Home / Pendidikan

Minggu, 15 Desember 2019 - 16:29 WIB

Ketum IGI; Nafsu Proyek di Kmendikbud Sangat Besar!

Ketum IGI

Ketum Ikatan Guru Indonesia (IGI), M Ramli Rahim bicara blak-blakan mengenai para pemain proyek di Kementerian Pendidikan yang nafsunya Gede.

Dia mencontohkan, misalnya pelaksanaan UN. 

“Belum tuntas polemik Ujian Nasional, nafsu proyek di jajaran Kemendikbud langsung menampakan diri. Nafsu ngeproyeknya gede banget,” kata Ramli dalam pesan elektroniknya, Minggu (15/12). 

Melalui Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kemendikbud Ade Erlangga menyebut anggaran bisa dialokasikan kepada kebutuhan yang sifatnya lebih penting.

Baca  Begini Cara Mendidik Anak di Zaman Modern Menurut Abdul Somad

“Lalu UN nantikan enggak ada lagi, UN atau diganti lebih ke arah asesmen itu, yang selama ini berapa biaya ratusan miliar yang kemudian bisa kita alokasikan untuk bisa apa misalnya untuk pengembangan infrastruktur bisa memperbaiki sekolah-sekolah,” katanya.

“Lalu kemudian untuk mengembangkan guru penggerak itu kan jadi nanti bisa meningkatkan kesejahteraan guru, bisa kita alihkan ke hal-hal yang lain yang memang itu menjadi antesa dan variabel,” katanya.

Baca  Agar Belajar Membaca al-Quran Menyenangkan Bagi Anak Anda

Jika mengacu kepada hal tersebut, kata Ramli, sangat tampak bahwa anggaran tersebut betul-betul hanya diarahkan pada kegiatan-kegiatan yang bersifat proyek. Sama sekali tidak ada pikiran untuk berupaya mengembalikan anggaran itu ke negara untuk dialokasikan untuk pengangkatan guru yang saat ini 52% sudah berstatus non PNS.

Bagi iGI, jika nafsu Kemendikbud ini tidak berubah maka jangan pernah berharap pendidikan kita lebih baik. Bagaimanapun guru adalah prasyarat pendidikan. Tanpa guru yang baik dan berkualitas maka pendidikan tidak akan ada gunanya.

Baca  Madrasah Dirobohkan TNI, Kok Bisa? Begini Cerita Sebenarnya

Sarana dan prasarana tidak akan banyak bermanfaat Bahkan kurikulum yang baik pun tidak akan mampu membuat pendidikan lebih baik.

Dia melanjutkan, jika Kemendikbud hanya memikirkan proyek dan proyek saja maka akan tampak terlihat bahwa pemerintah semakin menikmati guru dengan upah murah Rp 100.000 per bulan.

Demikian berita ini kami kutip dari JPNN, untuk diketahui masyarakat luas

Share :

Baca Juga

Pendidikan

Keluhan Orangtua, Kenapa SPP Ditagih Padahal Anaknya Belajar dari Rumah

Kesehatan

Bidan Honorer Asal Pangkep Ini Digaji Rp 300 Ribu per Bulan, Plus Jadi Perawat dan Dokter

Pendidikan

3 Syarat Guru Honorer Bisa Digaji Pakai Dana BOS

Pemerintah

Honorer K2 di Ambang Batas Pensiun, Begini Kepasrahan Eko Mardiono Cs
Cara Mendidik Anak di Zaman Modern

Pendidikan

Begini Cara Mendidik Anak di Zaman Modern Menurut Abdul Somad

Global

Sandingkan Beijing, Tito Karnavian: Jakarta Sekarang Kayak Kampung

Pemerintah

708.963 atau 47 Persen Guru Honorer Tak Bisa Nikmati Gaji dari Dana BOS

Pendidikan

Anak Sekolah Belajar di Rumah, Kok SPP-nya Nggak Turun?