Home / Nasional

Minggu, 1 Desember 2019 - 04:36 WIB

Kisah Masuk Islam: Seorang Perawat Dan Pasien Muslim

Ini yaitu kisah konkret yang terjadi di negara United Kingdom. kisah ini islamwiki.blogspot.com terjemahkan dari artikel  muslimlinkpaper.com yang terbit pada tanggal 12 Juli 2012. Berikut ini kisahnya.
Nama saya Cassie, umur saya 23 tahun. Saya lulus sebagai perawat yang berkualitas tahun ini dan diberi posisi pertama sebagai seorang perawat rumah. 
Pasien saya yaitu seorang laki-laki Inggris di awal  umur 80-an nya yang menderita Alzheimer. Pada pertemuan pertama, pasien diberikan catatannya dan dari situ saya bisa melihat bahwa ia yaitu seorang yang masuk Islam, sebab itu ia yaitu seorang Muslim. 
Saya tahu dari ini bahwa saya akan perlu untuk mempertimbangkan beberapa cara-cara pengobatan yang tidak bertentangan dengan imannya, dan sebab itu saya mencoba untuk menyesuaikan diri perawatan untuk memenuhi kebutuhannya. Saya membawa beberapa daging ‘halal’ untuk memasak untuknya dan memastikan bahwa tidak ada babi atau alkohol di tempat, menyerupai yang saya lakukan beberapa penelitian yang memperlihatkan bahwa ini dihentikan dalam Islam.
Pasien saya berada di tahap yang sangat maju kondisinya sehingga banyak rekan-rekan saya tidak bisa mengerti mengapa saya mau melalui begitu banyak perjuangan baginya. Tapi saya mengerti bahwa seseorang yang berkomitmen untuk iktikad layak bahwa janji harus dihormati, bahkan jikalau mereka tidak dalam posisi untuk mengerti. 
Pokoknya sesudah beberapa minggu dengan pasien saya, saya mulai melihat beberapa contoh gerakan. 
Pada awalnya saya pikir itu yaitu beberapa gerakan yang ditiru dari melihat seseorang yang melakukan, tapi saya melihat ia ulangi gerakan itu pada waktu tertentu; pagi, siang, malam. 
Gerakannya yaitu mengangkat tangannya, bungkuk dan kemudian meletakkan kepalanya ke tanah. Aku tidak bisa memahaminya. Dia juga mengulangi kalimat dalam bahasa lain, saya tidak tahu bahasa apa itu seolah-pidatonya cadel tapi saya tahu ayat-ayat yang sama diulang setiap hari. 
Juga ada sesuatu yang aneh, ia tidak mengizinkan saya untuk memberinya makan dengan tangan kiri saya (saya kidal).
Entah bagaimana saya tahu ini terkait dengan agama, tetapi tidak tahu bagaimana itu. 
Salah satu rekan saya bercerita perihal Paltalk sebagai tempat untuk perdebatan dan diskusi dan sebab saya tidak tahu ada umat Islam kecuali untuk pasien saya, saya pikir itu akan baik untuk berbicara dengan seseorang secara live dan mengajukan pertanyaan. Saya pergi pada belahan Islam dan memasuki ruang ‘True Message’. 
Di sini saya mengajukan pertanyaan mengenai gerakan berulang-ulang dan diberitahu bahwa itu yaitu tindakan shalat. Saya tidak benar-benar percaya hingga seseorang memasang link dari shalat Islam di youtube. 
Saya sangat terkejut.
Seorang laki-laki yang telah kehilangan semua memori anak-anaknya, kehidupannya, dan hampir tidak bisa makan dan minum, bisa mengingat tidak hanya tindakan shalat tapi ayat yang dalam bahasa lain. 
Ini yaitu tidak kekurangan luar biasa dan saya tahu bahwa orang ini yaitu orang yang saleh dalam iman, yang menciptakan saya ingin mencar ilmu lebih banyak untuk merawatnya sebaik mungkin. 
Baca  MUI Kecam Sikap Pemerintah Akan Gunakan Cara Darurat Sipil, Malah Jauh dari Konstitusi
Ini yaitu kisah konkret yang terjadi di negara United Kingdom Kisah Masuk Islam: Seorang Perawat dan Pasien Muslim
foto ilustrasi – perawat dan pasien alzheimer
Saya tiba ke ruang Paltalk sesering mungkin dan diberi link untuk membaca terjemahan Al-Quran dan mendengarkannya. 
Bab ‘lebah’ menciptakan saya menggigil dan saya mengulanginya beberapa kali sehari. 
Saya menyimpan rekaman Alquran pada iPod saya dan memberikannya kepada pasien saya untuk mendengarkan, ia tersenyum dan menangis, dan dalam membaca terjemahan saya bisa melihat mengapa.
Saya menerapkan apa yang saya dapatkan dari Paltalk untuk merawat pasien saya namun secara sedikit demi sedikit menemukan diri saya tiba ke ruangan untuk menemukan tanggapan untuk diriku sendiri. 
Saya tidak pernah benar-benar meluangkan waktu untuk melihat hidup saya; saya tidak pernah tahu ayah saya, ibu saya meninggal ketika saya masih 3 tahun, saya dan abang saya dibesarkan oleh kakek-nenek kami yang meninggal 4 tahun yang lalu, jadi kini hanya kami berdua. 
Namun, meskipun semua kerugian ini, saya selalu berpikir saya senang. 
Itu hanya sesudah menghabiskan waktu dengan pasien saya yang membuatku merasa menyerupai kehilangan sesuatu. Saya kehilangan rasa tenang dan ketenangan pasien saya, bahkan melalui penderitaan yang terasa. 
Saya ingin bahwa rasa mempunyai dan menjadi belahan dari sesuatu yang ia rasakan, bahkan dengan tidak ada orang di sekelilingnya. 
Saya diberi daftar masjid di kawasan saya dengan seorang perempuan di Paltalk dan pergi untuk mengunjungi salah satu. Saya melihat shalat dan tidak bisa menahan air mata saya.
Saya merasa tertarik ke masjid setiap hari, dan imam serta istrinya akan memberi saya buku-buku dan kaset dan menyambut setiap pertanyaan yang saya miliki. 
Setiap pertanyaan saya usikan di masjid dan di Paltalk dijawab dengan kejelasan tersebut secara mendalam dan tidak bisa melaksanakan apa-apa selain menerimanya. 
Saya tidak pernah berlatih keimanan tetapi selalu percaya bahwa Allah itu ada; Aku hanya tidak tahu bagaimana untuk menyembah Dia. 
Suatu malam saya tiba di Paltalk dan salah satu pembicara di mic menyapa saya. Dia bertanya apakah saya mempunyai pertanyaan, saya bilang tidak. Dia bertanya apakah saya bahagia dengan tanggapan yang saya diberikan, saya berkata ya. 
Dia bertanya kemudian apa yang menghentikan saya mendapatkan Islam, saya tidak bisa menjawab. 
Aku pergi ke masjid untuk menonton sholat subuh. Imam masjid bertanya pertanyaan yang sama, saya tidak bisa menjawab.
Saya kemudian pergi menjenguk pasien saya, saya memberinya makan dan ketika melihat matanya saya gres sadar , ia dibawa ke saya sebab suatu alasan dan satu-satunya hal yang menghentikan saya dari mendapatkan (kebenaran ini) yaitu rasa takut ….bukan takut dalam rasa sesuatu yang buruk, tapi takut mendapatkan sesuatu yang baik, dan berpikir bahwa saya tidak layak menyerupai orang ini.
Sore itu saya pergi ke masjid dan meminta imam  bahwa saya bisa menyampaikan pernyataan keimanan saya, syahadat : . La ilaha illa al – Lah , MUHAMMADUN rasūlu Al – lah. Tidak ada Tuhan selain Allah, Muhammad yaitu utusan Allah.
Dia membantu saya melalui itu dan membimbing saya melalui apa yang saya perlu dilakukan selanjutnya.
Saya tidak bisa menjelaskan perasaan saya rasakan ketika saya menyampaikan itu.
Rasanya menyerupai seseorang membangunkan saya dari tidur dan melihat segalanya lebih jelas.
Perasaannya yaitu sukacita yang luar biasa, kejelasan dan kebanyakan dari semuanya …. damai.
Orang pertama yang saya beritahu bukan saudaraku tapi pasien saya.
Saya menemuinya, dan bahkan sebelum saya membuka verbal ia menangis dan tersenyum padaku.
Saya menangis di depannya, saya berutang begitu banyak.
Saya pulang ke rumah dan log ke Paltalk dan mengulangi kalimat syahadat untuk ruang chat itu.
Mereka semua membantu saya begitu banyak dan meskipun saya  belum pernah melihat satu pun dari mereka, mereka merasa lebih akrab dengan saya dari pada adikku sendiri.
Saya jadinya menelepon saudara saya untuk memberitahu ia dan meskipun ia tidak bahagia , ia mendukung saya dan menyampaikan ia akan berada di sana, saya tidak bisa meminta lebih.
Setelah minggu pertama saya sebagai seorang musm, pasien saya  meninggal dalam tidurnya ketika saya sedang merawatnya. Inna lillahi wa inna ilayhi rajioon .
Dia meninggal secara tenang dan saya satu-satunya orang bersamanya.
Dia menyerupai ayah yang saya tidak pernah miliki dan ia pintu saya ke Islam.
Dari hari syahadat saya hingga hari ini dan untuk setiap hari selama saya hidup, saya akan berdoa supaya Allah memperlihatkan belas kasihan kepadanya dan memberinya setiap perbuatan baik saya tampil di sepuluh kali lipat.
Saya  mencintainya demi Allah dan saya sahalat setiap malam untuk menjadi pahala dari Muslim untuk dia.
Islam yaitu agama dengan pintu terbuka; itu ada bagi mereka yang ingin memasukinya …. Sesungguhnya Allah yaitu Maha Penyayang , Most Kind.
* Catatan * adik kami – Cassie meninggal Oktober 2010 Inna lillahi wa inna ilayhi rajioon , sesudah ia memperlihatkan dakwah kepada kakaknya, yang kini telah mendapatkan Islam Alhamdulillah.

Share :

Baca Juga

Global

Sandingkan Beijing, Tito Karnavian: Jakarta Sekarang Kayak Kampung

Nasional

Bintang Tsurayya Tanda Berhentinya Wabah? Ini Penjelasan Lapan
Sandiaga Bagikan Ratusan Paket Sembako

Nasional

Bantu Nelayan Terdampak Covid-19, Sandiaga Bagikan Ratusan Paket Sembako dan Masker

Nasional

Ngabalin: Kenaikan Iuran BPJS untuk Menjaga Anu….

Nasional

Imbas Konser Bersatu Melawan Corona, Jokowi Didesak Bubarkan BPIP

Nasional

Luhut Tak Mau Lockdown Tanpa Ada Vaksin

Nasional

Ridwan Kamil Jelaskan Mengapa Kasus Corona Terlihat Sedikit, Padahal…

Nasional

500 TKA China Tak Jadi ke Sultra, 3.000 Tenaga Kerja Lokal Bakal Kehilangan Pekerjaan