Home / Nasional

Kamis, 30 April 2020 - 11:21 WIB

Kisah Lucu dan Mengharukan, ‘Saya Nggak Mudik, Hanya Pulang Kampung’

Sekitar 200 pemudik dengan kendaraan roda dua dan 100 kendaraan roda empat yang hendak menyeberang ke Sumatra melalui Pelabuhan Merak tertahan di beberapa check point atau pos pemeriksaan pemudik pada Rabu (29/4) dini hari.

Ratusan pemudik dicegah petugas kepolisian untuk masuk ke pelabuhan karena aturan larangan penyeberangan penumpang mulai berlaku sejak Rabu (29/4) pukul 00.00 WIB.

Imbasnya, ratusan pemudik sempat bersitegang dengan petugas dan memaksa masuk pelabuhan. Beberapa dari mereka bahkan menangis untuk memohon agar dibolehkan menyeberang ke Sumatra.

Salah seorang pemudik, Sugiharto (20 tahun) mengaku kalau dirinya mengetahui imbauan pemerintah untuk tidak mudik. Namun ia menjelaskan dan meyakini kalau tindakannya tidak tergolong sebagai aktivitas mudik, melainkan pulang kampung.

“Saya tahu imbauan pemerintah soal mudik itu, tapi kan Pak Jokowi itu bilangnya melarang mudik, sekarang kan belum mudik, mudik itu kalau sudah dekat lebaran,” kata Sugiharto memohon kepada personel kepolisian yang berjaga di check point Gerem, Kota Cilegon, Rabu (29/4). Hal itu ia sampaikan merujuk komentar Presiden Joko Widodo di salah satu televisi swasta yang viral belakangan.

Baca  Viral, Istana Akhirnya Jelaskan Pernyataan Jokowi Mudik dan Pulang Kampung

Sugiharto menuturkan dirinya adalah warga asli Lampung, sambil memperlihatkan kartu identitasnya kepada petugas. Ia terpaksa mengambil keputusan untuk pergi dari daerah rantauannya di Kota Bekasi karena tidak lagi memiliki tempat tinggal.

“Keluarga saya semua di Lampung, asli Lampung di Bekasi dari 2019 kemarin. Saya kan kerja di bengkel, sementara bengkel sepi jadi nggak ada pemasukan, kontrakkan udah nggak ada lagi, kalau tetap di Bekasi mau tinggal di mana?,” kata dia.

Dia berharap polisi tetap membiarkan dirinya dan para pemudik lain untuk menyeberang melalui Pelabuhan Merak. Hal ini karena nasib mereka di masa wabah Covid-19 ini sudah tidak jelas. “Kasihan Pak, kita orang rantau di sini sudah tidak ada lagi pemasukan,” ujarnya memelas.

Baca  Kisah Pilu Ibu di Gorontalo yang Harus Kembalikan BLT Covid-19 yang Sudah Diterimanya

Penuturan yang sama juga dijelaskan oleh seorang pemudik lain, Rendi (27 tahun) yang mengatakan tindakan orang-orang yang hendak menyeberang ke Sumatera saat itu bukanlah kegiatan mudik, namun pulang kampung. “Saya nggak mudik, saya cuma mau pulang ke keluarga,” ungkapnya kepada petugas kepolisian.

Sambil meninggikan suaranya kepada personel polisi ia memohon agar tetap diizinkan menyeberang. “Emang Bapak mau biayai hidup saya? Ngasih tempat tinggal untuk saya? Makanya saya ingin pulang biar bisa ketemu keluarga,” ujarnya.

Dia mengaku sudah bingung dengan nasibnya di tempat perantauan karena sudah tidak bekerja selama dua bulan. Pria yang sebelumnya bekerja di Tangerang ini bahkan tidak lagi mampu untuk mencukupi kebutuhan makan sehari-hari.

Baca  Survei: Penanganan Corona oleh Provinsi Lebih Baik dari Pusat

“Saya sudah dua bulan nggak kerja, nggak bisa bayar kontrakkan buat makan aja saya susah,” jelasnya. Pandemi yang terjadi belakangan memang memicu gelombang PHK di kota-kota besar di Tanah Air. Hal ini tergambar dari membeludaknya pendaftar Kartu Prakerja yang telah mencapai 8,5 juta orang pada Selasa (28/4).

Saya sudah dua bulan nggak kerja, nggak bisa bayar kontrakkan buat makan aja saya susah.

Sebagai warga yang turut terdampak Covid-19, Rendi mengaku sempat mendaftar untuk mendapat bantuan demi mencukupi kebutuhan sehari-hari. Namun ia mengatakan hingga kini belum ada bantuan yang ia dapatkan meskipun sudah mendaftar kepada RT RW.

“Saya sudah ngumpulin KTP buat dapat bantuan, tapi sampai sekarang belum ada juga. Tolonglah sekarang ini hidup saya sudah susah,” katanya. (rep)

Share :

Baca Juga

Nasional

Politikus PDIP Polisikan Novel, Pengacara: Dewi Tanjung Sedang Pertontonkan Fitnah Keji

Nasional

Jokowi Sentil Anies Cs: Jangan Mau Enaknya Doang

Nasional

Jokowi Mengatakan Klorokuin Bisa Sembuhkan Pasien Corona, Kominfo Langsung Ralat. Sumule; Sebar Hoax Dong?

Nasional

Dua WNI Terinfeksi Corona, Tapi Kok RI Malah Tarik Banyak Wisatawan Mancanegara?

Nasional

Pelabuhan Merak Tak Jadi Hentikan Layanan untuk Pemudik

Nasional

Menolak RUU Omnibus Law, Buruh Rencana Mogok Massal

Nasional

Honorer K2 Minta Passing Grade Turun, Pati Sunandar: Namanya Makin Tua, Daya Ingat Berkurang

Nasional

Bamsoet soal Lelang Motor Jokowi: Kami Kena Prank