Home / Politik

Selasa, 12 November 2019 - 01:00 WIB

Mandat Kongres Nasdem, Surya Paloh: Ini yang Paling Terberat Bapak Presiden

BERITAWAJO.COM, JAKARTA – Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh membantah partainya sudah punya pilihan calon presiden untuk Pemilu 2024. Pria kelahiran Banda Aceh berusia 68 tahun itu, juga menepis spekulasi yang menyebutkan Nasdem mendukung Anies Baswedan.

“Kalau berpihak pada Bung Anies, ah salah itu. Berpihak pada Ridwan Kamil, salah juga itu. Khofifah (Indar Parawansa), belum tentu. Jadi siapa? Kita cari bersama,” kata Surya Paloh di hadapan Presiden Joko Widodo, dalam Puncak Peringatan HUT Ke-8 Partai NasDem, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Senin (11/11) malam.

Baca  Aturan Anies dan Luhut Berseberangan, Jubir Pemerintah: Sudahlah Kita Jangan Cari yang Panas


Foto Istimewa

Surya menegaskan, partainya akan menggelar konvensi untuk menjaring calon presiden di Pemilu 2024. “Kami akan lakukan dua tahun sebelum 2024 melalui proses konvensi capres,” katanya, di depan kader Nasdem dan ketua umum parpol yang hadir.

Surya mengakui, saat menerima mandat sebagai ketua umum, forum kongres juga mendorong dia maju di Pemilu 2024. Namun demikian, Surya menyadari betapa berat untuk menerima mandat tersebut.

Baca  Media Asing Sebut Korban Meninggal Akibat Covid-19 di Indonesia Sudah Lebih 2.200 Orang

“Kongres meminta agar saya bersedia menjadi capres 2024. Ini yang paling terberat, Bapak presiden. Mandat sebagai ketum terpilih, bisa saya lakukan. Namun, memberikan harapan bisa jadi capres, saya nyatakan membalikan jarum jam kembali. Saya terima hormat, kalau tawaran ini berlaku 20 tahun lalu saya siap,” ujarnya.

Kongres pun sepakat agar NasDem menggelar konvensi untuk mencari putra atau putri terbaik bangsa untuk meneruskan apa yang sudah dilakukan Jokowi. “Saya berikhtiar, di hadapan tokoh bangsa, partai ini harus berani membuka potensi anak negeri untuk pantas memimpin negeri ini,” ucap Surya.

Baca  Dua Komisioner KPU Dipecat. Pengamat Politik; Indikasi Kecurangan Pemilu 2019

Demikian berita ini dikutip dari FAJAR.CO.ID untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Share :

Baca Juga

Politik

Media Asing Sebut Korban Meninggal Akibat Covid-19 di Indonesia Sudah Lebih 2.200 Orang

Politik

Rizal Ramli: Tunjangan Guru Dipangkas 3,3 Triliun, Stafsus Presiden Dapat Proyek 5,6 Triliun

Politik

DPRD Justru Salahkan Risma: Seharusnya Surabaya Beli Mobil PCR Sendiri

Politik

Jokowi Bagi Sembako Ke Gang Sempit, Pengamat: Janganlah Pak Presiden Ambil Kewenangan Ketua RT

Politik

Keluhan Lonjakan Tarif, PKS Minta PLN Transparan Soal Tarif Listrik di Masa Darurat Corona

Politik

Damai Hari Lubis: Harusnya yang Dicopot Ahok, Bukan Refly Harun!
PDIP Bela Jokowi soal Bagi Sembako

Politik

PDIP Bela Jokowi soal Bagi Sembako: Ada Kemiripan dengan Umar Bin Khattab

Politik

Kritik Dierktur CESPELS; Pakai Jurus Pedagang Tanpa Perencanaan, Cara Jokowi Tangani Covid-19 Patut Dipertanggungjawabkan