Home / Ekonomi

Jumat, 1 Mei 2020 - 18:53 WIB

Mayoritas Ekonomi Keluarga Terdampak Covid-19, Begini Solusi Sandiaga Uno

Kondisi ekonomi keluarga Indonesia saat ini di tengah pandemik Covid-19 disebut terus menurun. Bahkan diprediksi, kondisi ini akan terjadi dalam waktu yang panjang.

“Survei yang saya dan tim lakukan menunjukkan bahwa 67 persen masyarakat merasa perekonomian dalam keluarga semakin hari semakin memburuk,” ujar Ketua Umum Relawan Indonesia Bersatu Lawan Covid-19 Sandiaga Salahuddin Uno dalam diskusi daring di akun Youtube Dompet Dhuafa yang dikutip redaksi, Jumat (1/5).

Ia menyebut, setidaknya saat ini ada 1,2 juta pekerja di Indonesia yang dirumahkan dan terancam pemutusan hubungan kerja (PHK). Dari surveinya, 25 persen dari masyarakat Indonesia menyatakan sudah tidak sanggup memenuhi kebutuhan tanpa pinjaman.

Baca  Kenapa Pemerintah Tak Cetak Uang dan Dibagikan ke Rakyat, Bu Sri Mulyani?

“Kondisi masyarakat saat ini sudah manjam (makan pinjaman), kalau tidak ada yang memberikan pinjaman, mereka tidak bisa memenuhi kebutuhan pokok,” jelasnya.

Kemudian, masyarakat yang hanya cukup memenuhi kebutuhan pokoknya selama sepekan hanya berjumlah 20 persen. Sementara yang sanggup memenuhi kebutuhan pokok tanpa meminjam hanya 33 persen. Selanjutnya, masyarakat yang masih memiliki tabungan hanya berjumlah 20 persen.

“Berarti ekonomi keuangan mikro butuh satu suntikan bagaimana paket-paket yang diluncurkan pemerintah dan kerja sama dengan dunia usaha bisa menolong masyarakat yang tadinya masuk kelas menengah kini masuk ke klasifikasi masyarakat rentan miskin,” jelas Sandi.

Baca  Waduh! Ternyata Ini Biang Kerok Gula Langka dan Harga Mahal

Belajar dari pandemik Covid-19 ini, jelasnya, prinsip ekonomi yang baik adalah ekonomi yang memberikan kelonggaran kepada para pengusaha yang sedang membutuhkan.

“Lembaga keuangan mikro syariah harus berkeadilan pada saat sekarang ini. Jumlah usaha jangan ditekan, kalau namanya prinsip syariah anggota tidak bisa bayar, tentu harus dilakukan penjadwalan ulang,” tutur mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini.

“Yang punya kelebihan membantu yang kekurangan, yang berkecukupan membantu yang perlu bantuan. Lembaga keuangan mikro syariah jadi fasilitatornya. Ayo, pada masa pandemik Covid-19 jadikan lembaga keuangan mikro syariah punya tempat,” ujarnya.

Baca  Bank Dunia Kembali Mengucurkan Pinjaman Senilai USD 300 Juta atau Hampir Rp 5 triliun

Di sisi lain, ia berharap pandemik ini dapat mengubah portofolio serta prinsip ekonomi yang saat ini menurutnya lebih cenderung ke arah ekonomi berbasis kapitalis.

“Melalui pandemik ini, bisa jadi pengingat kita, mungkin ekonomi kita yang saat ini terlalu kapitalis yang pertumbuhannya dari dulu terus naik dan naik, namun diakibatkan pandemik pertumbuhannya malah tidak berkelanjutan,” tandasnya. (Rmol)

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Hebat! Pengusaha Baju Gamis Ini Banting Stir Produksi 100 Juta Masker Dibagikan Gratis
Pemerintah Siapkan Insentif Bagi Petani

Ekonomi

Redam Imbas Corona, Pemerintah Siapkan Semacam Insentif Bagi Petani

Ekonomi

Pembiayaan Defisit Rp 1.400 Triliun, Bagaimana Ekonomi RI?

Ekonomi

Sri Mulyani Sebut Ekonomi China Anjlok Beri ‘Shock’ ke RI

Ekonomi

Ekonomi Terpukul Akibat Pandemi Covid-19, Ini Permintaan Jokowi

Ekonomi

Dampak Corona, Utang BUMN Jatuh Tempo Bikin Erick Thohir Cemas

Ekonomi

Menko PMK Sebut Krisis Ekonomi Saat Ini Lebih Parah dari 1998

Ekonomi

Bertambah 5%, Utang Luar Negeri RI Tembus Rp 6.300 T