Home / Pemerintah

Minggu, 12 April 2020 - 17:12 WIB

Masyarakat Mengaku Kesulitan Daftar Kartu Prakerja ala Jokowi. Kok Bisa?

Jakarta – Pendaftaran program kartu prakerja sudah resmi dibuka sejak Sabtu (11/4) kemarin. Namun, sejumlah masyarakat mengaku kesulitan dalam melakukan pendaftaran.

Hal itu dialami oleh Taufik Ahmad (21) saat melakukan pendaftaran pada Sabtu (11/4). Ia mengaku gagal memasukkan sejumlah data yang dibutuhkan dalam melakukan pendaftaran program kartu prakerja yang merupakan program Presiden Joko Widodo yang dikebut demi penyelamatan ekonomi di tengah pandemi virus corona.

“Kesulitan mungkin sinyal, karena masalah sinyal itu akhirnya saya biarkan sampai hari ini,” kata Taufik, Minggu (12/4).

Setelah gagal beberapa kali, Taufik pun kembali mencoba mendaftarkan dirinya untuk mengikuti program kartu prakerja pagi ini. Ia menyatakan proses pendaftaran hari ini jauh lebih lancar dibandingkan kemarin.

Baca  Mengapa Jokowi ke Summarecon Mall Bekasi? Tahukah Siapa Pemiliknya?

“Mungkin karena sedikit yang akses jadi berhasil. Tidak seperti semalam yang pasti banyak juga yang mengakses,” ujar Taufik.

Ia juga menceritakan sedikit pengalamannya di akun Twitter nya semalam. Taufik menuliskan “Lagi daftar kartu prakerja, tapi gagal mengunggah terus. Ada yang sama?”.

Tak sendiri, pengalaman hampir serupa dialami Reza Putradarma (25). Ia mengaku kesulitan dalam menyerahkan (submit) hasil tes kompetensi yang dilakukan secara daring (online).

“Kendalanya pas mengerjakan tes itu tidak bisa submit. Jadi harus dicoba tiga kali baru ter-record, tapi per pagi tadi sudah selesai masalahnya kok,” ucap Reza kepada CNNIndonesia.com.

Sementara, ia tak kesulitan dalam mengunggah data pribadi ketika mengisi biodata. Proses pengisian data diakuinya berjalan lancar.

Hanya saja, Reza menilai hal itu akan menyulitkan masyarakat yang sudah lanjut usia. Pasalnya, calon peserta tak hanya harus memasukkan dokumen Kartu Tanda Penduduk (KTP), tapi juga berswafoto (selfie).

Baca  Nasib Gaji ke-13 PNS Diputuskan November 2020

“Proses tidak rumit, tapi mungkin untuk rekan-rekan dengan usia lanjut masih agak susah. Harusnya kalau sudah memasukkan KTP tidak perlu konfirmasi wajah,” kata Reza.

Selain itu, jenis pertanyaan yang ada dalam tes kompetensi dinilai Reza menyulitkan masyarakat yang biasa kerja lapangan atau bekerja kasar.

“Pertanyaan tes menurut saya agak tricky untuk mereka yang biasa kerja kasar dan lapangan,” pungkas Reza.

Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan bahwa pendaftaran program kartu prakerja sudah resmi dibuka untuk gelombang pertama sebanyak 164 ribu peserta. Pendaftaran awal ini akan dibuka hingga Kamis (16/4) pukul 16.00 WIB.

Baca  Ngeri! Skenario Pemerintah dari Dampak Virus Corona; Ringan, Sedang dan Berat

Hasil pendaftaran gelombang pertama akan diumumkan sehari setelah tenggat waktu, yaitu Jumat (17/4). Jika belum diterima pada gelombang pertama, pendaftar dapat bergabung di gelombang kedua dan tidak perlu mengulang proses dari awal.

Secara keseluruhan, pemerintah akan menyalurkan kartu prakerja kepada 5,6 juta orang yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) serta pekerja informal yang pendapatannya tertekan karena penyebaran virus corona.

Setiap peserta akan mendapatkan total insentif bantuan pelatihan sebesar Rp3,55 juta. Dana itu terdiri dari biaya pelatihan sebesar Rp1 juta, insentif pasca pelatihan Rp600 ribu per bulan selama empat bulan, dan insentif survei sebesar Rp50 ribu untuk tiga kali. (aud/DAL)

Share :

Baca Juga

Pemerintah

Prof. Zainuddin: TKI Dilarang Pulang Tapi 39 TKA China Masuk Bintan. Kenapa?

Pemerintah

Situasi Corona, Erick Thohir Pastikan Proyek Kereta Cepat Tetap Jalan

Pemerintah

Pemerintah Akan Tarik Utang Lagi Rp 990 Triliun, Skemanya Masih Disusun

Pemerintah

49 TKA China di Kendari, Stafsus Kemnaker: Ilegal. Luhut: Tak Ada Prosedur Ilegal

Pemerintah

Aksi Demo Besar-besaran Honorer K2, Titi Purwaningsih: Bukan Upaya Menentang Pemerintah

Pemerintah

Video Viral Jokowi Kumpulkan Warga Bogor Bagi Sembako, Ini Penjelasan Istana!

Pemerintah

Ngeri! Skenario Pemerintah dari Dampak Virus Corona; Ringan, Sedang dan Berat

Pemerintah

Menko Mahfud: Haram Tiru Sistem Pemerintahan Era Nabi Muhammad