Home / Nasional

Selasa, 14 April 2020 - 15:07 WIB

Jika Tak Diintervensi, 1.046 ODP Akan Mudik dari Jakarta

Jakarta – Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) yang diperkirakan bakal mudik dari DKI Jakarta ke berbagai daerah diperkirakan sebanyak 1.046. Karena itu perlu intervensi pemerintah agar mereka tidak mudik saat lebaran nanti.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Mobilitas dan Sebaran Penduduk Ikatan Praktisi dan Ilmu Demografi Indonesia (IPADI) Chotib Hasan dalam sebuah webinar yang digagas Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada Selasa (14/4).

“Akan ada tambahan 1.046 ODP dari pemudik yang akan menyebar ke daerah-daerah tujuan mudik, terutama Jawa Tengah dan Jawa Barat, serta provinsi-provinsi lain di Jawa dan Sumatra,” kata Chotib.

Baca  Ilmuwan Lintas Universitas Perkirakan Sudah Ada 32 Ribu Kasus Positif Corona di DKI

Chotib mengatakan, sekitar 3,8 juta jiwa atau sekitar 36 persen penduduk Jakarta akan melakukan mudik lebaran jika tak ada intervensi dari pemerintah.

Sementara itu, jika pemerintah mengintervensi masyarakat untuk mudik, maka jumlah pemudik akan menjadi berkurang, hanya sekitar 735 ribu orang atau sekitar 7 persen dari penduduk ibu kota. Itu pun masih ada 203 ODP yang mudik.

Lebih lanjut Chotib menjelaskan, intervensi dari pemerintah bisa berupa pelarangan mudik di daerah asal dan penutupan lokasi di daerah tujuan mudik.

Baca  MUI: Terbuka Kemungkinan Covid-19 Bagian Konspirasi Politik AS-China

Ini pun memerlukan kerja sama antarapemerintah daerah dan dorongan dari pemerintah pusat.

Tidak hanya itu, hal yang juga patut diwaspadai menurut Chotib yakni fenomena arus balik pascalebaran. Menurut dia, biasanya, jumlah orang yang kembali ke Jakarta usai mudik lebih besar dari pemudik.

“Jika tanpa intervensi akan ada 1.059 ODP dari mereka yang balik ke Jakarta. Sementara jika dengan intervensi akan ada tambahan sekitar 205 ODP pada arus balik ke Jakarta,” tegas Chotib.

Menurut dia, arus balik ini akan turut memberikan dampak signifikan, karena berpotensi menjadi penularan virus corona gelombang kedua di DKI Jakarta. Ia pun mewanti-wanti pemerintah untuk memperhatikan hal tersebut.

Baca  Pengamat: Kritikan Tanpa Bukti, Justru Datangkan Simpati untuk Anies Baswedan

Imbauan agar masyarakat tidak mudik saat wabah virus corona sudah disampaikan jauh-jauh hari, baik lewat pemerintah pusat dan daerah. Pemerintah khawatir dengan mobilitas masyarakat saat mudik, virus corona malah akan semakin menyebar.

Pemerintah pusat juga bakal memberikan bantuan kepada masyarakat yang tidak mudik.

Dana tersebut akan diberikan kepada masyarakat yang ekonominya terdampak virus corona. Tak hanya yang tinggal di Jabodetabek, masyarakat di daerah lain pun akan diberikan dana bantuan sosial tersebut. (CNN)

Share :

Baca Juga

Nasional

Kepala BPIP Sesalkan Masyarakat Salahkan Pemerintah Terkait Pandemi, Bahkan Sampai Bahas Pemakzulan Presiden

Nasional

Prabowo Paket Puan Maharani, Anies Baswedan dan Gatot Nurmantyo Saingan Terberat

Nasional

Roy Suryo Unggah Jejak Digital Dirut TVRI soal Gerwani, Organisasi yang Berafiliasi dengan PKI

Nasional

UAS Sebut Corona Adalah Tentara Allah, Ruhut Bilang Begini

Nasional

Trump Ungkap Jokowi Minta Bantuan Ventilator dari AS

Nasional

Besaran Gaji PPPK, Ini Kabar Bahagia dari Menkeu Sri Mulyani
Luhut pun Banjir Dukungan

Nasional

Said Didu Tolak Minta Maaf, Kubu Luhut: Kita Tunggu Sajalah!

Nasional

Video: Suara Mengharukan Anies Saat Ungkap 283 Warga DKI Dimakamkan Sejak 6 Maret 2020