Home / Politik

Jumat, 10 April 2020 - 16:41 WIB

Keluhan Lonjakan Tarif, PKS Minta PLN Transparan Soal Tarif Listrik di Masa Darurat Corona

Menyusul banyaknya keluhan masyarakat terkait lonjakan pembayaran tarif listrik bulan Maret 2020, Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraki PKS, Mulyanto, minta PLN segera memberi penjelasan.

PLN perlu memberikan ilustrasi perhitungan tarif listrik yang berlaku selama masa darurat Corona agar masyarakat tidak salah paham.

Sebelumnya, di media sosial banyak ditemukan keluhan pelanggan PLN golongan nonsubsidi tentang tarif listrik Maret 2020. Umumnya pelanggan listrik pascabayar tersebut merasa jumlah tagihan tarif listrik Maret 2020 lebih besar dan tidak wajar.

Mereka menduga PLN telah menaikan tarif listrik secara diam-diam untuk menunjang program diskon tarif dan gratis tarif bagi pelanggan listrik bersubsidi.

Baca  Pandemi, PDIP Akan Tetap Gelar Doa Bersama di Makam Bung Karno

Mulyanto menyayangkan dalam kondisi prihatin seperti ini masyarakat harus menanggung beban tambahan biaya tarif listrik. Padahal sebelumnya Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) sudah berjanji tidak akan menaikan tarif listrik hingga Juni 2020.

“Saya sudah tanyakan langsung masalah ini ke Direksi PLN. Menurutnya, jumlah tagihan listrik bulan Maret dihitung berdasarkan angka rata-rata pembayaran listrik selama 3 bulan terakhir. Karena selama masa darurat Corona PLN meniadakan kegiatan catat meter oleh petugas,” kata Mulyanto di Jakarta, Jumat (10/4/2020).

Baca  Mulan Jameela Kritik Pertamina yang Hanya Peduli Ojek Online

Penjelasan Direksi PLN ini masih membingungkan masyarakat. Jika benar tarif dihitung berdasarkan angka rata-rata penggunaan listrik selama 3 bulan terakhir, harusnya jumlah yang didapat tidak sampai melonjak drastis.

Fakta di lapangan kami dapat laporan ada pelanggan tagihannya melonjak hingga 80% hingga 100%. Ini sangat membingungkan,” ujar Mulyanto.

Untuk itu dia mendesak PLN transparan soal tarif listrik bulan Maret 2020 ini. PLN harus komitmen dengan rencana awal bahwa di masa darurat Corona ini akan meringankan beban tagihan listrik masyarakat dan dunia usaha.

Baca  Meski Heboh Virus Corona, Peziarah Tetap Padati Rumah Opick Lihat Rambut Nabi

Mulyanto menyarankan PLN mencari model perhitungan lain yang tidak memberatkan pelanggan jika cara perhitungan rata-rata ini malah menambah beban masyarakat. PLN harus memahami kondisi masyarakat yang tidak dapat melakukan kegiatan usaha secara normal akibat pandemi Covid 19.

“PLN harus bisa menciptakan suasana kondusif agar masyarakat dapat melalui masa darurat Corona ini dengan tenang dan tidak menimbulkan kegaduhan,” pungkasnya. [rif]

Share :

Baca Juga

Politik

Rocky Gerung: Corona Baru Berhenti di Tahun 2070! Apa Maksudnya?

Politik

Aturan Anies dan Luhut Berseberangan, Jubir Pemerintah: Sudahlah Kita Jangan Cari yang Panas

Nasional

Pengamat: Kritikan Tanpa Bukti, Justru Datangkan Simpati untuk Anies Baswedan

Politik

Damai Hari Lubis: Harusnya yang Dicopot Ahok, Bukan Refly Harun!

Politik

Banjir di Mana-mana Salah Anies, Uchok Sky Khadafi: Anies Ini Gubernur Rasa Presiden

Politik

PKS, Demokrat, dan PAN Desak Jokowi Batalkan Kenaikan BPJS

Politik

Ansor DKI Akan Geruduk Balai Kota Meminta Anies Mundur, FP Betawi: Antara ‘Lapar’ dan Cair Uang Taipan

Politik

DPRD Justru Salahkan Risma: Seharusnya Surabaya Beli Mobil PCR Sendiri