Home / Nasional

Kamis, 23 April 2020 - 17:11 WIB

Jokowi Sentil Anies Cs: Jangan Mau Enaknya Doang

Presiden Jokowi menyentil kepala daerah di wilayah Jabodetabek yang mendesak penghentian operasional Kereta Rel Listrik (KRL) selama masa wabah corona. Bagi Jokowi, permintaan itu tidak masuk akal dan hanya ingin ‘mau enaknya doang’.

Tetapi, kalau Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, beserta sejumlah kepala daerah di Jawa Barat mau mencarikan solusi apabila KRL disetop, Jokowi mengaku tidak ada masalah.

“Kalau daerah mau mempersiapkan dan menanggung dari keputusan yang diminta itu akan kita berikan,” kata Jokowi dalam wawancara eksklusif di acara Mata Najwa yang disiarkan Trans7, Rabu (22/4/2020) malam.

Baca  Din Syamsuddin Bongkar Percakapan dengan Jokowi: Dia Baik tapi Tak Bisa Atasi Orang Buruk di Sekitar

Jokowi menjelaskan, fasilitas KRL banyak digunakan oleh masyarakat, seperti pekerja harian, buruh, hingga pedagang asongan yang mencari nafkah dari moda transportasi tersebut. Sehingga bila dihentikan secara total, dampaknya akan menimbulkan masalah baru.

Menurut Presiden, pemerintah daerah seharusnya menyiapkan jaring pengaman sosial, bukan hanya meminta pemerintah pusat menghentikan operasional KRL. Pemerintah daerah tidak boleh hanya meminta pemerintah pusat menghentikan operasional KRL kemudian membiarkan mencari solusi sendiri.

Baca  Parah! Agus Salim Minta Tolong Anaknya Tenggelam, Pengunjung Lain Anggap Bercanda

“Jangan hanya meminta dihentikan dan ya sudah masyarakat dibiarkan cari sendiri-sendiri. Enggak bisa seperti itu. Itu yang saya enggak bisa. Bukan masalah kebijakannya. Bukan itu,” katanya.

“Enggak apa-apa dihentikan, enggak apa-apa. Tapi mereka disiapkan dulu. Kalau tidak, kalau ada bus siapkan bus agar tidak berdesakan di KRL. Busnya diisi separuh saja agar ada physycial distancing di situ, sehingga memberikan solusi,” tambah Jokowi.

Baca  Jokowi Minta Ditunjukkan Negara yang Berhasil Lockdown, Natalius Pigai: Vietnam!

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan menyatakan tidak akan menghentikan operasional moda transportasi umum KRL meski ada larangan mudik.

KRL akan tetap beroperasi untuk membantu masyarakat yang bekerja di tengah pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jabodetabek.

“Transportasi massal seperti KRL juga tetap akan jalan, untuk mempermudah tenaga kesehatan, cleaning service dan sebagainya, karena dari temuan kami banyak yang naik KRL bekerja di bidang tadi,” kata Luhut usai mengikuti rapat terbatas dengan Jokowi, Jakarta, Selasa (21/4/2020).

Share :

Baca Juga

Nasional

Rizal Ramli Ingatkan Jokowi: Nyawa Lebih Penting dari Proyek!

Nasional

Luhut Tegaskan, RI Memang tak Bisa Lepas dari China

Nasional

Din: Iuran BPJS Naik Saat Corona, Bentuk Kezaliman Pemimpin

Nasional

Besaran Gaji PPPK, Ini Kabar Bahagia dari Menkeu Sri Mulyani

Nasional

Ditjen Imigrasi Kemkumham Memberikan Izin Tinggal Terpaksa kepada 2.643 WN Tiongkok

Nasional

Turis China Meningkat 1,46% di Tengah Serbuan Corona

Nasional

Kembangkan Varietas Anggur, Mentan Syahrul Beri Nama Jan Ethes SP1

Nasional

Siapkan Duit Rp 720 Triliun, Luhut: Jangan Bilang Saya Mengurusi Semua, Ini juga Bidang Saya