Home / Nasional

Selasa, 12 November 2019 - 09:00 WIB

KPK Beber Kasus Korupsi yang Jadi Perhatian Jokowi, Libatkan Lintas Negara

BERITAWAJO.COM, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merespons pernyataan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD tentang Presiden Joko Widodo (Jokowi) pernah melaporkan kasus rasuah ke lembaga pemburu koruptor itu. Wakil Ketua KPK Laode M Syarif menyatakan, pihaknya tak pernah menerima laporan dari Presiden Jokowi.

“Dari apa yang disampaikan Menko Polhukam di salah satu acara yang terbuka untuk umum kemarin, kami belum mengetahui kasus apa yang dimaksud, tetapi silakan datang ke KPK jika memang ada yang perlu diketahui penanganannya,” kata Syarif saat dihubungi, Selasa (12/11).

Baca  KPPU Temukan Dugaan Permainan Harga Sehingga Harga BBM Tidak Turun-turun


Foto Istimewa

Syarif mengatakan, Presiden Jokowi hanya menaruh perhatian pada dua kasus, yaitu korupsi pengadaan helikopter AgustaWestland (AW) 101, serta perkara rasuah di lingkungan Pertamina Energy Service (PES) dan Pertamina Energy Trading Ltd (Petral). Menurutnya, KPK sudah menangani kasus-kasus korupsi yang jadi perhatian Presiden Jokowi itu.

Sebagai contohnya adalah kasus korupsi pembelian helikopter AW 101 untuk TNI AU. Menurut Syarif, KPK menggandeng Polisi Militer (POM) TNI untuk mengusut kasus itu.

“KPK menangani satu orang pihak swasta, sedangkan POM TNI menangani tersangka dengan latar belakang militer,” kata dia.

Baca  Imbas Konser Bersatu Melawan Corona, Jokowi Didesak Bubarkan BPIP

Syarif menjelaskan, KPK sedang menunggu Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menghitung kerugian keuangan negara dalam pengadaan AW 101. Selain itu, pengungkapan kasus ini juga sangat tergantung pada keterbukaan dan kesungguhan TNI.

“Pihak swastanya sudah atau tengah ditangani oleh KPK,” ujar Syarif. “Khusus untuk kasus ini kami mengharapkan dukungan penuh presiden dan Menko Polhukam, karena kasusnya sebenarnya tidak susah kalau ada kemauan dari TNI dan BPK.”

Sementara untuk kasus PES dan Petral, kasusnya sudah tahap penyidikan. KPK telah menetapkan tersangka atas nama Bambang Irianto dalam kasus itu.

Baca  Gempa Guncang Kabupaten Selayar, Warga: Bergoyang Tadi Kursi

“Dalam perkara ini, kami membutuhkan penelusuran bukti lintas negara sehingga perlu kerja sama internasional yang kuat. Perlu disampaikan bahwa kasus ini melibatkan beberapa negara, Indonesia, Thailand, United Arab Emirate, Singapore, British Virgin Island.

Hanya saja, KPK juga mengalami kesulitan karena kasus itu melibatkan sejumlah perusahaan cangkang di beberapa negara safe haven seperti British Virgin Island. “Hanya dua negara yang mau membantu, sedang dua negara lain tidak kooperatif,” jelas Syarif.

Demikian berita ini dikutip dari FAJAR.CO.ID untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Share :

Baca Juga

Nasional

Kisah Masuk Islam: Seorang Perawat Dan Pasien Muslim

Nasional

MUI Jatim Sesalkan Petugas PSBB, Kasari Habib Umar Assegaf Bangil

Nasional

Jokowi Minta Ditunjukkan Negara yang Berhasil Lockdown, Natalius Pigai: Vietnam!

Nasional

Ini Baru Kabar Gembira: Hasil Riset Singapura, Corona di Indonesia Berakhir 6 Juni

Nasional

Faisal Basri Heran Banyak Menteri ‘Jegal Gubernur Anies’ Agar Tidak Lockdown Jakarta

Nasional

Dahlan Iskan: Bersyukur Ada Wabah Corona? Rakyat Kecil Bisa Bersedekah ke Pertamina

Nasional

Anies Keluhkan Kebijakan Pemerintah Pusat yang Tak Konsisten

Nasional

Ngaco! Youtuber Ini Tawarkan Rp 10 Juta untuk Orang yang Mau Batalkan Puasa