Home / Islam

Jumat, 27 Maret 2020 - 05:25 WIB

Jika Wabah Corona Masih Ada di Bulan Ramadhan, Ini Tuntunan Muhammadiyah

BERITAWAJO.COM – Pemimpin Pusat Muhammadiyah (PP) telah memberikan informasi tentang tuntutan agama umat Islam dalam menghadapi wabah korona / Covid-19. Surat informasi nomor 02 / MLM / I.0 / H / 2020 tentang wabah covid-19 dan surat 03 / I.0 / B / 2020 tentang pemeliharaan shalat Jumat dan pertemuan wajib ketika Covid-19 melanda.

Untuk melakukan itu, Muhammadiyah menetapkan sejumlah keputusan yang didasarkan pada nilai-nilai fundamental ajaran Islam dan beberapa prinsip yang diturunkan di sana.

Mengingat argumen al-Quran dan hadis yang dipahami sesuai dengan manhaj tarjih dan data ilmiah para ahli yang menunjukkan bahwa kondisi ini telah mencapai status darurat, pertemuan bersama dalam Muhammadiyah telah membuat keputusan berikut.

Baca  Terungkap Eks Kapolsek Kembangan, Kompol Fahrul Sudiana, Ternyata Anak Jenderal

Jika kondisi Covid-19 yang memburuk hingga Ramadhan yang akan datang dan bulan-bulan Ramadan yang akan datang tidak menurun, ada beberapa pedoman yang perlu diingat.

a. Doa Tarawih diadakan di rumah mereka. Takmir tidak harus mengadakan sholat haji di masjid, museum, dan sejenisnya, termasuk kegiatan Ramadhan lainnya seperti ceramah, pertemuan jamaah, kegiatan keagamaan, dan kegiatan jamaah lainnya.

b. Puasa Ramadhan masih dilakukan kecuali bagi mereka yang sakit dan kondisi kekebalan tubuhnya buruk. Orang tersebut diharuskan untuk menggantinya sesuai dengan persyaratan Syariah.

Baca  Hebat! Kisah Dua Laki-laki Ini Tetap Meneruskan Shalat Meski Dihujani Anak Panah

c. Untuk menjaga sistem kekebalan tubuh, puasa Ramadhan dapat diserahkan kepada petugas kesehatan yang bertugas. Tenaga kesehatan dapat mengubahnya sesuai dengan persyaratan Syariah.

d. Doa Idul Fitri adalah tindakan ibadah dan merupakan monumen keagamaan yang sangat penting. Namun, pada bagian awal Syawal 1441 H, penyebaran Covid-19 belum surut, shalat Idul Fitri dan seluruh jaringannya (yang akan datang, pawai perkawinan, balaland halal, dll.) Tidak perlu dipertahankan.

Namun, ketika ditentukan oleh pihak berwenang bahwa Covid-19 telah surut dan konsentrasi masyarakat dapat dilakukan, sholat Ied dan rangkaiannya dapat dilakukan sesuai dengan instruksi dan ketentuan yang dikeluarkan oleh pihak berwenang. Adapun makna takrir Idul Fitri dapat dilakukan di rumah mereka selama Covid-19 darurat.

Baca  UAS: Salah Satu Hikmah Wabah Corona, Rumah Makan Muslim Banjir Pengunjung

Tingkatkan amal, infeksi, dan amal, dan maksimalkan penyalurannya untuk pencegahan dan pencegahan wabah Covid-19.

Promosikan niat baik (kesopanan) dan bantuan timbal balik ( terutama ) di antara yang rentan, seperti berbagi topeng, pembersih tangan , atau menangani kebutuhan keluarga secara memadai, dan tidak panik membeli . akumulasi barang yang menakutkan.

Share :

Baca Juga

meninggal karena corona

Islam

PBNU: Meninggal Akibat Corona Termasuk Syahid

Islam

Subhanallah! Alasan Merasa Kekosongan Hidup, 181 Orang Ini Masuk Islam

Islam

Jenazah Korban Corona Banyak Ditolak, Habib Rizieq Menyerukan Hal Ini Kepada Umat Islam! 

Islam

MUI: Tak Ada Perintah Melarang Shalat Jumat Karena Virus Corona. Itu Pelintir!

Islam

Awas! Ancaman Pandangan Mata Dapat Mencelakai Orang Lain

Islam

Sekjen FUI: Pasca Penghentian Shalat Jumat dan Berjemaah Umat Islam Harus Jaga Para Ulama

Inspiratif

Ternyata Ibu UAS Pernah Curiga Sang Ustadz Pelihara Jin

Islam

MUI: Meskipun Pandemi Corona Puasa Ramadhan Tak Bisa Diganti Fidiah!