Home / Ekonomi

Selasa, 21 April 2020 - 03:39 WIB

Minyak dan Saham Rontok, Harga Emas Bangkit ke Rp924 Ribu

Jakarta – Harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam berada di posisi Rp924 ribu per gram pada perdagangan Selasa (21/4) atau naik Rp7.000 dari Rp917 ribu per gram dibandingkan kemarin.

Harga pembelian kembali (buyback) juga naik Rp7.000 per gram dari Rp816 ribu menjadi Rp823 ribu per gram pada hari ini.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp486 ribu, 2 gram Rp1,79 juta, 3 gram Rp2,67 juta, 5 gram Rp4,44 juta, 10 gram Rp8,81 juta, 25 gram Rp21,93 juta, dan 50 gram Rp43,78 juta.

Baca  Syahrini Jual Mukena Seharga Rp 5 Juta Berlabel Emas. Yuk, Intip Potonya

Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp87,5 juta, 250 gram Rp218,5 juta, 500 gram Rp436,8 juta, dan 1 kilogram Rp873,6 juta.

Harga jual emas sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

Berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX, harga emas di perdagangan internasional ada di posisi US$1.705 per troy ons atau turun 0,32 persen. Begitu pula, dengan harga emas di perdagangan spot terkoreksi 0,34 persen ke US$1.689 per troy ons pada pagi ini.

Baca  Minyak Dunia Jeblok, Luhut Belum Pertimbangkan Turunkan Harga BBM

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra memprediksi harga emas menguat sepanjang perdagangan hari ini karena investor masih diselimuti kekhawatiran terhadap perekonomian global.

Imbasnya, mereka melarikan modalnya dari aset berisiko tinggi kepada safe haven, yaitu emas. “Kalau sentimen di pasar negatif, harga emas malah naik karena investor mencari aset yang aman,” katanya.

Baca  Menteri Teten: Dana Kartu Prakerja Lebih Baik untuk Pelindung Rakyat

Sentimen negatif pasar tampak pada harga minyak mentah global. Pada perdagangan Senin (20/4), minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) di pasar spot anjlok hingga minus US$37,63 per barel.

Ini merupakan harga terendah sejak New York Mercantile Exchange (NYMEX) membuka perdagangan minyak berjangka pada 1983 silam.

“Hari ini, ada potensi upside (kenaikan) di level support US$1.685 sampai US$1.720 per troy ons,” terang Ariston. (CNN)

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Corona Munculkan Lonjakan Pengangguran Terparah

Ekonomi

Menteri Teten: Dana Kartu Prakerja Lebih Baik untuk Pelindung Rakyat

Ekonomi

Stafsus Sri Mulyani Ungkap Utang-Piutang Pusat dengan DKI di Bawah Kendali Anies

Ekonomi

Anggota Komisi XI DPR RI; Karena Virus Corona, Ekonomi RI Bisa Terjun Bebas

Ekonomi

Waduh! Ternyata Ini Biang Kerok Gula Langka dan Harga Mahal

Ekonomi

Hebat! Pengusaha Baju Gamis Ini Banting Stir Produksi 100 Juta Masker Dibagikan Gratis

Ekonomi

Mayoritas Ekonomi Keluarga Terdampak Covid-19, Begini Solusi Sandiaga Uno
Pemerintah Siapkan Insentif Bagi Petani

Ekonomi

Redam Imbas Corona, Pemerintah Siapkan Semacam Insentif Bagi Petani