Home / Nasional

Minggu, 10 Mei 2020 - 22:58 WIB

Luhut: TKA China Masuk Juni – Juli. Kita Harus Jujur!

Pro kontra masuknya 500 tenaga kerja asing (TKA) asal China ke Indonesia di tengah pandemi corona terus bergulir. Meski banyak pihak menolak, tetapi pemerintah tetap bersikukuh. Bahwa kedatangan 500 TKA tersebut memang dibutuhkan Indonesia.

Menurut Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan, ratusan TKA itu akan masuk ke Indonesia sekitar Juni atau Juli 2020. Nantinya, mereka akan bekerja di PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI), Konawe, Sulawesi Tenggara.

VDNI adalah pabrik yang akan memproduksi nikel menjadi lithium untuk bahan baku baterai mobil listrik.

Baca  Aturan Anies dan Luhut Berseberangan, Jubir Pemerintah: Sudahlah Kita Jangan Cari yang Panas

Luhut pun terpaksa “pasang badan” demi mengamankan ratusan TKA itu. Bukan apa-apa, Indonesia memang membutuhkan keahlian mereka. Teknologi VDNI belum dikuasai pekerja Indonesia.

“Memang industri ini harus memerlukan orang-orang yang paham membangunnya. Enggak serta-merta kita siap. Kita enggak siap, kita harus jujur akui itu. Jadi, kalau nanti Juni atau Juli sudah siap, kita harus kerjakan. Nanti tenaga asing kerjakan, biar lah dia kerjakan,” kata Luhut dalam wawancara di RRI secara daring, Sabtu (10/5/2020).

Baca  Luhut Optimis Ekonomi Pulih Bulan Juli, Semua Berkat Tangan Dingin Jokowi

Namun begitu, bukan berarti Luhut membiarkan TKA China memegang kendali atas proyek tersebut. Karena itu, nantinya para pekerja Indonesia akan dilatih di sana.

Luhut menjanjikan 92 persen yang akan bekerja di proyek besar ini adalah orang Indonesia. Politeknik yang sekarang dibangun di Sulawesi Tenggara pun disiapkan agar lulusannya bisa terserap.

Secara bersamaan tenaga kerja Indonesia masuk, di-training, karena kan ada politeknik. “Ya memang teknologinya dari dia (China), ya kita enggak bisa kita yang kerjakan semua. Tetap ada dia (China),” terangnya.

Baca  Adhie Massardi: Strategi Lawan Covid-19 Harus Diganti, Pakailah Jurus Nabi Nuh Dan Yusuf!

Diakui Luhut, pandemi COVID-19 ini menghambat proyek hilirisasi nikel menjadi lithium. Setelah pandemi corona mereda, proyek akan kembali jalan pada Juli mendatang dengan targetnya 2023 sudah beroperasi.

Dengan begitu, Indonesia bisa masuk ke industri bahan baku baterai mobil listrik, sebab mulai 2025 diperkirakan orang-orang di Eropa tak lagi menggunakan mobil berbahan bakar minyak. (BL)

Share :

Baca Juga

Nasional

Konser BPIP Tak Patuhi Social Distancing, Ketua MPR Minta Maaf

Nasional

Hii, Sosok Iblis Jahat Menyerupai Anak Kecil Terekam CCTV Hotel

Nasional

Nilai Tertinggi SKD CPNS, Ini Nama-namanya

Nasional

Kisah Masuk Islam: Seorang Perawat Dan Pasien Muslim

Nasional

Menag Umumkan Nasib Pemberangkatan Jemaah Haji Selasa Besok

Nasional

Punya Kemesraan dengan China, Kepedulian Luhut Diuji dalam Kasus Kematian WNI di Kapal China
Anies Baswedan Dicaci di Indonesia

Nasional

Anies Baswedan Dicaci di Indonesia, Dipuji di Luar Negeri Sejajar dengan Gubernur New York

Nasional

Pilpres 2024, Gerindra Diprediksi tak Usung Anies Baswedan