Home / Politik

Kamis, 14 Mei 2020 - 19:51 WIB

Iuran BPJS Naik Lagi, Rocky Gerung: Istana Semakin Arogan!

Di tengah pandemik virus corona baru (Covid-19) yang tidak menentu ini, pihak Istana dalam hal ini Presiden semakin menunjukkan arogansinya. Pasalnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) justru meneken Perpres 64/2020 yang diikuti naiknya iuran BPJS Kesehatan.

Begitu kata Pengamat Politik Rocky Gerung saat mengisi diskusi daring bertajuk “Kita Dididik Corona” yang digelar Lembaga Survei Kedai Kopi, Kamis (14/5).

Baca  Gus Yaqut: Bubarkan Saja Stafsus Milenial, Tidak Berfaedah

“Covid-19 ini mengajarkan kita untuk lebih peka terhadap relasi etik dan bukan sekadar manipulasi ekonomi. Di istana, yang dihasilkan justru arogansi,” kata Rocky Gerung.

Ahli Filsafat dari Universitas Indonesia (UI) ini menyatakan, arogansi yang dilakukan pemerintah selaku eksekutif adalah menentang keputusan yudikatif dalam hal ini Mahkamah Agung (MA) yang telah membatalkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan.
“Arogansi pertama, tidak menghargai keputusan yudikatif. BPJS dibatalkan oleh MA, Presiden bikin Perpres baru dan mendalilkan bahwa itu akan tetap dinaikkan,” sesalnya.

Baca  Pasien Terjangkit Corona Tidak Ditanggung BPJS Ya...

Belum lagi, kata Rocky Gerung, Perppu 1/2020 yang jelas-jelas menihilkan hak budgetting DPR RI justru disahkan oleh DPR RI itu sendiri. Padahal, lembaga legislatif dikangkangi oleh eksekutif dalam hal ini Presiden.

“Jadi eksekutif menguasai yudikatif, kepurusan MA diabaikan eksekuif membypass hak dari DPR. Tapi DPR diem aja seolah-olah karena kedaruratan. Padahal ada prinsip lebih tajam. Bahwa hubungan kelembagaan tidak boleh berhenti hanya karena kecemasan di istana,” pungkasnya. (Rmol)

Baca  Jokowi Sepelekan Covid-19 Tanpa Pencegahan, Pengamat: Tuhan Sudah Kasih Kesempatan, Inilah Hasilnya¬†

Share :

Baca Juga

Kartu Prakerja

Politik

MPR: Kartu Prakerja Tidak Efektif dan Pemborosan Uang Negara

Politik

Rocky Gerung: Corona Baru Berhenti di Tahun 2070! Apa Maksudnya?

Politik

Jokowi Bagi Sembako Ke Gang Sempit, Pengamat: Janganlah Pak Presiden Ambil Kewenangan Ketua RT

Politik

Jokowi Sepelekan Covid-19 Tanpa Pencegahan, Pengamat: Tuhan Sudah Kasih Kesempatan, Inilah Hasilnya 

Politik

Mandat Kongres Nasdem, Surya Paloh: Ini yang Paling Terberat Bapak Presiden

Politik

Belva Stafsus Jokowi: Jika Konflik Kepentingan, Saya Mundur Saat Ini

Politik

Kepala Daerah Doyan Mutasi untuk Kepentingan Politik, Ini Warning Wapres

Politik

Damai Hari Lubis: Harusnya yang Dicopot Ahok, Bukan Refly Harun!