itu ia katakan berdasarkan Fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ibadah dalam Situasi Terjadi Wabah Covid-19.

“Di wilayah-wilayah yang terkendali, tidak dianggap sebagai daerah merah dan kuning. Maka ibadah ritual seperti salat fardu, Salat Jumat, Salat Tarawih kemudian salat Idul Fitri itu bisa diselenggarakan secara normal. Karena dianggap tak ada ancaman,” kata Muhyiddin dalam konferensi pers melalui sambungan jarak jauh, Rabu (22/4).

Baca  Tanpa Jarak, Ribuan Orang Tarawih di Masjid Baiturrahman Aceh

Diketahui, status hijau virus corona menunjukkan bahwa wilayah tersebut tak memiliki pasien positif serta pasien dalam pengawasan (PDP).

Sebaliknya, Muhyiddin menegaskan masyarakat yang berada di wilayah yang berstatus zona kuning dan merah pandemi corona wajib menggelar ibadah di rumah masing-masing.

“Ibadah-ibadah wajib mau pun yang sunnah itu semua dilakukan di rumah masing-masing,” kata dia.

Muhyiddin lalu menyatakan bahwa seseorang yang memiliki status sebagai ODP dan PDP virus corona diharamkan untuk beribadah di masjid. Sebab, mereka memiliki potensi untuk menularkan virus tersebut ke jamaah lainnya.

Baca  MUI: Meskipun Pandemi Corona Puasa Ramadhan Tak Bisa Diganti Fidiah!

Terpisah, Wakil Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Didin Hafidhuddin menyatakan gelaran salat berjamaah di zona hijau virus corona diperbolehkan dengan catatan.

Beberapa catatan itu di antaraya adalah jumlah jamaah tidak boleh terlalu banyak dalam suatu masjid. Selain itu, ia juga menyatakan para pimpinan MUI di daerah zona hijau wajib mengantisipasi membludaknya jamaah di suatu masjid untuk menghindari penularan.

Baca  MUI Bahas Fatwa Shalat Tanpa Wudhu dan Tayamum bagi Petugas Medis yang Tangani Corona

“Terhadap pimpinan MUI daerah, wajib harus hati-hati, jangan sampai terdampak dan berubah statusnya jadi zona kuning sampai merah,” kata dia.

Diketahui, beberapa elemen organisasi Islam berkukuh tetap ingin menggelar tarawih saat mewabahnya virus corona. Sebagai contohnya, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh tak melarang salat tarawih berjemaah di tengah wabah corona dan tetap digelar seperti biasanya.

Hingga saat ini Provinsi Aceh tercatat memiliki tujuh kasus virus corona. Dari jumlah itu, empat dinyatakan sembuh, satu pasien meninggal dan dua lainnya di rawat di rumah sakit. (rzr/bmw)

Share :

Baca Juga

Islam

Akun IG UAS; yang Real Radikal Itu Corona Bukan UAS

Global

Mengharukan! Masyarakat Hindu India Ini Membentuk Pagar Melindungi Umat Islam Shalat Jumat

Islam

DPR Restui Kemenag Pakai Dana Haji APBN untuk Atasi Corona

Islam

Dosen Katolik Ini Akui Kebenaran Nabi Muhammad saw soal Mencegah Corona

Islam

Hukum Shaf Renggang dalam Shalat Berjamaah Karena Takut Covid 19
Beredar Pesan Berantai Whatsapp dari Ustadz Abdul Somad

Islam

Beredar Pesan Berantai Whatsapp dari Ustadz Abdul Somad yang Isinya Terkait Virus Corona

Islam

UAS: Meninggalkan Sholat Jumat Saat Wabah Hukumnya Sunah. Ini Penjelasannya!

Islam

Jadikan Tiga Hal ini Sebagai Ritual Ibadah dalam Menghadapi Corona