Home / Pemerintah

Sabtu, 28 Maret 2020 - 11:42 WIB

Menkeu Sri Mulyani Ngutang 5 Triliun, Komisi XI: Kita Enggak Pernah Tahu Kapan Diajukan

Anggota Komisi XI DPR RI, Kamrussamad/Net

Anggota Komisi XI DPR RI, Kamrussamad/Net

BERITAWAJO.COM – Pemerintah Indonesia melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani mengajukan utang kepada Bank Dunia sebesar 300 juta dolar AS atau sekitar Rp 5 triliun. Pengajuan ini pun telah disetujui pihak Bank Dunia.

Anggota Komisi XI DPR RI, Kamrussamad, mengaku terkejut dengan persetujuan utang yang diajukan Indonesia kepada Bank Dunia tersebut. Terlebih dia mengetahui utang itu semula diajukan untuk mengatasi kisruh di Jiwasraya, namun baru cair pada saat adanya wabah corona.

Baca  Waketum MUI: DPR Sudah Singa Ompong Bagaikan Singa Tua

“Kaget. Pemerintah cekatan sekali, mengurus pinjaman ke Bank Dunia. Kita tidak pernah tahu kapan diajukan, tiba-tiba keluar persetujuan Dewan Direktur Eksekutif Bank Dunia terhadap pinjaman 300 juta dolar AS, dengan alasan reformasi sektor keuangan Indonesia,” ucap Kamrussamad, Jumat (27/3).

Kamrussamad pun mendesak Menkeu untuk terbuka mengenai peruntukan uang Rp 5 triliun itu kepada rakyat.

Baca  Kemenkeu: Iuran BPJS Kesehatan Harusnya Lebih Tinggi

“Menkeu harus menjelaskan peruntukkan dan penggunaan utang 300 juta dolar AS tersebut untuk apa. Karena saat ini kondisi Indonesia memerlukan pembiayaan besar di sektor kesehatan akibat Covid-19,” tegasnya.

Selain itu, Politikus Partai Gerindra ini menyinggung mengenai adanya pernyataan Bank Dunia yang menyebut setengah penduduk Indonesia tidak memiliki rekening bank. Menurutnya, hal itu tidak tepat disampaikan Bank Dunia.

“Ada 267 rakyat Indonesia berada pada kelompok usia yang berbeda-beda, usia 0-16 tahun kemungkinan besar belum memiliki rekening karena belum ada KTP dan kegiatan berbasis keuangan,” katanya.

Baca  Lagi, Polisi Aktif Mengisi Posisi Jabatan Sipil

Oleh sebab itu, pihaknya mendesak Menkeu Sri Mulyani dan OJK untuk membuka data pemilik rekening bank dalam kurun waktu lima tahun terakhir. “Apa benar tuduhan Bank Dunia bahwa setengah penduduk tidak memiliki rekening bank,” tandasnya

Artikel ini telah tayang di Rmol.id

Share :

Baca Juga

Pemerintah

Situasi Corona, Erick Thohir Pastikan Proyek Kereta Cepat Tetap Jalan

Pemerintah

Indonesia Bakal Dibanjiri 60 Ribu Ton Daging Impor Brasil-India

Kesehatan

Bidan Honorer Asal Pangkep Ini Digaji Rp 300 Ribu per Bulan, Plus Jadi Perawat dan Dokter

Pemerintah

Rugi Berlipat Proyek Kereta Cepat di Depan Mata

Pemerintah

Harga Masker Tinggi, Menkes: “Salahmu Sendiri Kok Beli”

Nasional

Honorer K2 Minta Passing Grade Turun, Pati Sunandar: Namanya Makin Tua, Daya Ingat Berkurang

Pemerintah

Jokowi Mengizinkan Pihak Asing untuk Mengelola Aset Negara. Kok Bisa?

Pemerintah

Jawaban Sri Mulyani Diminta Pilih Selesaikan Jiwasraya atau Honorer