Home / Peristiwa

Minggu, 3 Mei 2020 - 06:49 WIB

Karyawan Pabrik Sampoerna Positif Corona, Lalu Amankah Rokoknya?

Jakarta – PT HM Sampoerna Tbk (Sampoerna) memutuskan menghentikan sementara kegiatan produksi di pabrik Rungkut 2 sejak 27 April 2020 sampai waktu yang belum ditentukan. Kebijakan ini dilakukan untuk melalukan pembersihan area pabrik setelah ada karyawan di lokasi tersebut yang dinyatakan positif virus Corona (COVID-19).

Lantas dengan adanya kejadian tersebut, apakah rokok yang mereka produksi aman dari virus Corona?

Dikutip dari akun Instagram @insidesampoerna, Minggu (3/4/2020), pihaknya telah memastikan kebersihan produk rokok yang mereka hasilkan dengan penggunaan masker dan hand sanitizer untuk karyawan dan pembatasan akses ke area produksi. Menerapkan physical distancing di seluruh area dan fasilitas produksi.

Baca  Penelitian Prancis: 80 Persen Perokok Lebih Terlindung dari Virus Corona

“Ini resmi dari aku sosial media Sampoerna @insidesampoerna,” kata Manager External Communicator Sampoerna Nazrya Octora melalui pesan singkat kepada detikcom.

Sampoerna juga melakukan karantina produk selama 5 hari sebelum pendistribusian, untuk memastikan sanitasi dan kualitas produk.

“Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) serta Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Eropa (European CDC) menyarankan karantina 3 hari untuk memastikan sanitasi produk,” dikutip dari infografis yang diunggah di akun Instagram resminya.

Baca  4 Direktur Garuda Ikut Dicopot, Wamen BUMN Pastikan Keselamatan Penumpang Tetap Terjaga

Menurut keterangan tersebut, COVID-19 bertahan 72 jam pada permukaan plastik dan besi baja, 4 jam pada tembaga, dan 24 jam pada kardus.

“Sampoerna memberlakukan karantina produk selama 5 hari, hampir dua kalilipat dari anjuran otoritas kesehatan dunia,” tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, untuk menekan penyebaran COVID-19, Sampoerna mengharuskan karyawannya yang rentan terpapar untuk bekerja dari rumah seperti karyawan yang sedang hamil, hingga karyawan yang berusia di atas 50 tahun.

Baca  Solusi Jitu! Tidak Perlu Naikkan Iuran, Tambal Defisit BPJS Kesehatan Pake Pajak Rokok

Pihaknya akan memberikan cuti namun tetap mendapatkan gaji bagi pegawai yang positif COVID-19, karyawan yang perlu melakukan karantina mandiri dan karyawan yang harus merawat keluarganya yang terpapar COVID-19. (detik)

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Kisah Pilu, Ojol dan Istri Bersama Bayinya Berusia 20 Hari Diusir dari Kontrakan

Peristiwa

Viral Gadis di Garut Pingsan Dikira Corona, Ternyata Diputusin Pacar

Peristiwa

Blak-blakan Abah Cijeungjing yang Nikah Lagi Diantar Istri

Peristiwa

Cerita Pelanggan PLN yang Tagihan Listriknya Mendadak Meroket 9 Kali Lipat

Peristiwa

Dengar Istri Kawin Lari, Tahanan Rutan Jeneponto Kabur Saat Sujud Pertama Salat Jumat

Peristiwa

Aneh! Bermunculan Gelembung di Sekitar Anak Krakatau Setelah Erupsi

Peristiwa

Untuk Khofifah dan Bu Risma: Seorang PDP Corona Meninggal setelah Ditolak 2 RS
WNI Pekerja di Kapal China

Peristiwa

3 Jenazah WNI Pekerja di Kapal China Dibuang ke Laut Lepas, DPR Minta Kemenlu Lindungi ABK yang Hidup