Home / Nasional

Rabu, 22 April 2020 - 22:11 WIB

Jokowi Diminta Bubarkan Stafsus Milineal, Apa Pekerjaan Mereka?

Presiden Joko Widodo alias Jokowi (keempat kiri) bersama staf khusus yang baru dari kalangan milenial ketika diperkenalkan di halaman tengah Istana Merdeka Jakarta, Kamis, 21 November 2019. Dari kiri: Andi Taufan Garuda Putra, Ayu Kartika Dewi, Adamas Belva Syah Devara, Billy Gracia Yosaphat Mambrasar, Putri Indahsari Tanjung, Angkie Yudistia dan Aminuddin Ma'ruf. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo alias Jokowi (keempat kiri) bersama staf khusus yang baru dari kalangan milenial ketika diperkenalkan di halaman tengah Istana Merdeka Jakarta, Kamis, 21 November 2019. Dari kiri: Andi Taufan Garuda Putra, Ayu Kartika Dewi, Adamas Belva Syah Devara, Billy Gracia Yosaphat Mambrasar, Putri Indahsari Tanjung, Angkie Yudistia dan Aminuddin Ma'ruf. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

Presiden Joko Widodo alias Jokowi (keempat kiri) bersama staf khusus yang baru dari kalangan milenial ketika diperkenalkan di halaman tengah Istana Merdeka Jakarta, Kamis, 21 November 2019. Dari kiri: Andi Taufan Garuda Putra, Ayu Kartika Dewi, Adamas Belva Syah Devara, Billy Gracia Yosaphat Mambrasar, Putri Indahsari Tanjung, Angkie Yudistia dan Aminuddin Ma'ruf. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden Presiden Joko Widodo alias Jokowi (keempat kiri) bersama staf khusus yang baru dari kalangan milenial ketika diperkenalkan di halaman tengah Istana Merdeka Jakarta, Kamis, 21 November 2019. Dari kiri: Andi Taufan Garuda Putra, Ayu Kartika Dewi, Adamas Belva Syah Devara, Billy Gracia Yosaphat Mambrasar, Putri Indahsari Tanjung, Angkie Yudistia dan Aminuddin Ma'ruf. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

Jakarta – Pengamat komunikasi politik, Ari Junaedi menilai langkah mundur CEO Ruangguru Adamas Belva Devara seharusnya diikuti oleh semua staf khusus milenial Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Sebab, ia menilai peran para staf khusus milenial ini tak terlalu dirasakan oleh publik.

Stafsus milenial justru kerap memunculkan polemik dan malah menjadi beban presiden. “Demi menjaga marwah istana dan public trust, sebaiknya seluruh staf khusus milenial mengundurkan diri saja atau Presiden Jokowi membubarkan saja staf khusus milenial yang odong-odong ini,” ujar Ari saat dihubungi Tempo pada Rabu, 22 April 2020.

Kehadiran stafsus milineal ini sejak awal memang menuai polemik. Tujuh orang berusia di bawah 40 tahun ini dianggap tak lebih dari etalase politik untuk menunjukkan bahwa Jokowi merupakan presiden milenial.

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 144 Tahun 2015 tentang besaran hak keuangan bagi Staf Khusus Presiden, Staf Khusus Wakil Presiden, Wakil Sekretaris Pribadi Presiden, Asisten, dan Pembantu Asisten, Staf Khusus Milenial juga mendapatkan hak bulanan sebesar Rp 51 juta. Gaji mereka setara dengan pejabat eselon I.

Baca  Catat! Jokowi Gratiskan Tagihan Listrik 3 Bulan untuk Pelanggan 450 VA dan Diskon 50% untuk 900 VA

Namun, saat pertama kali memperkenalkan mereka, Presiden Jokowi menyebut tugas mereka adalah sebagai teman diskusi. Jokowi juga membolehkan para ring-1 Istana itu tetap bekerja di perusahaan yang mereka dirikan sebelumnya.

“Ketujuh anak muda ini akan menjadi teman diskusi saya, harian, mingguan, bulanan, memberikan gagasan-gagasan segar dan inovatif sehingga kami bisa mencari cara-cara baru, cara-cara out of the box, yang melompat untuk mengejar kemajuan negara,” ujar Jokowi pada November 2019 lalu.

Siapa tujuh orang stafsus milenial itu?

Tujuh orang stafsus milenial itu tepatnya diangkat pada 21 November 2019. Mereka adalah Andi Taufan Garuda Putra (32 tahun) selaku CEO Amartha MicroFintech; Putri Indahsari Tanjung (23 tahun) selaku CEO Creativepreneur dan Chief Bussiness Officer Kreafi; Adamas Belva Syah Devara (29 tahun), CEO Ruangguru.

Baca  Jokowi Ingin Berdamai dengan Corona, Anies Ngotot 'Gembok' Jakarta: Harus Tegas

Selanjutnya Ayu Kartika Dewi (36 tahun) merupakan pendiri dan mentor lembaga Sabang Merauke; Gracia Billy Mambrasar (31 tahun) selaku CEO Kitong Bisa ; Angkie Yudistia (32 tahun) pendiri Thisable Enterprise; dan Aminuddin Maruf (33 tahun) mantan santri yang pernah menjadi Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) periode 2014-2016.

Apa kerja stafsus milineal?

Menteri Sekretaris Negara Pratikno menjelaskan cara kerja 7 staf milineal ini kerap menggelar rapat membahas berbagai persoalan. Pratikno juga mengatakan ketujuh orang tersebut ikut memberikan masukan untuk pidato-pidato Presiden

“Sambutan-sambutan Presiden mereka beri masukan biar agak segar. Mereka kan selalu rapat untuk inovasi-inovasi, misalnya, kartu Prakerja, inovasi UMKM juga, memberikan rekomendasi,” ujar Pratikno, Desember lalu.

Tapi Pratikno menegaskan bahwa para stafsus tersebut tidak punya kewenangan untuk mengambil keputusan. “Eksekusi tetap di birokrasi,” ujar dia.

Baca  Gempa Guncang Kabupaten Selayar, Warga: Bergoyang Tadi Kursi

Belakangan, Andi Taufan Garuda menuai polemik karena melayangkan surat berkop Sekretariat Kabinet tertanggal 1 April 2020 kepada para camat untuk mendukung kerjasama program antara pemerintah dan PT Amartha Mikro Fintek terkait Relawan Desa Lawan Covid-19. Andi dinilai memanfaatkan jabatannya melancarkan program kerjasama perusahaannya dengan pemerintah.

Andi sudah meminta maaf dan menarik kembali suratnya itu. Setelah itu, dia bergeming. Istana juga menyatakan telah menegur Andi atas perbuatannya.

Setelah Andi, Belva Devara juga menjadi sorotan karena Ruangguru menjadi mitra pemerintah dalam program pelatihan online kartu prakerja. Meski membantah adanya konflik kepentingan, Belva memilih mundur dari jabatan Stafsus Jokowi.

“Saya tidak ingin membuat polemik mengenai asumsi atau persepsi publik yang bervariasi tentang posisi saya sebagai Stasus Presiden berkepanjangan,” ujar Belva lewat keterangan tertulis pada Selasa, 21 April 2020. (tempo)

Share :

Baca Juga

Nasional

Salim Said Sebut Omnya Luhut Terlibat Gestapu

Nasional

Rizal Ramli Ingatkan Jokowi: Nyawa Lebih Penting dari Proyek!

Nasional

Ridwan Kamil Jelaskan Mengapa Kasus Corona Terlihat Sedikit, Padahal…

Nasional

Sandiaga Kecewa pada Pemerintah yang Sibuk Siapkan Anggaran untuk Influencer Asing Daripada Menyiapkan Tenaga Medis

Nasional

Menag Fachrul Razi Dukung Perpanjangan Izin FPI

Nasional

Jokowi Sentil Anies Cs: Jangan Mau Enaknya Doang

Nasional

Kata UAS ke Anies: Maaf Tak Bisa Bela di Medsos, Saya Juga Babak Belur

Nasional

Bintang Tsurayya Tanda Berhentinya Wabah? Ini Penjelasan Lapan