Home / Nasional

Sabtu, 30 Mei 2020 - 07:24 WIB

Jokowi Lanjutkan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Saat Pandemi

Presiden Joko Widodo meninjau proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (12/12/2019). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww.

Presiden Joko Widodo meninjau proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (12/12/2019). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww.

Pemerintah memastikan proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung tetap dilanjutkan saat pandemi COVID-19. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan keputusan ini berdasarkan “arahan bapak Presiden.”

“Terkait dengan program kereta cepat Jakarta-Bandung, arahan bapak Presiden dilanjutkan,” kata Airlangga usai rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo secara daring, Jumat (29/5/2020).

Kementerian PUPR menghentikan sementara proyek ini pada 2 Maret lalu, atau pada hari yang sama dengan pengumuman kasus pertama COVID-19 di Indonesia. Tapi proyek ini dihentikan bukan karena virus tersebut.

Baca  Imbas Konser Bersatu Melawan Corona, Jokowi Didesak Bubarkan BPIP

Mengutip Antara, Plt Dirjen Bina Konstruksi PUPR Danis Sumadilaga mengatakan pada 29 Februari lalu kalau proyek dihentikan sementara karena masih ada beberapa masalah seperti manajemen konstruksi yang kurang memperhatikan aspek keselamatan dan lingkungan.

Proyek patungan Indonesia-Cina yang nilai investasinya mencapai Rp66,775 triliun ini, menurut PUPR, punya andil terhadap banjir yang terjadi di Bekasi dalam dua bulan terakhir.

Baca  JK Sentil Jokowi: 'Berdamai dengan Corona' Damai Itu Kesepakatan Kedua Belah Pihak!

PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) juga disebut bertanggung jawab dalam genangan air di Tol Jakarta-Cikampek. Selain memastikan proyek jalan terus, Airlangga juga bilang rute perjalanan akan diperpanjang hingga Surabaya. Jadi nama proyeknya bukan lagi kereta cepat Jakarta-Bandung, tapi Jakarta-Bandung-Surabaya.

“Arahan Presiden, agar lebih ekonomis, untuk didorong kelanjutan proyek tidak hanya berhenti di Bandung tapi sampai Surabaya dan diusulkan agar konsorsium bisa ditambah dari Jepang,” kata mantan Menteri Perindustrian ini.

Baca  Pemenang Lelang Motor Jokowi Ditangkap Polda Jambi, Ini Penjelasan Polisi

Proyek kereta cepat ini dicetuskan pada akhir 2015. Ia menjadi salah satu proyek strategis nasional (PSN) berdasarkan Perpres 3/2016. Proyek kereta cepat tersebut kembali masuk dalam PSN pada Perpres 58/2017.

Di tengah pandemi ini, pemerintah kembali berencana menetapkan 89 PSN, salah satunya proyek kereta cepat ini. (tirto)

Share :

Baca Juga

Nasional

Punya Kemesraan dengan China, Kepedulian Luhut Diuji dalam Kasus Kematian WNI di Kapal China
Sandiaga Bagikan Ratusan Paket Sembako

Nasional

Bantu Nelayan Terdampak Covid-19, Sandiaga Bagikan Ratusan Paket Sembako dan Masker

Nasional

Tidak Ada Unggahan Duka Jokowi untuk Djoko Santoso, Adhie Massardi: TNI Memang Lebih Dekat ke Rakyat

Nasional

Izinkan 500 TKA China Masuk Indonesia Saat Pandemik, PB HMI: Kera di Hutan Disusui, Anak Di Rumah Mati Kelaparan 

Nasional

Kritik Penanganan Corona, Faisal Basri: Komandannya Luhut atau Siapa?

Nasional

Cara Kembalikan Akun WhatsApp yang Dibajak

Nasional

Faisal Basri Heran Banyak Menteri ‘Jegal Gubernur Anies’ Agar Tidak Lockdown Jakarta

Nasional

Hamil Lalu Buang Bayi, Sepasang Pelajar SMP Ditangkap Polisi