Home / Kesehatan

Rabu, 6 Mei 2020 - 22:47 WIB

Kacau, Alat Rapid Test China Bikin Orang Negatif Jadi Positif Corona

Hal mengejutkan terjadi ketika ratusan orang di Bali dinyatakan positif Corona dengan hasil rapid test yang reaktif namun kemudian terbantahkan dengan hasil tes swab PCR yang lebih valid. Warga di dusun yakni Banjar Serokadan di Desa Abuan, Bangli, Bali menguji cepat warganya.

Keluar hasil rapid test 443 orang positif. Alhasil, Pemprov Bali melakukan isolasi satu dusun. Ada 1.210 orang warga di Banjar Serokadan.

Namun setelah diuji ulang dengan tes PCR, 275 orang malah dinyatakan negatif. Sementara hasil untuk 139 orang lain masih ditunggu hasil swab-nya.

Baca  Anak Buah Luhut: Indonesia Memang Butuh 500 TKA Asal China

Belakangan diketahui warga Desa Abuan dites dengan alat rapid test bermerek VivaDiag. Alat tes itu merupakan buatan Tiongkok yang diimpor PT Kirana Jaya Lestari.

Kepala Dinas Kesehatan Bali Ketut Suarjaya mengatakan bahwa pihaknya memberi alat rapid test Corona COVID-19 tersebut. Bahkan ada 4.000 unit. Namun setelah hasil kontroversi di Banjar Serokadan, alat tes itu untuk sementara tak lagi digunakan. Alat Vivadiag menurut dia tengah diperiksa oleh Kementerian Kesehatan.

Baca  Luhut: TKA China Masuk Juni - Juli. Kita Harus Jujur!

“Sementara ini rapid test tersebut kami tarik dan diganti dengan yang lain,” kata Suarjaya.

Dijelaskannya bahwa adanya perbedaan hasil tes cepat itu akan ditunjukkan dari pemeriksaan yang dilakukan Kemenkes. Menurut dia, merek VivaDiag sendiri ada dalam daftar yang dicantumkan resmi oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19. Belakangan muncul bantahan soal alat tes itu tercantum resmi.

Secara terpisah, Kepala BPBD Provinsi Bali Made Rentin mengatakan kasus ini masih dalam penelurusan mereka. Namun dibenarkan bahwa VivaDiag untuk sementara ini tak lagi digunakan.

Baca  Hasil Tes Lab Lamban Diterima, Pemerintah Daerah Kelimpungan Deteksi Penyebaran Corona

Menurut pantauan, VivaDiag menjadi salah satu alat test yang direkomendasikan oleh BNPB. Dalam daftar rekomendasi rapid diagnostic test (RDT) antibodi Corona COVID-19 per 21 April 2020. Merek VivaDiag berada pada urutan ke-13.

Alat tes tersebut diproduksi oleh VivaChek Biotech (Hangzhou) Co.Ltd dan diimpor oleh PT Kirana Jaya Lestari. Bahkan PT Kirana Jaya Lestari mendapatkan rekomendasi pembebasan bea masuk dan pajak impor pada akhir Maret 2020. (viva)

Share :

Baca Juga

Kesehatan

Antisipasi Wabah Corona, Ini Cara memakai Masker yang Benar

Kesehatan

Hebat! Wardah Kosmetik Sumbang Rp 40 M untuk Tangani Corona
WNA India Positif Covid-19

Kesehatan

Pemeriksaan COVID-19 di Indonesia Disebut Bertele-tele, Ini Kata Ahli

Kesehatan

Ini Pola Tidur Sehat saat Puasa Supaya Tak Telat Sahur

Kesehatan

Siti Fadilah Supari: Kalau Ada Komersialisasi Vaksin, Maka Pasti Ada Pandemi Lagi

Kesehatan

Penyakit Alzheimer? Jangan Takut, Tempe Obatnya!

Kesehatan

Mencapai Angka 309 Terpapar Corona, Dua Orang Sulsel. Siapa Orangnya?

Global

Antivirus Corona Dibuat; China, Amerika, Israel, Siapa yang Lebih Cepat?