Home / Nasional

Selasa, 26 Mei 2020 - 00:07 WIB

Mahfud MD: Di Iran Ribuan Orang Mati karena Salat di Masjid Saat Corona

Menko Polhukam Mahfud MD mengingatkan soal potensi bahaya bagi mereka yang masih nekat untuk beraktivitas di luar ruangan di tengah kondisi pandemi akibat corona. Termasuk di tempat ibadah seperti masjid.

Ia pun menyebut bahwa di Iran ribuan orang meninggal dunia akibat nekat beribadah di masjid. Sekali pun pemerintah telah mengeluarkan larangan untuk melakukan hal tersebut sementara waktu.

“Oleh karena itu kamu jangan datang ke masjid, kerumunan masjid. Kemarin ada orang berteriak di jalan, karena dihalangi pulang kampung dia ngamuk, lalu dia bilang orang yang kena corona itu orang yang tidak salat. Ini mau salat kok kamu larang? Loh, yang di Iran itu mati karena salat di masjid, ribuan orang,” ujar Mahfud dalam acara webinar dengan UNS, Selasa (26/5).

Baca  Ratapan Driver Ojol Saat PSBB, Sampai Diusir dari Kontrakan!

“Di Makkah itu masjid ditutup karena kalau salat rame-rame itu bisa menular,” sambungnya.

Sebelumnya di Indonesia terjadi kasus serupa yang menimpa Kepala Desa Bulaguding, Kecamatan Gadung, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah. Ia dikeroyok akibat melarang warganya salat Id berjemaah. Padahal imbauan itu dimaksudkan agar tak ada warganya yang tertular virus corona.

Baca  Menaggapi Wacana Darurat Sipil, Ini Seruan Habib Rizieq dari Tanah Suci

Larangan atau pembatasan dalam kondisi darurat semisal adanya wabah penyakit, menurut Mahfud, telah dilakukan sejak zaman Nabi dulu. Pembatasan dimaksudkan agar tak ada lagi masyarakat yang terdampak virus itu, namun tanpa membatasi intensitas beribadah seseorang, salah satunya dengan mengeluarkan ketentuan beribadah di rumah.

Sehingga menurutnya pembatasan itu jelas bertujuan baik yakni dimaksudkan agar penularan virus tak lagi meluas penyebarannya.

“Ketika wabah berkembang, nabi mengatakan, hei kamu jangan masuk ke daerah itu, dan yang di dalam jangan keluar. Karena apa, kalau kamu masuk kamu ketularan. Kalau kamu keluar menulari orang lain,” kata Mahfud.

Baca  Kritik Penanganan Corona, Faisal Basri: Komandannya Luhut atau Siapa?

“Itu ajaran karantina wilayah, ajaran lockdown pertama ketika pada zaman nabi ada wabah seperti sekarang ini. Jadi lockdown itu bagus. Lockdown itu dalam arti, kita tidak pakai istilah lockdown, lockdown itu istilah yang umum saja, orang dikurung, tidak boleh pergi, tidak boleh keluar masuk. Tapi kalau kita istilahnya pakai pembatasan gerakan. PSBB, Pembatasan Sosial Berskala Besar. Jadi membatasi gerakan. Itu zaman nabi sudah ada,” tutupnya. (k)

Share :

Baca Juga

Nasional

Paket Prabowo Subianto-Puan Maharani Sudah Dirancang Jauh-jauh Hari

Nasional

Jokowi Ingin Berdamai dengan Corona, Anies Ngotot ‘Gembok’ Jakarta: Harus Tegas

Nasional

Gempa Guncang Kabupaten Selayar, Warga: Bergoyang Tadi Kursi

Nasional

Kisah Lucu dan Mengharukan, ‘Saya Nggak Mudik, Hanya Pulang Kampung’

Nasional

Bandingkan Nabi Muhammad dengan Soekarno, Sukmawati Kembali Bikin Heboh

Nasional

Ahok Dicari-cari Pengamat: Kok Harga BBM Tak Kunjung Turun?

Nasional

Kemenaker: Kami Tak Bisa Tolak Izin 500 TKA China di Sultra

Nasional

Hasil Undian Piala Eropa 2020, Hadirkan Grup Neraka