Home / Global

Kamis, 2 April 2020 - 20:19 WIB

Miris! Wabah Corona: Muslim Rohingya di Myanmar, Satu Toilet Gantian 40 Orang

BERITAWAJO.COM – Organisasi hak asasi manusia, Human Rights Watch, HRW, mengatakan warga di pengungsian sangat rentan terhadap virus corona karena situasi kamp yang terlalu padat, adanya larangan bepergian dan sanitasi yang buruk.

Infeksi positif virus corona di Myanmar diumumkan minggu lalu, dan korban jiwa pertama terjadi hari Senin (30/03).

Sebelumnya, pemerintah Myanmar mengatakan bahwa gaya hidup dan pola makan di negara itu telah melindungi mereka dari virus.

Myanmar, negara dengan 51 juta penduduk, memiliki sistem kesehatan yang buruk.

Baca  Sempat Dinyatakan Sembuh, Pria Ini Meninggal Karena Corona

Sebagian besar penduduk tidak memiliki layanan kesehatan dasar, menurut, Profesor Nehginpao Kipgen dari Jindal School of International Affairs kepada BBC News. Apa lagi warga yang berada di pengungsian.

Warga yang tinggal di pengungsian kadang harus berjuang untuk layanan dasar seperti akses untuk mendapatkan air bersih dan layanan dasar lain.

“Kondisi kesehatan sudah sangat buruk bagi para pengungsi di kamp-kamp di Rakhine, Kachin, dan bagian utara Shan, dan kini Covid-19 mengancam komunitas yang rentan ini,” kata Brad Adams, Direktur Asia HRW.

Baca  116 Warga Korsel Kembali Positif Covid-19 Setelah Sembuh

Organisasi non-profit Inggris Oxfam menggambarkan situasi di salah satu kamp di negara bagian Rakhine dan kesulitan perawatan kesehatan bahkan dalam keadaan sekarang ini.

“Jika ada yang sakit dan butuh perawatan dari spesialis, mereka harus meminta izin resmi yang bisa memakan waktu beberapa hari. Lalu mereka harus membayar pengawalan keamanan untuk pergi ke rumah sakit,” kata Oxfam dalam pernyataan mereka.

Para pengungsi Rohingya berada di kamp yang sangat kotor, kata HRW.

Gelombang kekerasan komunal di Myanmar telah membuat puluhan ribu orang mengungsi, kebanyakan adalah etnis minoritas Muslim Rohingya yang dipersekusi.

Baca  Ke Media Australia, Anies Mengaku Sempat Dilarang Tes Corona

Menurut laporan yang diterbitkan oleh HRW pada hari senin (30/03), sekitar 130.000 Muslim di Rakhine hidup di kamp tahanan terbuka, yang nyaris tidak memiliki akses terhadap fasilitas kesehatan, serta tak ada fasilitas tes terhadap Covid-19 sama sekali.

Laporan ini menyatakan dalam kamp-kamp seperti itu, satu toilet digunakan bergantian oleh 40 orang, hanya dengan satu akses air bersih untuk sekitar 600 orang.

Laporan oleh wartawan BBC Yvette Tan.

Share :

Baca Juga

Global

Akibat Corona Salat Tarawih di Masjidil Haram dan Nabawi Tahun Ini Hanya 11 Rakaat

Global

Ajak Semua Orang Kembali Pada Tuhan, Trump Tetapkan Hari Berdoa Nasional

Global

Raja Salman Keluarkan Dekrit Pembukaan Kembali Pelataran Masjidil Haram untuk Tawaf Sunah

Global

Ibrahim al-Ubeidi: Covid-19 Rencana Israel-AS untuk Menutupi Sesuatu?

Global

Sekolah Islam di Inggris Menempati Peringkat Tertinggi Kinerja Sekolah

Global

Pria Ini Tinggal Bersama 4 Istri dan 16 Selingkuhannya dalam Satu Rumah. Kok Bisa?

Global

Waduh, Pria Ini Tewas Diserang Ayam Sabung Peliharaannya

Global

Sekolah Diliburkan Akibat Corona, Kelas Online Diaktifkan