Home / Ekonomi

Rabu, 6 Mei 2020 - 10:43 WIB

Jokowi Tunggu Apa Lagi, Indonesia Satu-satunya Negara di Asia Tenggara yang Belum Turunkan Harga BBM

Ternyata, Indonesia adalah satu-satunya negara di Asia Tenggara yang tidak menurunkan harga BBM ketika harga minyak mentah merosot tajam dalam 3 bulan terakhir. Apa pertimbangan Presiden Joko Widodo.

Kementerian ESDM belum juga menurunkan harga BBM subsidi dan nonsubsidi hingga saat ini. Banyak kalangan mendesak pemerintah untuk menurunkan harga BBM dengan pertimbangan meringankan beban rakyat saat pandemi corona.

Jika melongok ke belakangan, sebenarnya sejak 18 Maret 2020, Jokowi sudah meminta para menterinya mengkaji penurunan harga BBM dalam negeri seiring dengan anjloknya harga minyak mentah dunia. Sekarang harga minyak sudah jatuh hingga ke level 20 dolar AS per barel.

Dikutip dari globalpetrolprices.com yang mencatat harga bensin RON 95 di seluruh dunia, Singapura sudah beberapa kali menurunkan harga sejak pertengahan Februari dari 1,54 dolar AS per liter menjadi saat ini 1,40 dolar AS per liter. Laos juga sudah menurunkan harga dari 1,17 dolar AS per liter pada pertengahan Februari menjadi 1,08 dolar AS per liter.

Baca  Program Keringanan Cicilan Dinilai Masih Berat Sebelah

Harga bensin RON 95 di Thailand pada pertengahan Februari masih 1,03 dolar AS per liter dan sekarang tinggal 0,76 dolar AS per liter. Filipina dari 0,97 dolar AS per liter menjadi 0,79 dolar AS per liter. Kamboja dari 0,96 per liter kini 0,65 dolar AS per liter.

Penurunan harga yang cukup drastis dilakukan Vietnam, yakni dari 0,87 dolar AS per liter pada Februari menjadi 0,50 dolar AS per liter saat ini. Demikian juga dengan Myanmar yang pada Januari lalu mematok harga bensin RON 95 seharga 0,68 dolar AS per liter dan sekarang hanya 0,37 dolar AS per liter. Awalnya harga BBM di Vietnam dan Myanmar lebih mahal dari Indonesia, sekarang jadi lebih murah.

Sementara Malaysia tetap menjadi negara dengan harga BBM termurah di Asia Tenggara. Sejak awal tahun hingga awal Maret 2020, harga bensin RON 95 di Malaysia bertahan di 0,48 dolar AS per liter, kemudian beberapa kali turun hingga menjadi 0,29 dolar AS per liter pada April ini.

Baca  Luhut Optimis Ekonomi Pulih Bulan Juli, Semua Berkat Tangan Dingin Jokowi

Sedangkan Indonesia, sejak awal Februari sampai sekarang masih mempertahankan harga bensin RON 95 di angka 0,65 dolar AS per liter. Di Asia Tenggara, ada 3 negara yang mematok harga BBM lebih murah dibanding Indonesia, yaitu Malaysia, Myanmar, dan Vietnam. Selain itu, harga bensin Indonesia setara dengan Kamboja. Hanya Thailand, Filipina, Laos, dan Singapura yang harga bensinnya lebih mahal dari Indonesia.

Terkait keputusannya untuk menahan harga BBM di tengah murahnya harga minyak, Menteri ESDM Arifin Tasrif mengaku pihaknya mempertimbangkan berbagai hal.

Pertama, menurut dia harga minyak dunia masih belum stabil dan memiliki volatilitas yang cukup tinggi, berpotensi turun atau naik lagi. Pemerintah pun terus memantau perkembangan harga komoditas tersebut.

“Selain itu, (pemerintah) juga menunggu pengaruh dari pemotongan produksi OPEC+ (negara produsen minyak mentah) sekitar 9,7 juta barel per hari pada Mei-Juni 2020 dan pemotongan sebesar 7,7 juta barel per hari pada Juli-Desember 2020, serta 5,8 juta barel per hari pada Januari 2021-April 2022,” kata Arifin Tasrif dikutip kumparan.com dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI secara daring, Senin (4/5).

Baca  Viral, Istana Akhirnya Jelaskan Pernyataan Jokowi Mudik dan Pulang Kampung

Selain itu, menurut Arifin, harga BBM di Indonesia merupakan salah satu yang termurah di antara negara-negara ASEAN dan beberapa negara di dunia. Di sisi lain, volume penjualan BBM dalam negeri turun secara signifikan sekitar 26,4 persen pada April dibandingkan kondisi sebelum pandemi COVID-19 selama Januari dan Februari.

“Jadi, pemerintah masih menjaga harga tetap karena harga minyak dunia dan kurs masih tidak stabil serta dapat turun. Menyikapi kondisi ini, beberapa badan usaha melakukan aksi korporasi seperti pemberian diskon dan antara lain berikan diskon dan pikirkan juga para nelayan yang gunakan Solar dan LPG di daerah yang memang kesulitan biaya kerjanya,” ujar Arifin. (BL)

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Program Keringanan Cicilan Dinilai Masih Berat Sebelah

Ekonomi

Pemerintah Terbitkan Surat Utang Raup Rp11,38 Triliun

Ekonomi

Pengusaha Jamu Kecewa, Satgas COVID-19 DPR Kok Impor Jamu dari Tiongkok?

Ekonomi

Bank Dunia Kembali Mengucurkan Pinjaman Senilai USD 300 Juta atau Hampir Rp 5 triliun

Ekonomi

Harga Minyak Mentah Anjlok Gila-gilaan, BBM Kenapa Tidak Turun?

Ekonomi

Tertipu Belanja Online, Ngadu dan Sampaikan ke Sini!

Ekonomi

Ternyata Tidak Semua, Ini 5 Syarat Korban Corona Bisa Dapat Keringanan Cicilan Kredit

Ekonomi

Bank Dunia Kucurkan Utang Rp3,6 T ke Indonesia Lawan Corona